Gentle! Akui Terlalu Agresif Joan Mir Minta Maaf pada Bagnaia

Gentle! Akui Terlalu Agresif Joan Mir Minta Maaf pada Bagnaia
Gentle! Akui Terlalu Agresif Joan Mir Minta Maaf pada Bagnaia

RiderTua.com – Gentle, akui terlalu agresif Joan Mir minta maaf pada Bagnaia.. Joan Mir berujar, “Saya harus minta maaf pada Pecco Bagnaia, saya terlalu agresif,” katanya. Meskipun menurutnya itu bukan manuver kotor, tapi juga bukan gerakan yang terbaik bagi seorang pembalap (terlalu agresif).. Akibat tabrakan dengan Mir, Bagnaia alami cedera bahu dan harus berhenti… Hal ini setelah terjadi insiden di tikungan ke-3. Mir yang memulai balapan dari posisi ketiga dari belakang di kualifikasi, akhirnya mengalami malapetaka dalam balapan. Final race MotoGP di Portimao adalah balapan yang buruk bagi juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir dari tim Suzuki Ecstar. Jarang ada pembalap agresif yang langsung mengaku salah..!

Gentle! Akui Terlalu Agresif Joan Mir Minta Maaf pada Bagnaia

Juara dunia Joan Mir, secara mengejutkan memenangkan gelar kejuaraan MotoGP tahun ini, hanya dengan satu kemenangan. Dia merasa senang karena gelar itu diraih pada balapan terakhir di Valencia. Sebab di Autodromo Internacional do Algarve-Portimao, pembalap berusia 23 tahun itu tidak tampil bagus.

Gentle! Akui Terlalu Agresif Joan Mir Minta Maaf pada Bagnaia

Pakar dari kejuaraan dunia Superbike, Jonathan Rea berasumsi bahwa Suzuki mudah digunakan untuk trek naik-turun seperti di Portimao. Dimana lintasan ini menuntut para pembalap yang secara teknis sangat baik, seperti Mir dan rekan setimnya Alex Rins.

Tapi kemudian juara dunia itu start dari posisi ke-20 (ketiga dari belakang), sementara Rins dari tempat ke-15. Mir kemudian mengeluhkan masalah perangkat elektronik pada GSX-RR miliknya. Mereka memaksanya untuk menyerah dalam balapan, tetapi penyebabnya berbeda.

Joan Mir: Triple Crown Menunggu di GP Portugal
Gentle! Akui Terlalu Agresif Joan Mir Minta Maaf pada Bagnaia

Di lap pertama Mir naik ke posisi 11, di lap kedua dia menyalip Johann Zarco. Dia kesulitan melahap tikungan dan turun kembali ke posisi 19. Naasnya, dia kemudian bertabrakan dengan Pecco Bagnaia. Pembalap Italia itu mengalami cedera bahu kanan dan harus terhenti. Sang juara tertahan di urutan ke-16 hingga lap ke-14, kemudian hal itu menjadi terlalu berbahaya baginya.

MotoGP

Masalah Elektronik

“Hari yang tidak menguntungkan. Dua lap pertama saya merasa sangat baik, saya tidak tahu bagaimana saya bisa menyalip dengan mudah. Itu pasti karena adrenalinnya. Kemudian perangkat elektronik mogok, entah karena insiden dengan Zarco atau Bagnaia. Saya harus minta maaf kepada Pecco, saya terlalu agresif. “

“Kadang-kadang saya mengkritik jenis manuver ini, itu tidak kotor, tapi bukan yang terbaik, maaf. Pada akhirnya saya menyerah karena kontrol traksi hanya bekerja di beberapa tempat yang sangat berbahaya. Saya mengalami beberapa momen yang mencekam, ban belakang semakin rusak. Sungguh disayangkan saya harus mengakhiri musim seperti ini.”

Alex Rins juga hanya finis di urutan ke-15, itulah sebabnya Suzuki dijegal oleh Ducati dan Yamaha di balapan terakhir Kejuaraan Konstruktor, dan turun dari posisi 1 ke peringkat 3.

Be the first to comment

Leave a Reply