Bos Ducati: Penampilan di Qatar di Bawah Ekspektasi

RiderTua.com – Bos Ducati: Penampilan di Qatar di bawah ekspektasi… Pada seri pertama MotoGP di Qatar, tim pabrikan Ducati start dari baris kedua dan ketiga. Namun Pecco Bagnaia (GP21-22) dan Jorge Martin (GP22) gagal finis lantaran crash, Miller (GP21-22) tidak menyelesaikan balapan karena masalah elektronik. Tapi yang terjadi, malah tim satelit yang berhasil memenangkan balapan. Kemenangan Enea Bastianini (GP21-Gresini) menyelamatkan muka pabrikan asal Borgo Panigale itu, yang sejujurnya tidak berakhir dengan baik bagi The Reds. Jelas hal ini di luar ekspektasi, mengingat Desmosedici tampaknya menjadi senjata paling ditakuti musim ini. Seperti yang diungkapkan oleh Paolo Ciabatti dalam sebuah wawancara.

Bos Ducati: Penampilan di Qatar di Bawah Ekspektasi

Apa pendapat Paolo Ciabatti mengenai kemenangan Bastianini? “Saya tidak berpikir ada yang memperkirakannya. Dia tahu bahwa dia akan menjalani balapan yang bagus, karena sejak dia menunggangi GP21 (di tes Jerez), dia selalu sangat kuat dan di balapan Qatar dia adalah salah satu pembalap dengan kecepatan terbaik,” jawabnya.

“Saya berharap dia bisa konsisten naik podium, dia melakoni balapan yang fantastis, melebihi ekspektasi kami, tim dan harapan mereka. Itu adalah kemenangan yang sepenuhnya pantas, karena itu tidak dicapai melalui kemalangan pembalap lain, jadi ‘angkat topi’ untuk itu. Beralih ke versi terbaru GP21, motor yang memenangkan 4 balapan terakhir dari 6 balapan tahun lalu, merupakan langkah maju bagi Enea dan dia tahu bagaimana memanfaatkannya sebaik mungkin,” imbuh sang bos.

Apakah ini merupakan awal yang baik untuk kerjasama Gresini-Ducati? “Merupakan kepuasan besar bagi Enea, terutama bagi tim. Mengetahui semua kesulitan yang muncul tahun lalu, setelah Nadia memutuskan untuk melanjutkan proyek Fausto. Itu bukan tahun yang mudah karena seribu alasan, dimulai dengan yang emosional dan beralih ke praktik. Bersama dengan mereka, kami telah berhasil menciptakan situasi yang membuat kami sangat puas, tidak hanya di level olahraga tetapi juga secara emosional,” jawab bos asal Italia itu.

Bagnaia dan Miller sama-sama gagal finis, apa yang terjadi? “Kami mengalami akhir pekan yang sulit, gagal mendulang poin adalah hasil yang sangat negatif bagi kami. Jack punya masalah elektronik yang langsung kami perbaiki dan itu tidak akan terjadi lagi, tetapi sayangnya dia harus berhenti. Pecco yang membalap dengan sangat cepat juga melakukan kesalahan yang melibatkan Martin. Kami tidak membawa GP22 ke debutnya dengan hasil yang kami harapkan, jelas masih ada beberapa detail yang harus diselesaikan,” kata Ciabatti.

Apakah ini artinya tes pra-musim tidak cukup? “Tentu saja, tidak mampu berkendara terus menerus dalam kondisi stabil tidak membantu kami menyempurnakan beberapa aspek motor yang masih perlu diselesaikan. Di Mandalika kami menemukan trek yang sangat kotor dan kemudian aspalnya mengelupas. Meskipun Martin meraih pole position, penampilan di Qatar jauh dari harapan kami,” lanjutnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives