Ban Michelin Tidak Pernah Cocok dengan Valentino Rossi

Tentu saja, settingan M1 dapat membantunya. Tapi dia juga harus merubah dari sisi lain. Kita akan ingat, misalnya, upaya Rossi untuk membuat perubahan di musim MotoGP 2019 lalu.

Valentino Rossi Bridgestone vs Michelin

RiderTua.com – Valentino Rossi tidak pernah menemukan perasaan yang tepat dengan ban MotoGP sejak 2016, tahun dimana masuknya ban Michelin buatan Prancis ke MotoGP. Di Jerez muncul kembali masalah klasik itu. Ban Michelin tidak pernah cocok dengan Valentino Rossi… Ban Bridgestone yang ekstra hard sangat disukai Valentino, sementara Michelin cukup empuk.. Merubah gaya balap? mungkin jangan tanyakan itu, sudah puluhan kali Rossi mengubah segala macam riding style.. Kenapa hal ini tidak terjadi dengan pembalap lain?

Ban Michelin Tidak Pernah Cocok dengan Valentino Rossi

Valentino Rossi tidak sepenuhnya salah. Dengan Bridgestones dia mampu mengekspresikan dirinya dalam kondisi terbaiknya dan dia harus membayar mahal setelah pemasok ban tunggal beralih ke Michelin. Tahun 2015, musim terakhir ban Bridgestone dari Jepang, ketika Rossi menjadi runner-up hampir meraih gelar dunia. Dia selangkah lagi dari gelar kesepuluhnya di kejuaraan dunia. Tetapi peristiwa Sepang dan penalti di balapan terakhir di Valencia mematahkan impian itu.

Dan mulai tahun 2016 hingga sekarang, Valentino hanya mengumpulkan tiga kemenangan, yang terakhir di Assen 2017. Kedatangan Michelin menandai garis pemisah yang jelas bagi Valentino dalam hal penampilan dan hasil kompetisinya.

extra-hard-bridgestone-battlax-motogp-rear-slick Yamaha motogp
Ekstra Hard

Memang benar bahwa peraturan ban ini berlaku untuk semua pembalap. Aturan berubah untuk semua rider dan Valentino Rossi tampaknya menjadi satu-satunya yang masih menderita tentang masalah serius dengan pemasok ban Prancis ini. Tingginya 182 cm dan berat sekitar 69 kg tidak membantu. Tidak ada pembalap Yamaha yang mengeluhkan masalah sliding di bagian belakang, sebaliknya. Fabio Quartararo (tinggi 177 cm) bahkan mencatat rekor sirkuit Jerez di kualifikasi.

Pembalap generasi baru tampaknya beradaptasi lebih baik, karena tidak pernah merasakan ritme sangat lama dengan ban Bridgestone. Tetapi ada juga yang beradaptasi tanpa masalah berlebihan, seperti Marc Marquez dan Andrea Dovizioso, beberapa pembalap yang sudah merasakan Bridgestone. Namun tetap Valentino Rossi yang paling lama selaras dengan Bridgestone mulai 2008.

Valentino Rossi merubah gaya balap
Valentino Rossi merubah gaya balap

Masalah Gaya Balap?

David Munoz, kepala mekanik Valentino Rossi, dengan segera menolak hipotesis bahwa gaya balap Valentino Rossi adalah masalah yang sebenarnya. Pembalap Italia itu mengakui masalah memang ada pada dirinya, melihat pembalap lain tak berpengaruh. “Piero Taramasso benar pada satu titik, masalahnya adalah pada diriku dan bukan dari Michelin. Saya setuju dengannya bahwa kita harus menemukan solusi”.

Beberapa saat sebelumnya, manajer tim Yamaha, Maio Meregalli, yang selalu membela Rossi, telah mengisyaratkan bahwa masalah grip belakangnya hanya dapat diselesaikan dengan mengubah sesuatu dalam gaya balapnya. Tentu saja, settingan M1 dapat membantunya. Tapi dia juga harus merubah dari sisi lain. Kita akan ingat, misalnya, upaya Rossi untuk membuat perubahan di musim MotoGP 2019 lalu.

Di akhir pekan pertama ini di garasi Valentino Rossi sudah bekerja keras dalam menyeimbangkan pendistribusian berat. Tetapi suhu ekstrem di sore hari membuat segala upaya sia-sia. Di pagi hari, di FP3, Rossi mencatatkan waktu 1:37.100, di sore hari menururn di 1:37.700. Sebaliknya, Maverick Vinales bahkan berhasil meningkatkan waktunya dari FP3 ke Q2.

Data Telemetri

Staf telemetri Valentino membandingkan data telemetri. Pada hari Jumat masalah Rossi sangat berbeda dengan masalah Vinales, tetapi hari Sabtu, masalah mereka serupa. Mereka kuat di mana-mana, tetapi di mana Maverick membuat perbedaan? adalah di sektor pengereman, Maverick lebih baik daripada Rossi.

Be the first to comment

Leave a Reply