Masalah Start Sudah Kelar, Tapi Kenapa Vinales Kalah dari Quartararo?

Sebagai pengingat: Vinales dan Rossi adalah dua pembalap yang bertaruh dengan ban depan lunak (soft) di MotoGP Spanyol. Rencana pembalap Spanyol tampaknya bekerja selama delapan lap saja

Yamaha Maverick Vinales Jerez 2020

RiderTua.com – Musim dingin tahun lalu pembalap MotoGP Yamaha Maverick Vinales berujar kunci kemenangan tahun ini adalah harus menang di lap pertama atau melakukan start yang bagus. Itulah kenapa Yamaha membekali motor M1 2020 dengan perangkat holeshot. Motor bisa ambles dan melesat dengan cepat menuju tikungan pertama dan lap 1 berada di depan. Memang terbukti hal itu berlaku, namun menang di lap pertama saja bukan jaminan menang dalam lomba.. Jika pembalap saingannya kemarin tidak terkendala masalahn non teknis, Vinales tak akan mudah menapaki podium Jerez. Sebut saja Marquez, Dovi dan Miller… Masalah start sudah kelar, tapi kenapa Vinales kalah dari Quartararo?

Masalah Start Sudah Kelar, Tapi Kenapa Vinales Kalah dari Quartararo?

Maverick Vinales telah berbicara berulang-ulang dalam beberapa bulan terakhir tentang pekerjaan rumah yang paling penting baginya dan Yamaha untuk musim 2020: untuk memperbaiki fase start ( Lap1). Karena terlalu sering kalah di lap-1 saat start di tahun sebelumnya.

Podium MotoGP-Jerez-2020-fabio quartararo- Maverick Vinales- andrea Dovizioso

Masalah start tampaknya benar-benar dibabat: ” Sudah berhasil saat melakukan start, saya memulai dengan start yang baik. Ketika saya melihat bahwa saya adalah yang pertama, saya berkata pada diri saya sendiri: ‘Sekarang sudah berhasil!’ Saya memasukkan ritme yang baik tepat di awal dan mengendarai waktu tercepat saya di lap pertama, yang menarik”.

“Aku bisa memberikan yang maksimal di awal balapan, itu sangat penting bagi kami. Saya ingin menutup celah, tetapi saya membuat beberapa kesalahan besar: Di lap pertama, saya hampir terbang (highside) di tikungan-8. Kemudian di lap ketujuh atau kedelapan di tikungan 6 saya hampir tergelincir karena roda depan. Saya tahu saat itu bahwa saya dalam kesulitan. Ban depan saya sudah habis, sangat disayangkan karena saya merasa sangat baik dengan motornya. Tapi itulah balapan, yang penting adalah bisa finish dengan posisi kedua dan 20 poin, yang sangat bagus untuk kejuaraan. Sekarang kita memiliki balapan kedua di Jerez, di mana kita bisa berkembang,” katanya dengan semangat.

Salah Pilih Ban

Salah satu penyebabnya adalah salah strategi ban. Bintang Yamaha Maverick Vinales mengawali balapan dengan cemerlang atas fakta bahwa ban depan lunak adalah pilihan yang salah untuk MotoGP di Jerez. “Kami sangat mengerti,” katanya.

Sebagai pengingat: Vinales dan Rossi adalah dua pembalap yang bertaruh dengan ban depan lunak (soft) di MotoGP Spanyol. Rencana pembalap Spanyol tampaknya bekerja selama delapan lap saja, tetapi kemudian dia harus membiarkan Quartararo mengambil piala pertama.

“Kami memahami banyak hal dalam lomba, terutama yang berkaitan dengan elektronik dan pengaturannya. Kami pasti akan mengambil langkah untuk balapan berikutnya, itu pasti, ” Apakah ini ancaman bagi Quartararo? .. Sementara minggu depan Marquez absen, yang menang tidak boleh bangga ya…

2 Comments

  1. Nunggu race selanjutanya…
    Vina sama quartararo sama sama pake seting ban sama….mana yang juara

Leave a Reply