Martin: Musim Terbaik Sekaligus Terburuk!

RiderTua.com – Menurut Jorge Martin, tahun ini adalah musim terbaik sekaligus cedera terburuknya dengan 8 patah tulang dan menjalani 3 kali operasi… Penampilan Jorge Martin di musim debutnya di MotoGP terbilang sukses luar biasa. Bahkan pada seri ke-2 di GP Qatar-2, dia langsung tampil apik dengan meraih pole position dan naik podium setelah finis ke-3. Namun sayang, di GP Portugal atau pada seri ke-3 musim ini pembalap berjuluk Martinator itu mengalami crash parah. Pembalap berusia 23 tahun itu menyelesaikan musim 2021 dengan menempati peringkat 9 dalam klasemen dan sukses menyabet gelar Rookie of the Year. (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Jorge Martin: Musim Terbaik, Cedera Terburuk

Laju rider asal Spanyol itu diperlambat oleh crash mengerikan dalam latihan bebas di GP Portugal-Portimao. Dia menderita 8 patah tulang, menjalani 3 kali operasi dan 1,5 bulan istirahat paksa adalah kenyataan pahit yang harus dialaminya. Setelah liburan musim panas, pembalap muda Pramac-Ducati itu secara mengesankan kembali ke puncak di Spielberg dengan kemenangan perdananya di Kejuaraan Dunia MotoGP.

“Sejak awal penampilan saya bagus. Saya dapat mengatakan bahwa saya selalu memberikan 100 persen. Kami memulai dengan cara yang sangat bagus sampai cedera parah yang membuat saya sedikit melambat. Tapi saya telah belajar dari kesalahan ini dan meningkat,” ujar Martin.

“Saya pikir itu adalah musim terbaik sekaligus terburuk dalam hidup saya. Memenangkan balap MotoGP adalah pencapaian terbaik saya, tetapi cedera itu juga yang terburuk bagi saya. Jadi perasaanku campur aduk. Tapi saya senang dengan penampilan saya,” rangkum pembalap berusia 23 tahun itu.

“Saya masih mengalami masalah di beberapa bagian di tubuh saya. Sejak GP Assen saya cukup kesulitan, tetapi saya mencoba menghadapi situasi itu. Menghindari rasa sakit dengan obat penghilang rasa sakit, dan melakukan banyak terapi. Ini semakin baik dan lebih baik, jadi saya berharap semuanya akan baik-baik saja untuk tahun depan,” tambah Martin, yang juga akan melepas plat dari operasi yang dilakukan pada bulan April lalu dalam minggu ini.

Akibat dari crash tersebut bukan hanya masalah fisik bagi Juara Dunia Moto3 2018, ketika GP Portimao kedua ditambahkan ke kalender sebagai balapan kedua dari belakang tahun ini. Namun pada akhirnya, Martin meninggalkan bayang-bayang ketertinggalan dengan berhasil start dari posisi 4 dan finis di posisi ke-7 dalam balapan.

“Awalnya saya pikir Portimao akan sangat buruk bagi saya. Secara umum, saya tidak suka trek dan tempat itu karena cedera. Tapi kemudian untuk kembali ke sana, start dari P4 dan berada di P7 untuk seluruh balapan. Tentu saja, pada akhirnya saya sedikit kalah. Tetapi kecepatanku bagus sepanjang balapan, dan sekarang saya merasa lebih siap untuk tahun depan. Saya senang, saya mampu melakukan balapan lain di sana. Dan sekarang, itu trek yang bagus untuk saya,” pungkas Martin dengan tegas.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page