Valentino Rossi adalah Arsitek Kebangkitan Yamaha

Valentino Rossi harus mengatasi sisi "politik" ini, menekan Yamaha dalam membuat perubahan setingan untuk MotoGP Andalusia.

Valentino Rossi - Jeremy Burgess

RiderTua.com – Valentino Rossi adalah arsitek kebangkitan Yamaha pada tahun 2004, berjaya dengan 4 gelar dunia di MotoGP (2004, 2005, 2008, dan 2009), bersama di sakunya ada 56 kemenangan balapan dan 142 podium (dari total 199 podium). Regulasi dan teknologi berubah, namun tidak semuanya sejalan dengan apa yang diharapkan Valentino Rossi. Ketika Valentino meminta setingan motor yang berbeda untuk mengatasi degradasi berlebihan pada ban belakang Michelin. Yamaha mengatakan kepadanya, “Vinales dan Quartararo lebih cepat, belajarlah dari mereka!”.. Rossi sedikit tersinggung, namun tetap berusaha mencari solusi. Dan bersikukuh dengan menekan Yamaha untuk memberinya setingan berbeda. Dan hasilnya bisa dilihat di seri terakhir..

Valentino Rossi adalah arsitek kebangkitan Yamaha

Valentino Rossi harus mengatasi sisi “politik” ini, menekan Yamaha dalam membuat perubahan setingan untuk MotoGP Andalusia. Apa yang dia minta adalah semacam kembali ke masa lalu, terlepas dari kenyataan bahwa motor yang dia kendarai hari ini dan bannya berbeda.

Apa yang diminta Rossi adalah: Poros swingarm dimodifikasi dengan poros yang tetap pada titik terendahnya, solusi ini bertujuan menemukan lebih banyak cengkeraman. Pekerjaan, yang juga melibatkan suspensi dan elektronik, didefinisikan sebagai radikal, oleh bos Yamaha Racing Lin Jarvis. Namun hasil akhirnya? Rossi kembali ke podium MotoGP setelah sekian lama (17 balapan). Sekali lagi Rossi masih pantas menyandang arsitek perancang ‘motor perang’ Yamaha di MotoGP..

“Saya membutuhkan hal yang berbeda dari pembalap Yamaha lainnya. Saya juga lebih tinggi dan lebih berat (181 centimeter dibandingkan 171 untuk Vinales). Aku mencoba beradaptasi dengan gaya balap baru, tetapi saya juga membutuhkan motor yang pas untuk saya,” kata Valentino.

Paket Yamaha 2018 tidak Cocok buat Rossi

Valentino Rossi mengatakan, Yamaha bermasalah dengan degradasi ban belakang, sementara pabrikan lain tidak. Pada akhir 2018, mereka mengubah settingan motor agar lebih beradaptasi dengan ban. Pada awalnya kelihatannya bekerja lebih baik, tetapi kemudian kami mulai memiliki banyak masalah. Saya tidak bisa mengendarainya dengan baik, sementara motor bekerja dengan baik untuk pembalap Yamaha lainnya.

Reaksi Yamaha Ketika Rossi Minta Setingan Beda?

Ketika Rossi mengatakan dia butuh hal berbeda dari Vinales Yamaha mengatakan sebaliknya. “Anda perlu belajar dari Vinales dan Quartararo,” kata mereka kepada saya. Memang Rossi bisa mengerti karena faktanya mereka lebih cepat. “Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan Yamaha dan merek Yamaha ada di hati saya. Tetapi sedikit banyak, itu bukan hal yang cerdas untuk dikatakan karena saya balapan bersama mereka tahun ini dan juga berikutnya di Petronas”.

Valentino-Rossi-MotoGP-Jerez- David Munoz

Sebenarnya kita kasihan dengan Rossi, dimana yang membuat kesalahan perhitungan adalah Yamaha, namun dia malah di suruh belajar ke Vinales dan Quartararo. Seperti Valencia, Motegi, dan Aragon dan juga seri pertama di Jerez tahun 2020. Terlalu buruk bagi Rossi tapi pembalap Yamaha lain (Fabio dan Vinales) tidak masalah.. Orang luar menyalahkan Valentino, bahkan menyuruhnya pensiun. Alih-alih Yamaha mendengar permintaan Rossi, mereka justru memintanya belajar dari Vina dan Fabio.

Rossi bahkan sempat berkata. “Saya mungkin sudah tua, tetapi saya berkata pada diri sendiri… Tidak seperti ini. Itu sangat membuat frustrasi. Saya kembali ke garasi, menatap mata mekanik saya, dan … kami tidak punya kata-kata”.

Asal semua idenya didengarkan… Mungkin hasil balapan Rossi ‘cantik‘ lagi. Yamaha tidak akan berpaling ke Vinales dan Fabio yang lebih muda..

1 Comment

Leave a Reply