Enzim Monoamine Oksidase Pemicu Nyali dan Keberanian Pembalap MotoGP [Risk Taker ]

0
MotoGP rider

RiderTua.com – Misano MotoGP, Tidak ada keraguan bahwa Quartararo adalah talenta satu diantara miliar-an manusia, seperti Marquez. Misano bukan jalur cepat. Namun ada dua tikungan yang sangat cepat di ujung trek lurus (straight) di mana pembalap yang pemberani saja yang mampu membuat perbedaan besar. Di Misano T-11 ( Tikungan Curvone) adalah tikungan diujung straight yang mampu dilibas dengan speed  250km / jam !. Namun ditikungan ini pembalap harus mengisi ulang nyali dan tingkat keberaniannya. Di sini pula mendiang Shoya Tomizawa kehilangan nyawanya sembilan tahun yang lalu… Enzim Monoamine Oksidase Pemicu Nyali dan Keberanian Pembalap MotoGP [Risk Taker ]


Nyali Quartararo memang berpengaruh dalam performanya. Dia kehilangan cengkeraman bagian depan di tikungan itu beberapa kali saat GP Misano, tetapi hal itu tidak pernah menyurutkan mentalnya. Bahkan rekan setimnya Franco Morbidelli, pembalap pabrikan Rossi dan Vinales menatap dengan heran data Quartararo di Tikungan Curvone (Turn 11).

“Franco sering melihat data-datanya dan berkata, saya kehilangan 1,5 detik hingga 0,2 detik dari Fabio lewat sana! ( T-11),” Kata Wilco Zeelenberg. Kenapa bisa begitu? semua bisa terjadi karena Fabio masih muda. Hal yang sama dibuktikan pada pembalap muda lainnya Joan Mir. Saat ditanya bagaimana rasanya mengendarai motor 355km / jam ketika dia masih tidak tahu kesalahan teknis apa yang menyebabkan kecelakaan 290km / jam yang mengerikan di Brno bulan lalu.

Enzim Monoamine Oksidase Pemicu Nyali dan Keberanian Pembalap MotoGP [Risk Taker ]

Joan Mir pun tersenyum lebar dan mengatakan. “Aku masih muda, itu saja; ini rahasianya Saya menyadari fakta bahwa sepuluh tahun dari sekarang ini akan lebih sulit bagi saya, tetapi sekarang ini bukan masalah. “.. Mir mengakui dia berani karena masih muda… Anak muda kok.. begitu kira-kira..!

Namun apakah benar usia mempengaruhi keberanian? .. Telah terbukti secara ilmiah bahwa keberanian anak muda diprogram secara kimiawi ke dalam tubuh kita. Semua manusia membawa enzim monoamine oksidase (MAO) yang bekerja secara neurotransmiter di otak. Level MAO memainkan peran penting dalam ketajaman manusia untuk mengambil risiko ( Risk-Taker) dan mencari sensasi. Semakin sedikit kadar MAO dalam diri manusia, semakin benari mengambil risiko. Dan semakin tua ( 99 tahun) orang semakin tinggi level MAO -nya. Namun jika melihat nyali Mir, Quartararo, Marquez, dan pembalap lainnya apakah mereka memiliki level MAO yang sangat rendah…?

MAO dan Risk-Taker

Rumus: Semakin rendah kadar enzim monoamine oxidase (MAO) semakin berani ambil risiko ( Risk-Taker).

Pengambil risiko terbesar adalah laki-laki muda di masa remajanya. Hal ini secara umum bisa diketahui dari fakta tingginya tingkat kecelakaan kendaraan yang melibatkan golongan usia belia ( ora nduwe wedi). Di kalangan militer selalu lebih suka pria yang lebih muda daripada prajurit, bukan hanya karena kekuatan fisik mereka tetapi karena kesediaan mereka untuk mempertaruhkan hidup mereka dalam pertempuran…

Korelasi biologis dari pencarian sensasi adalah enzim monoamine oxidase (MAO), yang aktif di otak. Monoamine oksidase berfungsi sebagai regulator, menjaga neurotransmiter agar seimbang. Hal ini juga dapat berkontribusi pada perbedaan jenis kelamin dan usia dalam pencarian sensasi dan pengambilan risiko.

Enzim monoamine oksidase rendah pada pencari sensasi tinggi, menyiratkan kurangnya regulasi. Kadar MAO diketahui lebih tinggi pada wanita daripada pria ( pria lebih pemberani), dan tingkat MAO di otak dan dalam darah meningkat seiring bertambahnya usia ( Semakin tua semakin berhati-hati). Meskipun pengambilan risiko memiliki aspek negatif dan bahkan bisa berakibat fatal ( kecelakaan), namun juga memiliki kekuatan positif juga. Tanpa pengalaman berisiko, prestasi pembalap akan mandek.

Artikel Terkait :

Referensi :

  • psychologytoday.com/us/articles/200011/are-you-risk-taker)
  • ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3677103/

Leave a Reply