Aleix Espargaro: Kami Bukan Mesin, Kami Manusia..!

0

RiderTua.com – Semakin tahun kecepatan motor MotoGP semakin meningkat saja, bahkan tahun ini hampir 20 detik lebih cepat dari tahun lalu. Pembalap semakin dituntut fisik yang kuat, beberapa pembalap yang punya cedera 10 tahun yang lalu kambuh, seperti dialami Aleix.. Aleix Espargaro berujar.. ” Kami bukan mesin kami manusia…” Pada GP Spanyol di sirkuit Angel Nieto Jerez, Aleix Espargaro berhasil finis ke-6 pada balapan ke-4 musim ini. Dia kalah 5,164 detik, sehingga pembalap berusia 31 tahun itu belum bisa menjangkau podium. Torehannya cukup mengesankan, mengingat rider Aprilia ini menderita cedera arm pump menjelang akhir balapan kemarin. Dia berkata, “Kami berbicara tentang podium, tetapi kami tidak boleh lupa dari mana kami berasal.”..

Aleix Espargaro: Kami Bukan Mesin Kami Manusia

Aleix Espargaro berjuang dengan sindrom kompartemen yang dia derita. Dimana sindrom ini juga dialami pembalap Yamaha Fabio Quartararo. Pembalap asal Spanyol ini mengatakan, “Di lap terakhir ketiak di sebelah kanan saya sakit, saya tidak punya tenaga dan kehilangan performa untuk mengerem.”

Aleix tidak yakin, cedera tersebut terjadi di Circuito de Jerez. “MotoGP semakin cepat dan lebih cepat, dengan downforce yang lebih banyak, lebih banyak aerodinamis, dan lebih banyak tenaga. Kami bukan mesin seperti motor, kami adalah manusia. Balapan itu hampir 20 detik lebih cepat dari tahun lalu, akselerasi motornya luar biasa,” ujar ayah dari si kembar Max dan Mia ini.

“Saya suka latihan, tapi saya tidak tahu apa lagi yang bisa kami lakukan untuk melatih bagian ini. Saya menjalani operasi lebih dari 10 tahun yang lalu. Sekarang mungkin saya harus berkonsultasi dengan Dr. Charte, dan mungkin saya harus kembali menjalani operasi karena otot-otot sudah kencang. Besok atau hari Selasa, saya akan melakukan beberapa pemeriksaan, karena hari ini saya sangat menderita.”

Kakak Pol Espargaro itu tidak ingin melepaskan fakta bahwa, tubuh manusia mencapai limitnya di era MotoGP modern. Aleix menambahkan, “Saya tidak tahu, saya penasaran untuk melihat apakah saya bisa berlatih secara berbeda, mengubah sedikit posisi saya di motor. Saya sudah berada di MotoGP selama 10 tahun dan tidak pernah mengalami masalah ini. Ini baru, jadi kita harus memahaminya dulu. Saya sedikit khawatir sekarang, bukan untuk Le Mans tapi untuk Mugello.”

Ujung tombak Aprilia itu tidak senang-senang amat dengan posisi ke-6 di Gran Premio Red Bull de Espana. Espargaro menekankan, “Kami berbicara tentang podium, tetapi kami tidak boleh lupa dari mana kami berasal. Tahun lalu kami kesulitan mencetak poin. Saya orang pertama yang menginginkan podium lebih dari siapa pun. Tapi konsistensi dan kecepatan yang kami tunjukkan sangat bagus. Kami bertarung dengan juara dunia, kami tidak jauh dari mereka.”

“Hari ini saya memiliki kesempatan yang sangat bagus. Saya berada di belakang Morbidelli, itu seperti kereta api, semua rider memiliki kecepatan yang sama. Saya berada di belakangnya dan siap mencoba memperebutkan podium di akhir balapan. Sayangnya, saya kehilangan banyak waktu dengan Fabio, saya tidak bisa menyalipnya dan dia sangat lambat. Tapi tentu saja ini sebuah balapan dan saya kehilangan banyak waktu.”

“Sayangnya Nakagami menyalip saya, saya memiliki kecepatan yang sama, tetapi saya tidak bisa melewatinya. Saya kehilangan 2 detik dengan Quartararo, itu agak bikin frustrasi. Tapi begitulah balapan, yang tercepat tidak selalu menang. Tapi saya senang bisa bertarung seperti yang kami tunjukkan hari ini. Karena itu balapan yang sangat cepat,” pungkas Aleix Espargaro.

Leave a Reply