Honda RC213V versi 2018 Lebih Kencang dari Ducati, Tanda-Tanda Nih !



Honda RC213V versi 2018 Lebih Kencang dari Ducati
Uji coba MotoGP Thailand sebagai sesi yang harus dilalui semua tim dalam mempersiapkan racikan untuk paket mesin yang jos gandos, menyisakan kesimpulan awal menarik. Ingat ini baru awal dan tidak bisa mewakili performa seluruh musim ini. Namun ada indikator lain yang membuat kita bisa menyimpulkan bahwa Honda RC213V versi 2018 lebih kencang dari Ducati, tanda-tanda nih !

Marquez Suka Mesin Versi 2018

Marquez ungkapkan bahwa kondisi mesin Honda kini menjadi lebih jelas. Rider tim Repsol Honda itu menyukai mesin RC213V terbaru. Dan sepertinya Honda sudah hampir menentukan mesin mana yang akan dipakai musim 2018.
Seperti dilansir cyclenews.com (30/01/18) Tim Repsol Honda memiliki tiga mesin berbeda saat tes awal musim di Sepang yang pertama adalah mesin yang sudah dipakai tes Valencia versi 2017, 2018 dan versi paling baru untuk dicoba.

Marc Marquez hanya selisih 0,115 detik dibelakang tim LCR Honda, Cal Crutchlow, yang memakai mesin sama dengan tim pabrikan, artinya dalam balapan sesungguhnya potensi Marc Marquez akan beda dong dengan sesi latihan.. dimana Marc terkenal “Cerdik” dalam mengatur ritme balapnya. Juara dunia Marc Marquez itupun menyatakan bahwa mesin yang paling baru sekarang menjadi fokus perhatian mereka. Artinya hampir bisa dipastikan akan hijrah memakai All New Engine 2018.

“Ini lebih jelas. Kami lebih berkonsentrasi pada (mesin)versi terakhir karena setelah kami menganalisis data uji Sepang, staf Jepang percaya ke arah itu (mesin baru). Ketiga pembalap yang mencoba mesin itu juga meyakininya. Kita perlu mengatur beberapa masalah, tapi kita berkonsentrasi ke arah itu, agar menjadi jelas.” kata Marquez

Komparasi GP18 dan RC213V 2018

Ada Kelemahannya ?

Tiada gading yang tak retak. Memang hasil tes di Asia datanya tidak akan bisa digunakan di Eropa, itu pasti. Marquez menegaskan bahwa dengan suhu panas terik akan membuat karakter mesin tidak bisa dilihat aslinya, bisa menipu.

“Tentu saja, sulit karena Malaysia dan Buriram, suhu treknya sangat mirip, dan sulit untuk memahami terutama dengan mesinnya. Karena saat suhu panas yang kita rasakan adalah motor seperti kekurangan torsi ( untuk akselerasi) sehingga kita berikan torsi lebih banyak disana ( Sepang, Buriram). Tapi saat kita sampai di Eropa dengan gearbox yang lebih pendek di trek yang lebih pendek, torsinya akan terlalu banyak( Liar).”

Namun diluar itu hasil pertama tes sementara menunjukkan Honda punya mesin kencang. Padahal karakter trek ini adalah “makanan empuk” Ducati Desmosedici.. masih terlalu dini? OK kita lihat hasilnya saja hingga akhir sesi Buriram ini.



Be the first to comment

Leave a Reply