Categories: MotoGP

Santi, Mekanik Kepercayaan Marquez: Tidak Suka Motor dan Pernah Jadi Mekanik Rossi !

santi-hernández-crew-chief Marc Maruqez

RiderTua.com – MotoGP. Jika ada yang bertanya siapa pria dibalik apiknya paket performa mesin Marc Marquez dialah Santi Hernandez. Orang kepercayaan Marquez, yang telah menemaninya selama 9 musim mulai dari kelas 125cc. Siapa Santi Hernandez ? … Santi, Mekanik Kepercayaan Marquez: Tidak Suka Motor dan Pernah Jadi Mekanik Rossi !

Santi, Mekanik Kepercayaan Marquez: Tidak Suka Motor dan Pernah Jadi Mekanik Rossi !

Hernandez yang menjabat sebagai kepala mekanik Marc berasal dari keluarga yang menggeluti dunia permesinan, ayahnya seorang mekanik dan kakaknya pembalap, Hernández mereka tumbuh di antara bensin dan roda. “Saya berusia empat tahun ketika ayah saya memberi saya motor pertama saya.” Namun, tidak seperti pembalap, Santi menyatakan saat itu, motor itu bukan kesukaannya. “Aku tidak pernah ingin mengendarai sepeda motor. Saya suka bermain sepakbola dengan teman-teman saya”.

 Namun, setelah mendengarkan percakapan panjang tentang sepeda motor antara ayah dan kakaknya, dia memutuskan untuk memasuki karir mekanik dan bekerja di toko Martorelles ayahnya, tepat di sebelah markas pabrik suspensi Showa di Eropa. Dari sana dia bertemu dengan Juan Martínez, yang bekerja di Showa merk suspensi Jepang. Suatu hari ketika sedang ngobrol, dia mengatakan bahwa mereka sedang membutuhkan staf teknis.

 Dan mulailah petualangan Santi Hernandez di dunia kecepatan pada usia 20 tahun di tangan membantu Juan Martínez dan Antonio Jiménez. Selama bertahun-tahun, Santi belajar tentang shock, peredam kejut, dan ban. Dia mengembangkan kemampuannya di tim Max Biaggi dan Alex Barros. Namun, pada tahun 1998, Hernández mulai bekerja secara mandiri di tim HRC bersama Alex Criville. Kedatangan yang membawa keberuntungan bagi merek karena, pada tahun yang sama, HRC memenangkan Kejuaraan Dunia dengan pembalap Mick Doohan.

Pernah Jadi Mekanik Rossi

 Selama bertahun-tahun, Santi Hernandez bekerja dengan Sete Gibernau, Valentino Rossi, Marco Melandri dan Colin Edwards. Dia akhirnya menjadi kepala mekanik berkat referensi dari Alberto Puig ( saat ini bos Repsol Honda). Alberto saat itu ingin memulai garap tim di kelas 125cc dengan rider Bradley Smith. Dia menawari Santi Hernandez pekerjaan sebagai kepala mekanik. Pada saat itu, Santi mengatakan merasa tidak siap, dan mengatakan pengetahuan dia terbatas dan minta penangguhan. Tetapi Puig meyakinkan Santi dengan mengatakan mereka tidak pasang target juara dunia dan semua tim masih dalam tahap belajar. Bujukan Puig berhasil dan akhirnya santi menerima pekerjaan itu.

 Pada tahun 2010, Santi Hernandez menerima tawaran yang sangat menggoda dari manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora. Dia sedang berusaha mengorbitkan Marc ke kelas Moto2 dengan incar gelar dunia dulu di kelas 125cc. Emilio meminta Santi menjadi kepala mekanik Marc. Itu adalah kesempatan besar bagi nya. Dia tidak mengenal Marc, tetapi bakatnya sudah terlihat jelas.

Kolaborasi Santi dan Marc bertahan cukup lama hingga sekarang. Bersama-sama mereka memenangkan gelar Moto2 pada tahun 2011, sebagai persyaratan yang sangat diperlukan Marquez untuk naik ke kelas MotoGP. Saat gabung dengan Repsol Honda MotoGP Marc ingin semua tim teknisnya ikut dengannya, tetapi Honda tidak mau. Hanya Carlos Liñan dan Santi Hernandez boleh ikut.

 Namun, berkat gelar dunia pertama Márquez di tahun pertamanya di MotoGP 2013 membuatnya boleh membawa semua tim teknisnya dulu ikut dengannya. Hasilnya tahun kedua di 2014 Marc Juara dunia lagi. Kejuaraan 2014 merupakan kenangan yang benar-benar indah bagi Santi Hernandez. Awalnya orang-orang meragukan mereka, karena kurangnya pengalaman, tetapi Santi dan timnya menunjukkan kepada mereka apa yang mampu dilakukan. Tahun2014, benar-benar menciptakan sesuatu yang luar biasa bagi Marquez.

Trending Artikel Minggu Ini ( Top5):

  1. Jorge Lorenzo Girang dan Sangat Cocok di KTM, Berikut Alasannya !
  2. Dovizioso Merasa Aneh dengan Marquez yang Tidak Terpengaruh dengan Perubahan Ban Michelin!
  3. Dulu Rossi Menunggu Lawan di Dua Lap Terakhir, Sengaja Ajak Duel Demi Tontonan Greget !
  4. Romano Fenati Kini Menjadi Anak Didik Musuh Bebuyutan Rossi !
  5. Jangan Silap Mata, Bahaya Mengintai Gelar Dunia Marc Marquez di GP Thailand, Apa Itu ?

This post was last modified on 2 Oktober 2019 19:31

ridertua

Leave a Comment

Recent Posts

Yamaha Bakalan Punya Tim Satelit Pada 2025, Kata Siapa?

RiderTua.com - Rumor yang tersebar di paddock GP Spanyol tetap pada nasib beberapa tim satelit. Seperti diketahui, Yamaha sedang berusaha keras…

2 Mei 2024

Aleix Espargaro Pensiun? Saya Tidak Bisa Berkata Apa-apa!

RiderTua.com - Aleix Espargaro bisa saja mengucapkan selamat tinggal pada MotoGP pada akhir musim 2024. Pembalap Spanyol itu bisa menjadi…

2 Mei 2024

Raul Fernandez : Mengendarai Aprilia RS-GP24 ‘Seperti Mencicipi Permen’

RiderTua.com - Raul Fernandez yang membalap untuk tim satelit Trackhouse menjadi satu-satunya pembalap Aprilia yang masih menggunakan mesin 2023. Aprilia…

2 Mei 2024

Pecco Bagnaia : Di Jerez Masalah Getaran Hilang Tapi akan Dicoba di Barcelona yang Gripnya Kurang

RiderTua.com - Setelah kemenangan sensasionalnya di GP Spanyol, Pecco Bagnaia menjalani tes hari Senin dengan relatif tenang di Jerez. Rider Ducati…

1 Mei 2024

Miguel Oliveira : Cara Menyalip Marc Marquez Membahayakan Rider Lain

RiderTua.com - Setelah Jorge Martin (Pramac Ducati) crash, Miguel Oliveira sempat berada di posisi ke-6 pada race hari Minggu di Jerez.…

1 Mei 2024

Wuling Membuka Pemesanan Cloud EV di Indonesia!

RiderTua.com - Wuling telah menampilkan mobil listrik ketiganya di Indonesia, yaitu Cloud EV. Hanya saja tidak seperti Air EV dan…

1 Mei 2024