Menahan Diri di Qatar, Marc Marquez: Berapa Lama Saya Bisa Sabar?

RiderTua.com – Menahan diri di Qatar, Marc Marquez: Berapa lama saya bisa sabar?… Setelah menderita hampir 2 musim karena cedera panjang, pembalap Repsol Honda itu menetapkan target musim ini dengan jelas yakni bertarung untuk kembali memperebutkan gelar dunia. Meski begitu, Marc Marquez tak mau menempatkan dirinya di bawah tekanan. Setelah finis di posisi ke-5 di Doha-Qatar, rider berusia 29 tahun itu menjelaskan cara pendekatan awalnya di Kejuaraan Dunia MotoGP 2022. Tapi dia mengakui, “Tentu saja saya tidak bisa melakukannya sepanjang musim seperti itu (harus menang seri).” Dia saat ini masih bisa ‘bersabar’ asal bisa mencetak poin saja, agar masih berada dalam jarak serang ketika saatnya tiba untuk memperebutkan gelar dunia di waktu yang tepat bahkan seri akhir Valencia.. Belum waktunya harus menang, kata Marc berusaha bersabar.

Menahan Diri di Qatar, Marc Marquez: Berapa Lama Saya Bisa Sabar?

Pendekatannya pada balapan pertama musim ini di Qatar juga dipertimbangkan. Meskipun Marc Marquez berada di barisan depan grid, kemudian dia melaju relatif tidak mencolok ke tempat ke-5 yang solid.

Rider asal Cervera-Spanyol itu menjelaskan, “Targetnya adalah untuk mencetak poin agar berada dalam jarak serang ketika saatnya tiba untuk memperebutkan gelar. Tahun lalu saya nyaris tidak masuk 10 besar di balapan comeback saya di Portimao. Tapi pada akhirnya saya memenangkan dua balapan berturut-turut.”Alberto Puig: Marc Marquez Tidak Memaksa

“Pengalaman saya adalah bahwa apapun dapat berubah selama satu musim. Itu sebabnya saya melakoni balapan seperti ini di Qatar. Karena saya rasa, belum waktunya harus menang. Yang penting sekarang adalah mencetak poin. Saya berhasil melakukannya di balapan pertama, mari kita lihat berapa lama saya bisa sabar.”

Marc melanjutkan, “Marc Marquez yang kita lihat musim ini bergantung pada bagaimana dia mendekati setiap balapan akhir pekan. Di Qatar saya bisa melakoni balapan yang lebih baik dengan ban depan medium, untuk meraih posisi ke-3 atau ke-4. Tapi itu menyebabkan saya crash saat pemanasan. Saya masuk pit dan berkata kepada tim saya, ‘Ayo bermain aman, mari gunakan kompon ban soft’. Saya akan sedikit lebih lambat, tetapi ada peluang lebih tinggi untuk menyelesaikan dan mencetak poin.”

“Tentu saja saya tidak bisa melakukannya (asal dapat poin) sepanjang musim, itu logis. Saya harus memenangkan balapan,” tegas juara dunia 8 kali itu.

“Di MotoGP hari ini, jika kita tidak mengambil risiko dan mengambil pendekatan konservatif, kita pasti berakhir di urutan ke-10. Jika kita mengambil sedikit risiko, kita finis di urutan ke-5. Dan jika kita mengambil banyak risiko, kita bisa menang. Tetapi kita hanya dapat mengambil risiko besar jika kita benar-benar dalam posisi untuk bisa menang. Jika kecepatan kita hanya cukup untuk untuk posisi ke-4 atau ke-5, maka tidak ada gunanya keluar untuk menang. Tidak ada yang berubah saat kita menonton balapan Moto2 dan Moto3.”

Ketika ditanya tentang kandidat gelar, Marc Marquez berbicara tentang saingan baru. “Ada perubahan generasi yang terjadi di MotoGP. Saya mengenal beberapa pembalap lebih baik, seperti rekan satu tim saya. Sementara pembalap yang lain saya kurang mengenal, seperti Bastianini. Saya juga harus belajar dari mereka. Kemudian kita akan melihat bagaimana musim berkembang,” pungkas Marc Marquez.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives