MPV Premium Staria Sudah Terjual 70 Unit di Indonesia

0
(Motor1)

RiderTua.com – Sudah beberapa bulan berlalu sejak Hyundai Motor Indonesia (HMI) mengenalkan Staria. Mobil MPV bongsor ini menawarkan berbagai kemewahan dan kecanggihan pada fiturnya. Kini Hyundai Staria sudah terjual sebanyak 70 unit di Tanah Air, dan itu sudah cukup bagus. Terlebih bagi model yang baru melakukan debut perdananya disini.

Baca juga: Hyundai Vision FK, Sportcar Fuel-Cell Hybrid yang Bertenaga

Hyundai Staria Terjual Hingga 70 Unit

Hasil yang didapat Staria memang masih cukup kecil, tapi itu saja sudah cukup bagus bagi Hyundai. Terlebih hasil penjualannya ini didapat dari inden yang diterimanya bahkan sebelum Staria dirilis resmi. Nampaknya konsumen Indonesia sudah tak sabar untuk segera memiliki MPV yang satu ini.

Dari hasil tersebut, ternyata varian Signature 7 yang menjadi varian Staria terlaris di Tanah Air. Varian ini yang mendominasi 70 persen total penjualan Staria, dan ini mungkin sudah di luar dugaan Hyundai. Sebab harganya yang cukup mahal hingga tembus Rp 1 miliar rupanya tak membuat model ini tak laris begitu saja.

(GridOto)

Segmen yang Menjanjikan

Selama beberapa bulan terakhir, segmen mobil premium masih berkembang dengan baik ditengah kondisi pasar yang belum memulih. Inilah kenapa masih banyak model yang terjual di segmen tersebut. Apalagi segmen MPV premium yang ditempati Staria masih cukup menjanjikan bagi Hyundai.

Staria masih membutuhkan waktu lama agar bisa bersaing melawan rival utamanya seperti Toyota Alphard. Model ini sudah hadir di Indonesia sejak lama, jadi tak heran kenapa angka penjualannya selalu menempati posisi teratas. Ada juga Honda Odyssey di kelas tersebut, walau nasibnya kini belum jelas karena disebutkan produksinya akan dihentikan mulai tahun depan.

Kalau Odyssey benar-benar akan ‘disuntik mati’, maka pesaing Staria hanya menyisakan Alphard saja. Hyundai sendiri tak mau mengejar target penjualan, meskipun mereka juga harus berhadapan dengan lawan yang cukup tangguh di kelasnya.

Leave a Reply