Bukan Quartararo ! Rookie Tim Biru Ini Akan Berikan Kejutan di Paruh Kedua Musim !

RiderTua MotoGP – Tahun ini kita dikejutkan oleh melejitnya prestasi rookie MotoGP tim Yamaha, Fabio Quartararo. Namun ada satu lagi pendatang baru yang menjanjikan di masa mendatang. Memang setiap pembalap dan motor punya karakter berbeda. Ada yang langsung klop, ada yang perlu waktu lebih untuk adaptasi.. Bukan Quartararo ! Rookie Tim Biru Ini Akan Berikan Kejutan di Paruh Kedua Musim !

Bukan Quartararo ! Rookie Tim Biru Ini Akan Berikan Kejutan di Paruh Kedua Musim !

Joan Mir tahun ini secara angka dikalahkan oleh Fabio Quartararo, pembalap dengan hasil yang luar biasa. Namun, setelah awal musim dengan keraguan karena masih belajar, pembalap Spanyol itu telah menemukan jalannya dan dia dapat lebih mengejutkan di paruh kedua musim ini. Karena dia memakai senjata utama tim resmi ( GSX-RR)..

Pembalap berusia 21 tahun itu pertama kali menunjukkan keunggulannya dengan finis di peringkat 8 pada pertemuan pembukaan di Qatar. Namun harus menunggu seri Italia di Mugello untuk kembali mendulang poin. Sejak itu saat itu dia 3 kali finis di posisi 8 besar. “Kami memiliki beberapa balapan dan masih belajar dan kadang melakukan kesalahan besar. Tapi begitu nasib buruk meninggalkan kami, kami mulai mendapatkan hasil yang bagus dan berjuang untuk tempat terbaik, terutama selama di Jerman. Ini sangat bagus,” kata pembalap Suzuki.

Mir juga sedang mendekati posisi Fabio Quartararo, di posisi 5 teratas. Hasil terbaiknya hingga saat ini adalah posisi ke-6 di Catalunya. Di Sachsenring, dia bertarung untuk tempat keempat melawan pembalap resmi Ducati. Joan Mir menjadi rookie terbaik ketika Quartararo jatuh di Jerman.

Di peringkat rookie, Mir berada di posisi kedua dengan 39 poin. Sebagai perbandingan, juara dunia Moto2 Francesco Bagnaia tim Pramac Ducati, hanya memiliki sebelas poin setelah sembilan balapan. Di sisi lain, Fabio Quartararo memiliki 67 poin.

Gaya balap Beda

Pelan tapi pasti Mir sudah mulai adaptasi dengan tungganganya. yang sedang dia pelajari adalah bagaimana mengelola elektronik, bagaimana cara membuat ban awet hingga bagian terakhir balapan. Di Argentina, dia harus menyerah karena punya masalah dengan ban. Sekarang dia lebih paham dan dia cukup fleksibel dalam akselerasi. Dia juga semakin mengenal gaya balapnya agar setup yang diberikan mekanik sesuai.  Mengenai perbedaan dengan rekannya Alex Rins disebabkan karena dia memiliki gaya yang berbeda, cara mengendarai motor yang berbeda.

Dengan belajar dan belajar Joan Mir yakin paruh kedua akan memberikan pertarungan menarik. Tidak ada keraguan lagi dan gas pol !

Be the first to comment

Leave a Reply