Home MotoGP Anak Didik Valentino Rossi Gunakan Setingan Motor Lorenzo Karena 2 Alasan Ini...

    Anak Didik Valentino Rossi Gunakan Setingan Motor Lorenzo Karena 2 Alasan Ini !

    Francesco Pecco bagnaia

    Pecco bagnaia

    RiderTua MotoGP – Rookie MotoGP 2019 jebolan SKY Racing Team VR46 itu kini bernaung dibawah bendera tim Italia Ducati. Dia adalah Juara Dunia Moto2 tahun lalu. Pecco Bagnaia naik kelas ke MotoGP dengan bantuan gelar dunianya itu. Namun sayangnya dengan motor desmosedici tidak lantas membuatnya langsung bersinar. Anak didik akademi VR46 masih kalah kencang dengan Joan Mir (Suzuki) dan Fabio Quartararo (Yamaha). Infonya dia tahun ini memakai data Lorenzo. Anak Didik Valentino Rossi Gunakan Setingan Motor Lorenzo Karena 2 Alasan Ini !

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Lorenzo Bagnaia

    Faktanya Bagnaia berjuang dengan tim Pramac dengan motor versi lama GP18. Yang memaksanya untuk merujuk atau memakai setingan dari berbagai pembalap Ducati yang lain … Situasi yang tidak hanya disebabkan oleh fakta bahwa Bagnaia berjibaku dengan GP18, sementara tiga pembalap Ducati lainnya memakai Desmosedici terbaru, GP19. Walau semua pembalap Ducati akan memakai motor baru tahun depan dengan GP20. Namun Bagnaia memiliki gaya balap tertentu, yang sangat dekat dengan gaya Jorge Lorenzo …

    Bagnaia menjelaskan bahwa tentu saja dia juga melihat data Dovi, karena dia adalah yang tercepat di antara pembalap dengan motor desmo. Namun pembalap Italia itu juga memakai data Petrucci dan Miller untuk membandingkannya. Tetapi tentunya dia lebih condong dengan data Lorenzo, karena motornya mirip dengan miliknya, selain itu juga tentang gaya balap keduanya. Karena sangat mirip, Bagnaia bisa mengerti sesuatu dengan mengambil setingannya.

    Francesco Bagnaia

    Anak Didik Valentino Rossi Gunakan Setingan Motor Lorenzo Karena 2 Alasan Ini

    Tahun lalu, Jorge Lorenzo sangat cepat di beberapa sirkuit dengan Ducati. Melihat fakta itu data Lorenzo merupakan sumber informasi penting bagi Bagnaia. Namun sebagai pemula bukanlah hal yang mudah. Posisi terbaiknya adalah finis ke-9 dan dua kali posisi-14 musim ini. Juara Dunia Moto2 bahkan di GP terakhir di Jerman nol poin.

    Jadi karena motor dan gaya balap yang sama dengan Lorenzo, maka Bagnaia berusaha menerapakannya di musim ini. Hasilnya? mungkin akan terlihat di paruh kedua musim ini.. Kita tunggu saja..

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini