GP Le Mans: Target Podium Ducati, Waspada Kekuatan Yamaha

1

RiderTua.com – Paolo Ciabatti targetkan podium untuk Ducati di GP Le Mans, namun mereka juga waspada dengan kekuatan Yamaha… Balapan MotoGP musim 2021 ini Ducati tampil luar biasa. Bahkan pembalapnya Johann Zarco berhasil memecahkan rekor top speed di Qatar. Tak hanya itu, pembalap Pramac Ducati ini juga sempat memimpin Kejuaraan Dunia sebelum GP Portugal. Dan setelah melakoni balapan ke-4 GP Spanyol di Jerez, Pecco Bagnaia kini gantian yang memimpin klasemen. Dengan ini Ducati Corse telah merebut 7 dari 12 kemungkinan tempat podium dalam 4 balapan MotoGP tahun ini. Empat pembalap The Reds berhasil naik podium dan 3 pembalapnya masuk 6 besar di klasemen. Pecco Bagnaia 3 kali naik podium, Zarco 2 kali, Jack Miller sekali dan rookie Jorge Martin juga sekali. Namun, Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti harus meredam euforia itu. Karena mereka masih harus menghadapi kekuatan Yamaha.

Paolo Ciabatti: Target Ducati Naik Podium di Le Mans

Tahun lalu, Ducati meraih kemenangan di sirkuit Bugatti sepanjang 4,185 km itu dengan Danilo Petrucci. Sementara Andrea Dovizioso finis ke-4. Dan usai meraih kemenangan ganda di Jerez dua pekan lalu, Ducati berharap mereka juga cukup kuat untuk bersaing ketat di Le Mans akhir pekan ini.

Paolo Ciabatti mengatakan, “Jujur, kami sangat puas dengan hasil di Jerez. Kami tahu bahwa kemenangan akan lebih sulit jika Quartararo tidak mengalami masalah pada lengannya. Di sisi lain, Jack Miller diganggu oleh cedera ini saat balapan di Qatar, itulah sebabnya dia tidak bisa memainkan strateginya di sana. Dia dua kali hanya finis ke-9 di Qatar. Di Jerez, kita bisa melihat betapa cepatnya Jack ketika dia sehat. Tapi pasang surut seperti itu biasa terjadi dalam balapan, kita harus menerimanya.”

Namun Ciabatti juga menyadari kekuatan Yamaha, dia mengatakan, “Sekarang kita sampai di Le Mans. Yamaha pasti akan kuat di sana. Tapi saya pikir kami memiliki peluang bagus, karena Bagnaia sudah meraih tiga kali podium. Dia adalah pembalap yang sangat konsisten, dia kini sudah sangat dewasa. Dan Jack juga sudah menemukan apa yang hilang darinya. Setelah hasil yang tidak terlalu bagus di tiga balapan pertama, kepercayaan dirinya sedikit menurun. Sekarang secara mental dia kembali kuat. Dengan demikian Ducati bisa aman naik ke podium di Le Mans.”

“Masuk 3 teratas adalah target minimum kami untuk GP Prancis dan Mugello. Di Circuit de Catalunya, cengkeraman semakin parah setiap tahun. Dalam kondisi seperti itu, saat level grip rendah, karena sebelumnya kami sering mengalami masalah seperti itu. Tapi kami yakin bisa menunjukkan musim MotoGP yang layak. Pada saat yang sama, kami tetap teguh, karena kejuaraan masih akan berlangsung lama.”

Waspadai Quartararo

Saat Ciabatti ditanya, apakah dia mewaspadai kekuatan pembalap tuan rumah Fabio Quartararo (pemenang di Qatar-2 dan Portimao) dengan tingkat kebugaran mencapai 100 persen usai menjalani operasi arm pump pada 4 Mei lalu?

Ciabatti menjawab, “Waktu pemulihan tergantung pada jenis operasinya. Dalam kasus Fabio, fasia jelas terpotong cukup dalam. Tapi saya tidak ada di sana, jadi saya tidak ingin memberikan penilaian. Kita akan melihatnya pada akhir pekan nanti. Saya kira dia akan baik-baik saja. Bisa dibayangkan Quartararo dan Zarco akan bertarung di balapan kandang, dengan motivasi ekstra.”

Dengan pemimpin klasemen Pecco Bagnaia, Zarco dan Miller, Ducati kini memiliki tiga pembalap yang masuk 6 besar klasemen. Apakah ini jauh melebihi ekspektasi The Reds musim ini?

“Kami selalu naik podium dalam empat balapan pertama, bahkan tiga kali dengan dua pembalap. Menurut saya, kami tidak pernah berhasil melakukan itu di Kejuaraan Dunia MotoGP sebelumnya. Kami sudah memiliki dua pemimpin kejuaraan dunia yang berbeda di Ducati pada 2021, kami telah membawa empat pembalap berbeda ke podium.”

“Bisa dibayangkan, kami puas. Insinyur kami melakukan pekerjaan yang sangat baik selama musim dingin dan membangun motor yang kompetitif. Motor kami sekarang lebih kuat, di trek di mana kami masih harus mengejar ketinggalan di tahun 2020. Tapi pertarungan Kejuaraan Dunia akan tetap menarik sampai akhir musim,” pungkas pria asal Italia itu.

1 COMMENT

Leave a Reply