Pecco Bagnaia: Saya Siap Fisik dan Mental..!

0

RiderTua.com – Pecco Bagnaia: Saya siap fisik dan mental… Pembalap pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia menetapkan targetnya untuk masuk dalam 5 besar di balapan pembukaan MotoGP di Qatar. Pembalap yang akrab disapa Pecco itu akhirnya bisa kembali berlaga sepenuhnya, setelah mengalami patah tulang kering tahun lalu. Ducati menjadi favorit pemenang di Sirkuit Internasional Losail sepanjang 5.380 km. Dimana sirkuit ini akan menggelar dua balapan pertama MotoGP musim 2021. Pembalap Ducati Jack Miller berhasil mencetak waktu tes pramusim terbaik disana. Menurut sebagian pengamat, Losail adalah sirkuitnya Ducati. Bukan tanpa alasan, karena pada tahun 2018 dan 2019 Andrea Dovizioso berhasil memenangkan balapan pembuka Kejuaraan Dunia 2 tahun berturut-turut disana. Sementara tahun lalu, GP Qatar ditiadakan.

Pecco Bagnaia: Saya Siap Fisik dan Mental

Francesco ‘Pecco’ Bagnaia dipromosikan ke tim pabrikan dari Borgo Panigale bersama Miller. Meskipun pada tahun lalu, pembalap berusia 24 tahun itu hanya sekali naik podium MotoGP. Apakah Pecco siap untuk bertarung di musim baru?

Pembalap asal Italia itu menjawab, “Dalam hal persiapan, secara fisik dan mental saya siap. Saya pasti merasa sangat baik. Saya merasa lebih siap ketimbang tahun lalu. 2020 adalah musim untuk memahami, di mana saya harus bekerja lebih banyak. Tahun ini, bersama dengan pelatih kami, saya sangat fokus. Saya pikir saya melakukan pekerjaan dengan baik.”

Tahun lalu, Pecco mengalami cedera fraktur tibia di GP Brno. Jelas, cedera ini sangat membatasi geraknya dalam berlatih. Pecco berkata, “Kakiku mengalami cedera yang menghabiskan banyak waktu. Sekarang kakiku hampir pulih 100 persen. Saya bisa kembali berlatih di lintasan, dan pada dasarnya dapat melakukan banyak kegiatan olahraga yang tidak lagi mungkin dilakukan tahun lalu setelah bulan Juli”

“Ini adalah keuntungan besar untuk kondisi saya. Saya tidak berada dalam posisi yang baik menjelang akhir musim. Sekarang saya merasa jauh lebih baik, saya dapat berlari tanpa masalah. Ini juga merupakan keuntungan besar pada tingkat mental saat membalap. Tidak terengah-engah, ini berarti otak mendapat suplai oksigen dengan lebih baik. Jika hal ini sudah terjadi maka seseorang memiliki kepala yang jernih.”

Juara dunia Moto2 2018 itu, melihat dirinya hanya pada levelt tertentu dalam peran menjadi pembalap favorit menjelang GP Qatar. “Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya salah satu pembalap yang harus dikalahkan. Karena jika kita melihat balapan tahun lalu, saya tidak dapat menghitung diri saya di antara mereka. Tapi kecepatan saya selama tes sangat luar biasa. Kami sangat cepat dalam simulasi balapan yang kami lakukan. Jadi, menurut saya, kami bisa berada dalam kompetisi dan berjuang untuk masuk 5 besar.”

Leave a Reply