[Gossip] Bahkan Langit Paddock Ducati pun Tak Mendengar, Ternyata Desmo GP19 Susah Belok !


RiderTua MotoGP – Musim ini Ducati racikan ‘Gigi Dall’Igna’ menjadi mesin yang disegani tidak hanya di tangan Stoner. Kuda besi merah Italia itu kini menjadi mesin yang terkesan bisa digeber semua jenis karakter pembalap. Trek Mugello menjadi saksinya, pembalap selain DesmoDovi yaitu Petrucci menjadi jawara disana… Namun tak ada gading yang tak retak, pembalap Andrea Dovizioso yang selama 7 tahun ikut membidani Baby Desmo yang kini tumbuh menjadi Monster Desmo tetap mengeluh… Desmo GP19 Susah Belok..!. Namun seolah-olah Dovi tersesat di padang pasir, selama dua tahun terakhir Dovi suarakan kelemahan itu, tampaknya bahkan langit paddock Ducati pun tak mendengar.. Yah, mungkin sudah didengar, tetapi tidak diakui…

Ternyata Desmo GP19 Masih Susah Belok

Andrea Dovizioso menjadi saingan terbesar bagi Marc Marquez. Untuk menang dengan ‘bayi alien’ Ducati kudu lebih kuat dari sekarang. Faktanya Desmo GP19 hanya kuat di trek tertentu… Ducati beringas hanya di trek yang cocok dengan karakteristiknya sekarang, lemah di jenis lintasan lain… Menurut Dovi untuk menjadi tim pemenang Desmosedici membutuhkan perilaku dinamisnya, trek manapun harus dikuasainya. Singkat kata akselerasi Ducati ditikungan ‘Payah’ … Susah belok !

Daftar sirkuit yang bakal membuat Ducati menderita adalah Phillip Island, Sachsenring atau Jerez. Dalam kata-kata Andrea, itu artinya untuk menghadapi Marquez dan Honda-nya masih keteteran, karena bisa jadi di trek yang cocok buat Ducati sekalipun Marc masih bisa tempel ketat.

Bahkan Langit Paddock Ducati pun Tak Mendengar

Dovi sudah mengeluh ke bosnya yaitu Dall’Igna namun sepertinya Gigi tidak hanya menutup telinga terhadap komentarnya, tetapi Bos Ducati itu justru memfokuskan pengembangan motor untuk meningkatkan area-area yang sudah kompetitif seperti mesin dan aerodinamika. Dengan cara lain Andrea mengeluh kepada “bapak”nya yang lain, CEO Ducati Motor, Claudio Domenicali, dalam pertemuan panjang setelah GP Spanyol di Jerez, di mana Dovizioso merasa frustrasi berada di urutan kelima.

Hubungan Dall’Igna -Dovizioso kurang harmonis

Kenapa Dall’Igna tidak mendengar keluhan Dovi? mungkin melihat bahwa di Le Mans, Dovizioso dan Petrucci berada di urutan kedua dan ketiga. Bahkan Kemenangan Petrucci di Mugello dua minggu kemudian mementahkan analisa Dovizioso. Kesimpulannya adalah Gigi mungkin merasa puas dengan hasil karya-nya… Pembalap dengan gaya balap yang berbeda seperti Iannone, Dovizioso, Lorenzo atau Petrucci telah mampu memenangkan balapan dengan motor yang sama, yang akan membuatnya tampak seperti Desmo GP19 bukan mesin yang rumit.

Hubungan Dall’Igna -Dovizioso akhir-akhir ini kurang harmonis.. Dovizioso mengklaim bahwa dia berulang kali diabaikan. Apakah Gigi sedang berfikir mengganti Dovi karena dua musim terakhir hanya Runner Up ?… Apakah ketegangan mereka memberikan sinyal lampu hijau bagi pembalap selain Dovi untuk Juara Dunia ( dalam hal ini Petrucci) ?.. Hanya aspal dan karet bundar yang tahu…!

Be the first to comment

Leave a Reply