Belum Seumuran Rossi, Pol Sudah Merasa Digusur Pembalap Muda

RiderTua.com – Pol Espargaro (30 tahun) sadar bahwa dalam kehidupan akan berputar, para pembalap muda berusaha keras sehingga para senior harus mencari kursi kosong di tim lain (tergusur). Menurutnya di MotoGP siapa cepat dia dapat… Sekali lagi seperti dalam kehidupan, orang datang silih berganti, dan itu adalah hukum alam. Dalam balap motor, meski terkadang sulit, hal itu juga pasti terjadi. Pada saat yang sama pembalap baru muncul, sementara pembalap lain meninggalkan balapan yang telah memberinya begitu banyak sesuatu yang bisa diambil darinya. Ying dan yang, pembalap baru dan pembalap senior yang sarat pengalaman. Seperti halnya Pol Espargaro, yang masa kontraknya dengan Repsol Honda akan habis akhir tahun ini. Jadi juara dunia Moto2 2013 itu harus melihat, apakah masa depannya masih terkait dengan merek berlogo sayap emas itu atau sebaliknya dia harus mengambil jalan lain.

Pol Espargaro: Di MotoGP Siapa Cepat Dia Dapat

Tahun ini, kontrak para pembalap MotoGP banyak yang harus berakhir. Saat ini masa depan para pembalap tidak pasti. Itulah alasan, mengapa bursa transfer pembalap menjadi sebuah hal yang menarik untuk diikuti perkembangannya. Salah satu rider yang mengakhiri kontraknya adalah Pol Espargaro, yang harus membuktikan dengan hasil positif untuk masa depannya.

Pembalap asal Spanyol itu mengatakan, “Dan saya memiliki hak istimewa, saya memiliki kehidupan yang tidak pernah saya bayangkan. Kehidupan yang makmur berkat profesi saya, olahraga saya, saya adalah seorang Juara Dunia, saya memiliki keluarga yang luar biasa dan segalanya berjalan baik untuk saya.”

“Tetapi semua yang saya miliki, berkat tempat dimana saya berada sekarang. Ternyata di sini adalah permainan ‘kursi’, di sini ada kursi yang jadi incaran dan pembalap yang diperhitungkan, siapa yang paling cepat akan mendapatkan tempat itu. Dan itu adalah kekhawatiran saya akan kehilangan semua yang saya miliki, semua yang telah saya capai sepanjang karir olahraga saya selama 16 tahun ini, dan sekarang di tahun yang buruk, semua yang telah dibangun akan hancur,” ungkap ‘Polyccio‘.

Para pembalap muda berusaha keras sehingga para senior harus mencari kursi kosong di tim lain (tergusur). “Pembalap generasi baru memiliki hal-hal baik dan buruk. Seperti yang saya alami ketika saya datang ke MotoGP ketika saya berusia 21 tahun. Kabar baiknya adalah, bahwa mereka tidak begitu takut akan bahaya seperti kita semua. Tetapi ada juga bagian negatifnya, yaitu kesalahan yang dibuat, mereka lebih banyak mengalami crash dan bisa berdampak pada pembalap lain,” pungkas adik Aleix Espargaro (Aprilia) itu.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: