Kesempatan Terakhir Vinales di Yamaha?

1

RiderTua.com – Yamaha berharap dengan kepergian Valentino Rossi ke Petronas, Vinales menjadi lebih bebas mengekpresikan dirinya dan lepas dari bayang-bayang ‘Sang Raja’ (perhatian Yamaha penuh buat Vinales). Alih-alih makin moncer, dia justru keteter oleh performa El Diablo yang lebih nyetel gayanya dengan M1. Bisa jadi Yamaha Jepang lebih fokus mensupport pembalap andalan yang punya peluang jurdun, pengembangan M1 di titik beratkan pada gaya balap El Diablo?. Kini Maverick Vinales dilarang membuat kesalahan, masa depannya diujung tanduk. Pasang surut prestasinya harus segera dihentikan, namun melihat performa Fabio, justru rekan setimnya itu yang akan menjadi batu sandungan. Pembalap Spanyol itu kini berada di urutan ke-6 pada klasemen sementara, dia akan segera mulai memikirkan masa depannya. Sudah 5 tahun bersama Yamaha, tetapi gelar Dunia tetap menjadi mimpinya.

Kesempatan Terakhir Vinales di Yamaha?

Bahkan kemenangan di balapan perdana di Qatar, dia peroleh dengan bersusah payah mendekati podium (Zarco 1 detik dibelakang mengejar). Sedemikian rupa sehingga di Catalunya mereka memutuskan, bersama dengan para pemimpin Yamaha, untuk memilih kepala kru baru, Silvano Galbusera. Perubahan besar bagi Vinales, yang menjadi ayah beberapa hari yang lalu dan pindah dari Andorra ke Spanyol. “Saya mencari stabilitas. Saya lebih suka tinggal di rumah dan merasa baik. Ekonomi bukanlah hal terpenting dalam hidup…. Yang penting kedekatan dengan keluarga,” katanya kepada media DAZN.

Kontraknya akan berakhir pada akhir 2022, tetapi pertengahan tahun depan dia harus podium di klasemen (peringkat 1-2-3 dunia).. Dia tahu dia harus banyak ‘semakin di depan’ dalam setiap balapan.. Bukan Fabio yang harus berjuang sendirian melawan trisula Ducati (Miller-Pecco-Zarco).

Jelas Yamaha tidak senang dengan hasilnya, dibandingkan dengan Fabio Quartararo yang selalu di atas, di setiap trek. Sulit untuk menemukan penyebab untuk masalahnya… “Ada hari-hari ketika balapan saya turun dari posisi pertama ke yang ke sepuluh dan saya tidak mengerti apa penyebabnya. Sekarang saya mulai memahami lebih banyak hal karena saya mencermati lebih banyak,” kata Maverick Vinales.

Dia tahu dia memiliki potensi tinggi yang belum dia manfaatkan. Kami juga harus menghadapi pergerakan pasar di paddock MotoGP. Banyak talenta muda yang mencari tempat di kelas utama dan Yamaha M1 saat ini adalah salah satu motor yang paling didambakan dan dicari. Terutama sebagai rookie, mampu mengandalkan kelincahan dalam perubahan arah dan menikung. Saat ini masa depan Vinales menjadi taruhan,

“Saya mempertimbangkan masa depan dengan tenang, sangat tenang. Saya tidak ingin salah lagi. Saya ingin membuat keputusan yang baik, benar-benar mengambil jalan yang paling cocok untuk saya, karena pada akhirnya saya harus banyak beradaptasi selama bertahun-tahun, terutama dalam gaya balap saya”.

Tujuannya tetap satu yaitu memenangkan Gelar Dunia. “Bukan berarti saya tidak punya kesempatan tahun ini, tapi membuat saya frustrasi karena tidak bisa mencapai potensi saya. Ini membuat saya frustrasi karena tidak bisa mengekspresikan diri di trek. Yang jelas saya ingin menang dan itulah mengapa saya berlomba. Ada kalanya saya tidak membuat keputusan terbaik dalam hidup. Beberapa tahun yang lalu saya tidak membuat keputusan yang terbaik, jadi saya tidak ingin membuat kesalahan lagi”.

1 COMMENT

Leave a Reply