Marquez Memang Luar Biasa Tapi Kini ‘Masa’-nya Bisa Berakhir!

Lin Jarvis tampaknya merasa di atas angin tahun ini. Karena Quartararo dan Vinales, line up tim pabrikan mulai tahun depan, saat ini berada di puncak klasemen kejuaraan dunia MotoGP.

Lin Jarvis Marc Marquez

RiderTua.com – MotoGP 2020 dimulai dengan dua kemenangan berturut-turut Quartararo (Yamaha) di Jerez. Namun di kedua seri tidak dihadiri oleh sang dominator musim terakhir, Marc Marquez. Setelah masa-masa dominasi yang tak terkalahkan, kali ini pembalap Honda mengalami perjuangan berat. Dan banyak pengamat bertanya-tanya apakah kekuasaannya akan segera berakhir?… Seperti yang ditegaskan oleh petinggi Yamaha bahwa Marquez memang luar biasa tapi kini ‘masa’-nya bisa berakhir… Tim Yamaha merasa di atas angin dengan memiliki ‘anti Marquez’ dan pembalap kuat. Berbeda dengan Honda yang hanya punya Marquez seorang…

Marquez Memang Luar Biasa Tapi Kini ‘Masa’-nya Bisa Berakhir!

Lin Jarvis- Valentino Rossi - Motogp 2021

Managing director Yamaha Lin Jarvis mencoba menjawab pertanyaan tersebut, dalam sebuah acara podcast yang diadakan oleh saluran resmi motogp.com. “Marquez adalah satu-satunya [pembalap] yang mampu mengendarai Honda dan mendapatkan yang terbaik dari performa Honda. Dia memiliki banyak bakat, dalam kondisi sangat baik dan sangat termotivasi. Saat ini, dia memiliki prospek masa depan baik, dia sekarang dalam kondisi yang luar biasa. Tetapi semuanya bisa berakhir. Dan misi kami adalah agar para pembalap kami finish di depannya “.

Yamaha Merasa di Atas Angin

“Tujuan kami adalah agar pembalap kami finis di depan Marquez. Saya lebih suka memiliki dua pembalap top di tim, lebih sulit untuk mengelola tetapi juga membangkitkan semangat kami” ~ Lin Jarviz Yamaha Factory Racing.

Berbicara tentang pembalap, Lin Jarvis tampaknya merasa di atas angin tahun ini. Karena Quartararo dan Vinales, line up tim pabrikan mulai tahun depan, saat ini berada di puncak klasemen kejuaraan dunia MotoGP.
“Dalam olahraga ini ada ego besar dan ada kalanya Anda harus mengelola pembalap. Ini cukup sulit, tapi saya selalu ingin memiliki dua pembalap top dalam tim, bukan angka 1 dan angka 2, ini lebih menstimulasi. Saya pikir tim tahun ini berjalan baik dan tahun depan juga, kita akan memiliki dua pembalap muda dari level tertinggi.”

4 Comments

  1. Berbicara ketika memiliki Dua pembalap muda dan mereka sedang tidak patah tulang itu ringan dan wenak banget…hehehe

Leave a Reply