Danilo Petrucci: Saya Tidak Marah Pada Siapapun

RiderTua.com – Danilo Petrucci: Saya tidak marah pada siapapun… Musim 2021 berakhir mengecewakan bagi Danilo Petrucci. Pembalap berusia 31 tahun itu jauh dari harapan setelah pindah dari Ducati ke KTM Tech3 Factory Racing. Pada akhirnya dia harus puas dengan peringkat 21 di Kejuaraan Dunia dan merupakan yang terburuk dalam 10 tahun karir GP-nya. Petrux menyesal tidak bisa tampil apik di tahun terakhirnya di MotoGP. Pembalap asal Italia yang akan mengikuti Reli Dakar pada 2022, mengatakan, “Saya tidak bisa menggunakan pengalaman saya di Ducati.”

Danilo Petrucci: Saya Tidak Marah Pada Siapapun

Dalam sebuah wawancara, Petrucci yang karir GP-nya berakhir dengan balapan final di Valencia itu mengatakan, “Kami menghadapi musim yang sangat sulit untuk KTM, dan sayangnya setelah tahun lalu mereka mengira motornya akan lebih baik. Pada kenyataannya, setiap orang telah mengambil langkah maju dan langkah besar telah kami ambil. Kami juga telah bertarung, namun hasilnya tak seperti yang diperkirakan.”

“Mungkin itu sebabnya sejak awal kami memiliki masalah dengan motor. Saya tidak bisa benar-benar menggunakan pengalaman saya. Kita masih tidak mengerti apa yang terjadi, mengapa motor lebih lambat dari tahun lalu. Di bagian terakhir musim, segalanya berjalan sedikit lebih baik. Tetapi pabrikan lebih berkonsentrasi pada dua pembalap pabrikan dan bukan pada kami.”

“Mereka segera memilih pembalap lain dan tentu saja saya ingin melakukan yang lebih baik. Saya ingin menjadi kurang berguna untuk mencapai target. Tapi saya tidak marah kepada siapa pun, hanya kecewa karena saya tidak bisa lebih berguna untuk tim,” imbuh pembalap asal Terni-Italia, yang akan mengikuti Reli Dakar di Arab Saudi sebagai pembalap pabrikan KTM pada Januari.

“Semua orang membuat keputusan terbaik untuk diri sendiri, pabrikan, pembalap, dan manajemen. Saya berusaha melakukan yang terbaik hingga balapan terakhir,” tambahnya.

“Motornya tidak seperti yang kami inginkan tahun ini, tapi saya tetap pada cara saya bekerja. Bahkan ketika hasilnya mengecewakan, saya berusaha dan bekerja lebih keras. Serta memperoleh lebih banyak pengalaman. Dan saya merasa, saya telah menambahkan sesuatu ke pit dengan cara kita bekerja dengan seluruh tim dan dua pembalap yang mencoba untuk saling membantu,” ujar Petrucci yakin.

“KTM sangat menghargai pekerjaan saya dan mungkin untuk pertama kalinya di paddock ini, saya dihargai sebagai pribadi dan bukan hanya sebagai pembalap. Itu membantu saya. Itu membantu saya tidak harus berbicara bahasa yang sederhana, bahwa saya tidak bertengkar dengan bos,” pungkas Petrucci.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page