KTM dalam Masalah, Aerodinamika Baru Gagal?

RiderTua.com – Tim pabrikan Red Bull KTM menorehkan hasil bagus di balapan awal MotoGP musim 2022. Brad Binder mampu finis ke-2 di Qatar sementara Miguel Oliveira sukses memenangkan GP Mandalika. Namun setelah itu mereka tampak kesulitan untuk kembali merebut podium. Brad yang sempat berada di peringkat 2 dalam klasemen merosot ke peringkat 8 dan Oliveira peringkat 11. Sementara itu rookie dari tim Tech3 Remy Gardner menempati peringkat 23 dengan 3 poin.

Dan Raul Fernandez, satu-satunya pembalap reguler yang hingga 7 dari 21 balapan musim ini belum mengumpulkan poin satu pun. Apa permasalahan yang dihadapi KTM? Di sisi lain, tuduhan bahwa Direktur Teknis KTM yang baru Sterlacchini menjiplak aerodinamis Ducati, tidak dapat dipahami. Ing. Sebastian Risse teknis handal KTM menjelaskan penyebab lemahnya performa RC16 akhir-akhir ini. Ada dua paket motor yang harus dipilih pembalap KTM: Kuat dalam pengereman atau cepat di tikungan, karena keduanya tidak bisa digabungkan..

KTM dalam Masalah, Aerodinamika Baru Gagal?

Tak seorang pun di Munderfing dan Mattighofen puas dengan hasil KTM setelah sepertiga balapan pertama musim ini. Setelah Pol Espargaro menempati peringkat 5 dalam klasemen 2020, CEO KTM Stefan Pierer dan CEO Hubert Trunkenpolz berharap para pembalap KTM harus bertarung sengit untuk memperebutkan gelar juara dunia pada 2021.

Tetapi sejak musim panas 2021, posisi start sebagian besar para rider KTM tidak seperti yang diinginkan. Dalam 5 sesi kualifikasi terakhir pada 2022, Oliveira menempati posisi grid 16, 20, 11, 21 dan 17. Hasil balapan pembalap asal Portugal itu setelah kemenangan di GP Indonesia adalah 13, 18, 5, 12 dan pada balapan di Le Mans dia crash. Oliveira kini mengantongi 43 poin, tetapi 25 poin didapat dari Mandalika saja.

Performa Brad Binder untuk tahun 2022 terlihat sedikit lebih baik. Dalam 5 kualifikasi terakhir, pembalap asal Afrika Selatan itu menempati posisi ke-12, 17, 12, 15 dan 18. Dan dalam 5 balapan terakhir, pembalap berusia 26 tahun itu finis ke-6, 12, crash di Portimao, 10 dan 8.

Sekarang KTM merasa bingung, mengapa performa Binder dan Oliveira melemah setelah dua balapan pertama. Mereka jauh lebih baik di sesi kualifikasi ketimbang di balapan. Hal ini tidak mungkin karena keterampilan membalap yang menjadi permasalahannya, karena sejauh ini Binder berhasil meraih dua kemenangan MotoGP dan Oliveira empat.

Baru-baru ini, media Spanyol dan Italia curiga bahwa Direktur Teknis KTM MotoGP yang baru Fabiano Sterlacchini (hengkang dari Ducati Corse pada musim panas 2021) telah menjiplak aerodinamika Desmosedici dari Ducati GP21 untuk KTM RC16 2022. Apakah planningnya salah?

Ing. Sebastian Risse selaku Koordinator Teknis MotoGP di KTM Factory Racing, melihat tidak ada kesamaan antara bodi aero Ducati 2021 dan KTM 2022.

Lebih lanjut Risse menjelaskan, “Pada tes musim dingin, kami mencoba lebih menyesuaikan set-up untuk aerodinamis ketimbang mengembangkan aerodinamis untuk set-up yang ada. Itu tidak ada hubungannya dengan pabrikan lain. Dua tes di Sepang dan Mandalika dan dua balapan pertama menunjukkan bahwa paket kami bekerja dengan baik.”

Faktanya, Brad Binder yakin setelah tes Mandalika. “Kami sepuluh kali lebih siap untuk GP Qatar ketimbang tahun lalu,” tegas Brad. Namun di Las Termas dan Texas, tim KTM mengalami kekecewaan.

“Kemudian kami menemukan trek di mana kami harus menginvestasikan banyak waktu untuk membuat ban depan bekerja, terutama ketika kami harus menggunakan ban depan yang relatif soft. Jika kita tertinggal pada dua sesi pada hari Jumat, akan sulit untuk membalikkan keadaan dan menyelesaikannya dengan baik. Itu pembelajaran, kami bekerja keras untuk menyelesaikan fase ini secepat mungkin,” imbuh Risse.

Sebastian Risse
Sebastian Risse

Kini KTM sedang sibuk mengerjakan pembaruan aero body, hal itu harus dicoba oleh para pembalap reguler pada tes Senin usai GP Catalunya. BTW, hanya satu pembaruan aero per musim dan pembalap yang diizinkan.

Pilih Salah Satu

Sementara itu, Miguel Oliveira menambahkan, “Kami harus bersabar dan membiarkan para insinyur bekerja. Masalah kami, kami harus memutuskan apakah kami akan mengendarai motor dengan pengereman yang lebih baik atau versi lain yang mudah dibuat menikung. Tapi jika kita membangun set-up agar kuat saat mengerem, motor menjadi lamban. Jika kami mengambil set-up yang lebih gesit, kami memiliki masalah dengan pengereman.”

Asumsi bahwa KTM menjiplak aerodinamis Ducati pada tahun 2022 dapat terbantahkan dengan perbandingan foto. Namun faktanya, paket aero 2022 tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan di KTM.

Risse melanjutkan, “Tentu saja kami sedang mengerjakan pembaruan aero. Tapi saya pikir karena kami mendapatkan lebih banyak pengalaman dengan paket dan set-up saat ini, homologasi aero saat ini juga bisa cepat di trek yang berbeda. Bahkan dengan pembaruan, kami tidak akan membuat motor yang bekerja ‘out of the box’ di trek mana pun.’

“Kami membutuhkan resep yang dapat kami gunakan ketika masalah tertentu muncul. Kami tidak memilikinya di awal musim ini, karena paketnya sangat berbeda dan karena resep lama tidak lagi berfungsi. Jika kita ingin mengerjakan resep seperti itu dalam satu balapan akhir pekan, itu membutuhkan waktu. Jika kita menginvestasikan waktu ini, pekerjaan di balapan berikutnya akan lebih mudah. Itu tugas kami sebagai tim, saat pembaruan aero sedang dikembangkan,” pungkas insinyur handal KTM itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page