Agostini Meminta Rossi Pensiun? Saya Bukan Bapaknya..!

1

RiderTua.com – Giacomo Agostini berujar.. “Saya tak bisa ngomong, Rossi pensiunlah sekarang. Saya bukan bapaknya”… Legenda balap motor Giacomo Agostini saat ini lebih banyak tinggal di Spanyol bersama sang istri Maria yang memang asli dari negeri Matador itu. Saat GP Spanyol pekan lalu, dia menyempatkan diri datang untuk menyaksikan secara langsung jalannya balapan seri ke-4 MotoGP musim 2021 di Circuito de Jerez-Angel Nieto. Media asal Spanyol ‘AS’ mewawancarai mantan pembalap yang kini berusia 78 tahun itu, mengenai Valentino Rossi. Pria yang berjuluk ‘Ago Nazionale’ itu mengatakan, “Saya bukan ayah Valentino Rossi, jadi saya tidak bisa menyarankan dia untuk mundur sekarang. Karena saya sendiri menangis selama tiga hari ketika saya akan memutuskan untuk pensiun kala itu.”… Beda dengan Agostini, begitu Rossi pensiun nanti langsung dihadapkan dengan kesibukan timnya sendiri VR46, jadi tidak ada alasan bagi Rossi untuk ‘menangis’… Ago butuh waktu 5 tahun (1982) setelah pensiun untuk membentuk tim balapnya sendiri, dengan menjadi “tim satelit” Yamaha dengan pembalap Graeme Crosby.. Agostini “putus hubungan” dengan Yamaha 1992 dan bekerjasama dengan Cagiva.

Agostini Meminta Rossi Pensiun? Saya Bukan Bapaknya..!

Giacomo menambahkan, “Saya baru saja makan malam di Italia. Dan kokinya berumur 70 tahun dan dia adalah penggemar saya. Tapi koki tersebut mengaku jatuh cinta dengan Valentino, yang menurut saya bagus karena dia sudah menang banyak. Dan dia berkata kepada saya, ‘Giacomo, mengapa Anda tidak menjelaskan kepada Valentino bahwa sudah waktunya untuk pensiun?'”

“Beberapa orang juga pernah datang kepada saya dengan permintaan yang sama. Tapi itu bukan wewenangku. Aku tidak bisa melakukan itu. Tapi saya sedih, ketika begitu lama saya tidak melihat Valentino menang. Tetapi saya tidak dapat memberinya nasihat apapun dalam hal ini, karena ini sangat pribadi,” imbuhnya.

Pria asal Italia itu melanjutkan, “Saya menghormatinya. Tapi saya tidak ingin bertindak seperti guru atau ayah. Karena Ayah Valentino pernah mengatakan dia harus bertahan selama 3 atau 4 tahun lagi. Dan saya bukan ayahnya, jadi saya tidak mau berkomentar. ”

Selain itu Ago juga belajar dari pengalamannya sendiri, betapa sulitnya menemukan waktu yang tepat untuk pensiun. Itu hal yang paling menyakitkan katanya. Giacomo juga melewatkan waktu terbaik untuk pensiun di tahun-tahun setelah sukses bersama tim MV Agusta dan Yamaha.

Pada tahun 1976 dia memperebutkan Kejuaraan Dunia 500 dengan timnya sendiri. Dia mengendarai Suzuki 500 milik pribadi dan MV Agusta, yang masih mampu memenangkan final Kejuaraan Dunia di Nurburgring. Pada tahun 1977 dia masih berkompetisi di Kejuaraan Dunia 750 dengan Yamaha TZ 750 juga milik pribadi.

Kala itu ada seorang dari media yang mewawancarai Agostini saat balapan di Salzburgring pada bulan Agustus, dan jurnalis itu bertanya apakah Ago akan berhenti pada usia 35 setelah melakoni musim ini? Dia pun menangis.

Kini Agostini sedih melihat The Doctor turun performanya meskipun harus dibuktikan itu masalah teknis atau bukan. “Saya ikut bersedih melihat Vale dalam situasi ini. Karena Valentino adalah seorang ‘aktor utama’ selama bertahun-tahun. Semua orang mengaguminya karena dia membuat semua fans merasa senang,” kata Ago.

Namun Agostini berharap Rossi bisa keluar dari keterpurukan ini. “Selama kita hidup pasti ada harapan, kata mereka. Namun kenyataannya, saat ini tidak terlihat baik untuk Vale,” ujarnya.

Giacomo Agostini juga telah memikirkan fase terakhir karir balapnya selama beberapa minggu terakhir sebelum pensiun. Dia berujar, “Dulu saya banyak memikirkan waktu yang tepat. Itu adalah keputusan yang sulit untuk mengakhiri cinta besar saya. Sejak saya lahir, saya tidak banyak berurusan dengan wanita, mobil atau hal-hal lain, hanya dengan motor. Motor adalah cinta terbesar saya.”

“Saya selalu menang ketika saya memutuskan untuk berhenti. Saya tahu sebuah bab akan segera berakhir yang tidak akan pernah kembali. Sukacita saat meraih kemenangan, kepuasan saat naik podium, cinta dari publik. Semua ini tidak dapat menggantikan aktivitas lain dalam hidup. Saya bisa menjadi presiden Fiat atau semacamnya, yang juga merupakan jabatan penting. Tetapi itu tidak dapat dibandingkan dengan kesuksesan selama bertahun-tahun dalam olahraga di level tertinggi. Karena saya suka menunggangi motor.”

1 COMMENT

Leave a Reply