Danilo Petrucci: Traksi Motor KTM Sangat Kuat!

0

RiderTua.com – Tidak seperti Pol Espargaro yang tersenyum sumringah. Danilo Petrucci mendapat sedikit kesulitan saat beradaptasi, namun dia senang dengan motor barunya. Dan kelebihan motor KTM adalah traksinya yang kuat….. Danilo Petrucci sudah mengetahui beberapa kekuatan KTM RC16 pada tes pertama di Doha-Qatar. Tapi pembalap asal Italia itu masih mencari set-up dasar pada motornya. Dia hanya berhasil menempati posisi ke-23 dari 29 pembalap, apakah tubuhnya yang bongsor berpengaruh dan perlu setingan khusus? atau karena kondisi lintasan kurang ideal, apalagi di awal-awal ada angin kencang?

Danilo Petrucci: Saya Senang dengan Motornya

Tentu saja Danilo Petrucci punya komentar berbeda tentang debutnya di KTM RC16. Pasalnya, setelah melahap 60 lap di Sirkuit Losail di Doha, dia hanya berhasil menempati posisi ke-23 dari 29 pembalap. Dengan rookie Luca Marini, hanya ada 1 pembalap reguler yang lebih lambat dari pembalap berusia 30 tahun dari Tim balap KTM Tech3 milik Herve Poncharal itu.

“Hari ini semuanya tentang merasakan motor. Ini hari yang sibuk dan intens, dan saya yakin saya senang dengan perasaan yang saya miliki untuk motornya. Kondisi lintasan hari ini kurang ideal, apalagi di awal-awal ada angin kencang. Tentu, kami masih jauh tertinggal dalam hal waktu. Tapi saya mengendarai motor baru dan Losail adalah trek yang sulit.”

“Kami masih harus mencari set-up yang sesuai dengan tinggi badan saya. Karena saya lebih tinggi dan lebih berat daripada rekan KTM lain. Kami masih mencari pengaturan dasar dan telah mencoba banyak hal. Beberapa berhasil, beberapa tidak. Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi pertama, saya senang akhirnya bisa naik KTM untuk pertama kalinya. Saya antusias dengan motor ini dan penyaluran tenaganya. Tapi kami masih jauh dari pengaturan yang bisa digunakan. Bagaimanapun, kami telah meningkatkan sedikit performa hari ini.”

Danilo Petrucci telah mengidentifikasi beberapa kekuatan KTM RC16. Dia menjelaskan, “Saya bisa mengerem dengan sangat kuat dan terlambat (late braking) dengan motor ini. Yang paling saya inginkan dan masih terlewatkan adalah kecepatan menikung (cornering speed). Saya memiliki traksi terlalu banyak untuk itu! Ini sangat bagus karena saya dapat membuka gas penuh dan motor akan tetap berada di aspal”

“Karena traksi yang sangat besar, akibatnya membantu roda depan lebih stabil, jadi saya sering terbawa terlalu jauh dari tikungan. Saya senang menemukan motor yang andal. Tapi kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi kita hanya memiliki satu hari di belakang kita dan 4 hari lagi untuk tes.”

Saat petrux ditanya, apakah dia harus mengubah gaya membalapnya untuk KTM? Atau bisakah dia bertindak agresif seperti dulu di Ducati?

“Saya bisa mengendarai KTM dengan sangat agresif, karena roda depan sangat stabil saat melakukan pengereman keras. Ini berarti saya bisa mengerem dengan sangat terlambat. Tapi saya masih harus menemukan keseimbangan yang ideal. Karena KTM memungkinkan sangat terlambat (late braking), pengereman kuat (hard braking). Tetapi kemudian saya mendapat masalah hari ini, ketika saya melepaskan rem dan saat akan berbelok,” pungkas pembalap asal Italia itu.

Leave a Reply