Trik Jitu Pecco: Pantau Marc Lewat ‘Spion’, Late Braking dan Blok Racing Line!

0

RiderTua.com – Bagnaia tidak merasa terintimidasi di Aragon, meskipun Marc Marquez selalu ‘menempel’ di roda belakang bagai bayangan selama 23 lap. Pecco selalu membaca gerak-gerik Marc dari telingannya yang berfungsi sebagai ‘spion’.. “Ketika saya mendengar suara mesinnya mendekat, saya curiga dia akan menyalip. Saya tahu dia siap untuk manuver menyalip yang gila dan tak terduga kapan saja. Tapi saya curiga dia hanya akan menyerang saya di bagian akhir balapan. Karena slipstream banyak membantunya,” kata Pecco.. Late braking dan memblokir racing line sisi dalam adalah cara ampuh meredam manuver overtaking Marquez.. Namun memang tidak mudah menjinakkan raja Aragon, simak perjalanan Bagnaia meredam Marc di balapan rumahnya..

Trik Jitu Pecco: Pantau Marc Lewat ‘Spion’, Late Braking dan Blok Racing Line!

Berikut ini adalah daftar ‘pembalap terhormat’ yang sejauh ini telah memenangkan setidaknya satu balapan MotoGP untuk Ducati. Loris Capirossi, Troy Bayliss, Andrea Iannone, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Danilo Petrucci, Jack Miller dan Jorge Martin adalah 9 rider pendahulu dari Francesco ‘Pecco’ Bagnaia.

“Saya merasa senang. Karena setiap kali saya hampir menang, selalu ada sesuatu yang hilang. Dan untuk memenangkan balapan yang menarik seperti hari ini (Aragon) adalah hal yang tak terlukiskan. Karena Marc selalu kuat di Aragon. Ini adalah trek yang sangat dia sukai dan cocok dengan motornya,” ungkap Pecco.

“Hari ini peluang menang lebih besar dari pada kesempatan lain di tahun sebelumnya dan 2021. Pertarungan sangat intens karena Marquez 7 kali menyerang dan menyalip saya. Tetapi saya selalu mencoba untuk tidak membiarkan dia mengambil satu tikungan pun di tempat pertama. Saya selalu ingin menjadi yang terdepan! Ketika dia menyalip saya di Tikungan 12 di lap terakhir dan melebar. Jelas bagi saya, sekarang saya hanya perlu menguasai 4 tikungan tanpa kesalahan dan memberikan yang maksimal. Ketika saya melewati garis finis, saya diliputi oleh emosi yang luar biasa. Saya sangat senang,” kata Pecco, yang berasal dari VR46 Riders Academy milik Rossi.

Ketika Pecco ditanya bagaimana perasaannya saat ada pembalap superstar seperti Marc Marquez selalu menempelnya selama 23 lap dan pada akhirnya mampu mengalahkannya?.. Bagnaia menjawab, “Rasanya seperti balapan di Moto2. Saya sering unggul dengan ‘+ 0,7 atau +0,8 detik’. Tapi ketika kita selalu lebih cepat 0,1 detik di depan pembalap seperti Marc, itu lebih sulit. Saya tahu dia siap untuk manuver menyalip yang gila dan tak terduga kapan saja. Jadi balapannya tidak mudah. Tapi saya curiga dia hanya akan menyerang saya di bagian akhir balapan. Karena slipstream banyak membantunya, dan selalu lebih mudah ketika kita bisa mengikuti seseorang di depan.”

“Saya hanya mencoba untuk memberikan kecepatan sebaik mungkin. Hari ini sangat panas. Meski begitu, saya sangat menikmati duel itu. Pertarungan berlangsung seru dan bervariasi. Pertarungan membuat rasa kemenangan sedikit lebih manis,” kata pembalap Ducati itu, yang memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen Fabio Quartararo (finis di urutan ke-8) menjadi 53 poin.

Marc Marquez menyerang Pecco di setiap tempat yang memungkinkan. Di tikungan 1, beberapa kali di tikungan 5, tiga kali di tikungan 15 dan kemudian di lap terakhir bahkan di tikungan 12, di mana Bagnaia membuat kesan yang sangat kuat sepanjang balapan.

“Saya selalu mengerem sangat keras di sana. Ketika saya mendengar mesinnya, saya curiga dia akan menyalip. Saya yakin, tidak mungkin baginya untuk mempertahankan motornya di tikungan berikutnya. Tapi saya perkirakan dia akan memulai aksi lain di tikungan 15. Itu sebabnya saya melaju dengan kecepatan maksimum di tiga tikungan berikutnya. Speed saya secepat di lap pertama dengan ban baru. Dan sebelum garis finis semuanya selesai. Karena saya mengerem sangat terlambat (late brake) dan memblokir racing line bagian dalam. Strategi ini bekerja dengan sempurna. Hari yang sulit dipercaya,” pungkas Pecco seperti tak percaya dengan duel ter’epic’ musim ini.

Leave a Reply