Alberto Vergani: Marquez adalah Gabungan Antara Stoner dan Rossi

Stoner mengatakan tentang tekanan yang dialami para pembalap. "Ini yang aku tidak tahan," kata Stoner.

RiderTua.com – Bos Helm Nolan dan X-Lite, Alberto Vergani, berbicara banyak tentang mantan pembalap MotoGP Casey Stoner. Vergani mengatakan pertemuan mereka berkat Alberto Puig yang mengorganisir Movistar Cup dan Spanish monarch trophy untuk talenta muda. Alberto Vergani sebut Marquez adalah gabungan antara Stoner dan Rossi

Alberto Vergani: Marquez adalah Gabungan Antara Stoner dan Rossi

Vergani sebut Stoner sebagai hipster (orang yang tertarik dengan produk budaya yang tidak ‘mainstream’ seperti baju, musik Indie, film Indie atau apapun asal tidak pasaran). Walau diakui Stoner punya bakat sensasional, namun secara fisik dia bukan yang terkuat, mungkin karena kegugupannya.

Saat dia di Ducati selalu bisa melaju lebih cepat dari yang lain. Pernah ketika dia tiba di Ducati, Capirossi, yang merupakan rekan satu timnya, mengikutinya di trek untuk melihat bagaimana dia bisa melaju begitu cepat. Menurut Vergani, ini karena balapan yang dia lakukan sejak kecil dengan dirt track (motocross) di Australia.

Marc adalah Campuran antara Stoner dan Rossi

Karena gaya balapnya yang unik ini, Stoner diibaratkan selalu berada di atas seutas tali saat membalap. “Tapi dengan cara yang berbeda dengan Marquez. Stoner selalu memiliki lebih banyak bakat, Marc adalah campuran antara kemampuan Stoner untuk melakukan hal-hal luar biasa dan karakter cerdas dan cerdik dari Valentino Rossi,” kata bos helm Nolan itu.

Tidak Tahan Tekanan Sebagai Pembalap MotoGP

 Vergani mengetahui bahwa Stoner sangat dibutuhkan setiap tim, bahkan saat dia pensiun. Casey Stoner menjelaskan bahwa dia tidak seperti yang lain. Menurut salah satu mantan pembalap, Honda menawarinya banyak uang untuk memperbarui kontraknya. Mencoba meyakinkan dia untuk menerimanya, Stoner mengatakan dia tidak butuh uang itu, dia hanya ingin pergi. Akhirnya, Vergani ingat bahwa terakhir kali mereka bertemu adalah pada seri Mugello 2018, di mana Stoner mengatakan tekanan yang dialami para pembalap. “Ini yang aku tidak tahan,” kata Stoner..

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. Yamaha Akan Menerapkan Eksternal Flywheel Seperti Honda dan Ducati, Apa Kelebihannya?
  2. Kenapa Fans Valentino Rossi Tetap Setia Meskipun Dia Tidak Menang Lagi?
  3. Ketika Livery Suzuki Motocross Nempel di Suzuki GSX-RR MotoGP, Bagaimana Menurutmu?
  4. Hiroshi Ito dan Kazuhisa Takano, 2 Karakter Kunci Kembalikan Kejayaan Yamaha di MotoGP
  5. Andrea Pellegrini: Kenapa Teknik Braking Rossi Berubah Pakai 2 Jari?
  6. 5 Pembalap Ini Akan ‘Kehilangan’ Kursinya Jika Tampil Buruk di MotoGP 2020
  7. MotoGP 2020: Valentino Rossi Mencoba Pendekatan Baru dengan ‘Metode Vinales’

Be the first to comment

Leave a Reply