Alasan di Balik Perubahan Aturan Track Limit di MotoGP

RiderTua.com – Alasan di balik perubahan aturan track limit di MotoGP… Pertarungan antara Fabio Di Giannantonio melawan Augusto Fernandez di Moto2 di Misano pada 2019 lalu, menjadi titik balik aturan track limit kembali diperbincangkan. Dalam latihan, aturan tersebut masih jelas. Jika seorang pembalap keluar jalur, bahkan membalap beberapa milimeter di atas ‘kerb’, catatan waktu dibatalkan. Dalam balapan, situasinya sedikit berbeda. Jika seorang pembalap melakukan kesalahan dalam balapan yakni keluar dari lintasan, dia akan kehilangan waktu atau posisi. Pembalap yang memimpin balapan, akan diawasi race control dengan cermat dan teliti. Jika melampaui batas lintasan sebanyak 3 kali, hanya peringatan. Setelah total 5 pelanggaran, hukuman long lap pinalty. Tapi di lap terakhir situasinya sangat berbeda. Jika seorang pembalap bertarung dengan pembalap lain di lap terakhir dan melampaui batas lintasan, maka langsung dikenai penalti. Akibatnya, rider yang bersangkutan mundur satu posisi.

Alasan di Balik Perubahan Aturan Track Limit di MotoGP

Jika kita memimpin balapan, maka race control akan mengawasi kita dengan cermat dan teliti. Jika seorang pembalap melampaui batas lintasan sebanyak 3 kali, maka akan ada peringatan. Setelah total 5 pelanggaran, ada hukuman berupa long lap pinalty. Tapi di lap terakhir situasinya sangat berbeda. Jika seorang pembalap bertarung dengan pembalap lain di lap terakhir dan melampaui batas lintasan, maka langsung dikenai penalti. Akibatnya, rider yang bersangkutan mundur satu posisi.

Dalam sebuah wawancara, Mike Webb selaku race director menjelaskan alasan di balik aturan ini. Titik baliknya adalah sebuah kejadian yang terjadi di Moto2 di Misano 2019. Saat itu aturan ini belum ada. Di seri tersebut, Fabio di Giannantonio dan Augusto Fernandez bertarung memperebutkan kemenangan di lap terakhir. Insiden ini tepatnya terjadi di tikungan 11.

Fernandez melaju di luar lintasan atas kerb, mengambil momentum dan kemudian menyikut lalu menyalip Di Giannantonio di dalam pada Tikungan 14. Itu adalah manuver untuk menang. Kalau kejadiannya sekarang, Fernandez akan menerima sanksi karena melanggar batas lintasan.

“Jika terjadi sekarang, insiden Fernandez pasti akan diselesaikan secara berbeda. Itu adalah akibat langsung dari insiden tersebut, Di mana kriteria pada saat itu adalah kita harus melihat keuntungan yang jelas, seperti mendapatkan posisi atau semacamnya,” tegas Webb.

Pada saat itu, Fernandez dan Di Giannantonio mengadu ke race stewards. Kemenangan Fernandez tak goyah dan tak bisa dianulir, karena data tidak menunjukkan dan dia jelas lebih unggul. Namun banyak perdebatan, karena secara visual terlihat dia mendapatkan momentum di luar lintasan sehingga mampu mempersiapkan manuver overtaking yang menentukan.

“Dia masih mampu melakukan overtaking untuk merebut kemenangan. Jadi ini adalah contoh yang bagus, mengapa aturannya berubah. Dan ya, keputusannya akan berbeda jika saat itu aturannya sudah ada,” imbuh Webb.

Kontroversi 'Track Limits' GP Styria
Kontroversi ‘Track Limits’ GP Styria

Terdapat situasi di semua kelas di mana aturan baru telah diterapkan. Terkadang juga tentang kemenangan. Contohnya adalah balapan Moto2 di Spielberg 2020. Saat itu, Marco Bezzecchi dan Jorge Martín berduel untuk meraih kemenangan.

Martín berhasil melewati garis finis di depan Bezzecchi. Tapi pembalap asal Spanyol itu tercyduk melaju di ujung kerb saat keluar dari tikungan 8. Martin pun harus puas finis di tempat ke-2. “Balapan di Austria, misalnya adalah bukti yang sangat jelas. Aturannya adalah jika kita akan berhadapan dengan pembalap lain dan kita jelas-jelas tersingkir, maka kita harus berada pada posisi yang tidak menguntungkan,” kata Webb.

“Martin jelas keluar trek, sementara Bezzecchi tidak. Kami memiliki bukti video yang jelas, jadi itu hanya konsekuensi alami dari apa yang ada dalam aturan. Para stewards membuat keputusan itu, tetapi mereka melakukannya berdasarkan bukti yang tak terbantahkan. Jadi ada aturan yang perlu dipertimbangkan oleh para stewards,” Webb menyimpulkan.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: