Firasat Joan Mir Tinggalkan Suzuki?

RiderTua.com – Sama seperti Quartararo, Mir masih meragukan performa motornya, sebuah isyarat dan firasat meninggalkan Suzuki jika ada tawaran menarik..  Kontrak Joan Mir akan berakhir setelah musim 2022. Sejauh ini pembalap berusia 24 tahun itu belum memutuskan, apakah dia akan tetap bersama Suzuki. Mir tidak ingin berkutat dengan pertanyaan hipotetis. Pembalap asal Spanyol itu tidak tertarik dengan pertanyaan, apa yang mungkin terjadi padanya jika dia menunggangi Yamaha atau Ducati, bukan motor Suzuki-nya?.. Faktor pembalap lebih penting, tapi performa motor juga sangat penting sekarang. “Kami ingin melihat apa yang terjadi di pasar. Saya percaya Suzuki, tapi saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Jika Suzuki dan saya memiliki tujuan yang sama, maka saya akan tetap bersama mereka,” jawab Mir. Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

Tentang Kontrak, Joan Mir: Tidak Tahu Apa yang Akan Saya Lakukan

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar olahraga harian ‘Marca’, rider asal Spanyol itu mengulas musim ini. “Kami tidak akan pernah tahu. Tapi saya juga tidak tertarik, karena saya belum fokus ke pabrikan lain. Saya ingin meningkatkan motor kami,” ujar rekan setim Alex Rins itu. Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

Meski demikian, Joan Mir tentu tidak melewatkan fakta bahwa Ducati memiliki kekuatan di trek lurus dan mampu mengatasi kelemahan di tikungan. Bedanya dengan Yamaha ada di performa saat kualifikasi. Tetapi dia juga mengatakan, “Tentu saja pembalap lebih penting ketimbang beberapa tahun yang lalu. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa ini masih olahraga di mana kita mengendarai motor. Jadi motor juga sangat penting. Ada tahun-tahun ketika segala sesuatunya bisa berjalan lebih baik dan ada tahun-tahun ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diharapkan.” Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

Bagi saya, musim 2021 adalah tahun di mana tidak semuanya berjalan sesuai rencana. Tanpa kemenangan Mir berada di peringkat 3 di Kejuaraan Dunia. Pemegang gelar dunia 2020 itu tidak puas dengan penampilannya. Tapi dia dengan keras menentang kritikan yang dilontarkan Kevin Schwantz, yang mengatakan bahwa Mir tidak mendapatkan hasil maksimal dari itu. Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

“Saya lebih cepat dengan motor yang sama di setiap balapan ketimbang tahun lalu. Pembalap lain bahkan lebih kuat dan saya tidak bisa melakukan lompatan yang saya harapkan,” tegas Mir.

Itu juga karena masalah internal di Suzuki. Setelah kepergian Davide Brivio, ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada mereka yang bertanggung jawab. Masalahnya tidak terpecahkan.

Kontrak Mir berakhir setelah musim 2022, tetapi apakah akan diperpanjang sebelum musim dimulai? “Kami ingin melihat apa yang terjadi di pasar. Saya percaya Suzuki, tapi saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Jika Suzuki dan saya memiliki tujuan yang sama, maka saya akan tetap bersama mereka,” jawab Mir.

Dalam perebutan gelar, Mir akan menghadapi kekuatan dari para skuat Ducati, Fabio Quartararo serta Marc Marquez. Tapi siapa yang paling Mir ‘takuti’? “Saya tidak bisa menjawab. Fabio menang secara spektakuler pada 2021, dan Marc menang dengan cara yang lebih baik usai cedera. Keduanya akan membuat kami kesulitan. Tapi kami juga menghormati Ducati. Karena mereka adalah pionir dalam hal langkah evolusioner baru,” pungkas Joan Mir.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives