Pecco Bagnaia: Di Ducati Seperti Berada di Tim Sky VR46

0

RiderTua.com – Pecco Bagnaia berujar bawah berada di Ducati seperti berada di tim nya dulu Sky VR46…tenang. Pecco Bagnaia pemimpin kejuaraan MotoGP setelah podium-2 di Jerez. Pecco menggambarkan Ducati sebagai motor juara dan suasana kekeluargaan di dalamya seperti di timnya dulu, dia juga mengungkapkan cara berlatih dimana gaya balapnya menjadi acuan di Ducati (dipakai Miller)..

Pecco Bagnaia: Di Ducati Seperti Berada di Tim Sky VR46

Memang masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Pecco Bagnaia di MotoGP. Selain bakat alami, bukan kebetulan dia memenangkan Kejuaraan Dunia di kelas menengah (Moto2), keterlibatan Ducati sebelum dia menjadi juara dunia, promosi ke tim pabrikan. Hingga tahun lalu dia sempat bermasalah dengan bagian depan motor Desmosedici, kala itu di tim Pramac Racing, terutama pada suhu yang lebih rendah. Selama liburan musim dingin dia memusatkan perhatiannya pada aspek itu… “Saya sangat senang dengan ini. Saya bekerja keras di Ranc Valentino selama musim dingin untuk memperbaikinya dan itu berhasil. Setidaknya itulah yang terlihat untuk saat ini ”.

Pecco berujar dia tidak memikirkan klasemen kejuaraan MotoGP. Ini akan berbahaya untuk kelanjutan musim ini dan mengingat balapan berikutnya di Le Mans dan Mugello. Di sisi lain, tanpa masalah lengan Fabio Quartararo, pembalap Prancis dari tim Yamaha itu akan tetap memegang kendali dengan mantap. Tapi 2021 memiliki semua syarat untuk menjadi tahun Ducati, untuk kembali berkuasa yang telah hilang sejak 2007. Kemenangan ganda di Jerez memiliki arti khusus, karena kemenangan GP21 di sirkuit di mana cornering speed mengambil peran mendasar di mana tidak dimiliki Ducati. Dan sampai tahun lalu tampaknya menjadi masalah untuk tim merah.

Evolusi GP21 terjadi setelah musim dingin, teknisi Borgo Panigale menghasilkan prototipe tahun 2021 yang merupakan evolusi dari edisi sebelumnya. Mereka mengulik sasis, elektronik, aerodinamika. Rahasia terkini terletak pada manajemen ban dan pembalapnya. Karena gaya balap masih merupakan faktor yang membuat perbedaan. Hasilnya di Jerez, tim Ducati finish satu-dua dengan Miller dan Bagnaia.. “Ada banyak pekerjaan di belakangnya. Sekarang saya bisa memacu langsung setelah keluar dari pit. Saya tidak pernah memiliki perasaan yang baik ini di masa lalu”.

Sebuah kondisi bagaimana keseimbangan di MotoGP bisa berubah dalam waktu singkat. “Tahun lalu saya merasa baik, saya bisa menjadi cepat dan kami mulai dari sana.. Dengan motor ini saya sangat menikmati saat melakukan time attack (di kualifikasi), itu cukup bagus. Saya merasa nyaman dengan tim ini, kami semua tenang… semua tenang, ada udara tenang di garasi yang membantu saya mengekspresikan konsep saya dengan cara terbaik. Saya mencari sesuatu yang lebih baik, ini memberi saya ketenangan pikiran di trek, saya merasa seperti kembali ke tim Sky VR46,” pungkas Pecco Bagnaia..

Leave a Reply