Jorge Lorenzo : Kondisi Yamaha Sangat Dramatis

Zarco begitu sering finish di depan pembalap resmi. Valentino sangat kuat dan lebih sulit bagi Vinales.



massimo_meregalli-jorge-lorenzo-valentino-rossi
RiderTua MotoGP – Bagaimana kira-kira tanggapan Jorge Lorenzo dengan situasi yang dialami Yamaha saat ini. Setelah seri Austria Red Bull Ring kondisi Yamaha sangat dramatis, pembalap Yamaha seakan tidak terlihat dikamera seperti biasanya atau paling tidak jarang disorot. Menyusul kejadian ini bos proyek pengembangan Yamaha M1 menyatakan permintaan maafnya kepada publik atas kegagalannya untuk membuat motor yang kompetitif. Permintaan maaf itru ditujukan kepada kedua pembalap mereka Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Ternyata situasi ini membuat Jorge Lorenzo sangat peka …

2017 YZR M1 Engine

Kondisi terburuk Yamaha

Dua puluh seri sejak tahun 2016 paket Yamaha belum juga kunjung menemukan hal bagus. Lorenzo ingat mulai tahun 2008 dan 2016, dia sudah memenangkan 44 kemenangan dan tiga gelar dunia dengan Yamaha M1. Pembalap Spanyol itu pastinya tidak selalu memiliki kondisi yang selalu baik saat bergabung di Yamaha dulu. Tetapi tidak pernah mengalami kemerosotan seperti itu. Dan saat seri Red Bull Ring, dia berkomentar,

“Saya tidak bisa mengatakan apa yang terjadi di Yamaha dan saya tidak ingin berpikir terlalu banyak karena saya harus mengurus diri saya terlebih dahulu ( di Ducati). Dilihat dari luar, sungguh aneh melihat, misalnya, Zarco begitu sering finish di depan pembalap resmi. Bagiku, Valentino sangat kuat dan lebih sulit bagi Vinales. Pada tahun 2016, kami memiliki keunggulan atas Honda terlepas dari titik pandang elektronik. Kemudian para lawan membuat kemajuan, tetapi bukan Yamaha. Menurut Rossi, semua pengembangannya hampir beku selama setahun. Honda berkembang pesat di sektor mesin, area di mana Ducati selalu unggul. Kami semua ( di Ducati) melakukan pekerjaan yang lebih baik. ” Kata Lorenzo dilansir paddock-gp.com (14/08/18).

Kondisi Yamaha Sangat Dramatis

Akhirnya Lorenzo menyatakan bahwa dia tidak tahu apakah dia merindukan berada di Yamaha, tetapi apa yang dia ingat adalah dia selalu nyaman dengan lingkungan Yamaha sejak debutnya pada tahun 2008. Lorenzo selalu meningkatkan gaya balapnya di setiap musim, seperti kecepatan dan keteraturan ritme balapnya. Memahami setiap bagian dari teka-teki dengan sempurna dan Lorenzo berkembang ke tingkat yang tinggi. Sekarang Yamaha jauh dari Honda dan juga Ducati. Mereka kehilangan sesuatu. Mereka selalu menghormati pembalap mereka, yang membuat situasi mereka menjadi sebuah tragedi bagi mereka saat ini. Namun yang jelas pihak Yamaha sudah meminta maaf dimana semua pembalap Yamaha di Austria kocar kacir dibelakang lawannya..



Be the first to comment

Leave a Reply