Andrea Dovizioso, Juara Tanpa Mahkota

Andrea Dovizioso
Andrea Dovizioso

Walau tidak memenangkan gelar dunia, namun musim ini begitu luar biasa bagi Andrea Dovizioso dan dia berujar bahwa belum menyerah “Hari ini, kami belum kalah,” yang harus menyerah tidak sampai finish akibat alami kecelakaan dengan hanya lima lap tersisa pada balapan hari Minggu di seri penutup Valencia.

Desmosedici harus berakhir di gravel seiring lenyapnya harapan gelar dunia pertamanya yang kemungkinan ada “Kami menginginkan gelar dunia seperti Marc Marquez. Saya memberikan segalanya mulai lap awal, tapi saya tidak punya banyak kartu untuk dimainkan. Ban belakang drop, dan aku tidak bisa menyerang. Di lap terakhir, saya sangat over limit. Saya mengerem terlalu keras pada tikungan-8 tapi saya tidak bisa menghentikan motornya. Aku melebar dan berakhir di  gravel. “kata Dovizioso.

Namun pengendara pabrikan Italia itu tidak menyerah dan semua ini akan dimulai kembali.

“Saya tidak putus asa. Biasanya saya pandai melihat hal-hal negatif, tapi kali ini saya ingin menikmati yang positif. Saya benar-benar puas dengan musim yang hebat ini, yang kami lakukan dan saya sadar bahwa ini bukan kesempatan terakhir saya. Kami membuat hasil yang solid. Akan ada kesempatan lain. Saya berhasil mengatasi beberapa masalah, beberapa batasan pribadi yang sepertinya tidak dapat diatasi, tapi saya juga ingin berterima kasih kepada tim saya. Saya berhasil mengelola dengan baik situasi yang berbeda dan sekarang orang melihat saya dengan sudut pandang yang berbeda. Saya puas karena kami terus berjuang untuk membuka peluang gelar dunia sampai babak final melawan pembalap asal planet Mars seperti Marquez dan mesin sekompetitif seperti Honda. “

Tepuk tangan dan pelukan yang diterima dari manajemen Ducati saat Dovizioso kembali di garasi menunjukkan atmosfir yang telah dibuat pengendara spesial ini di sekeliling dirinya sendiri. Dimana pada usia 31 tahun, dia sudah menjadi orang spesial, tapi Dovi tidak pernah merasa seperti itu  katanya. “Sekarang, orang melihat saya dengan cara yang berbeda. Saya menemukan penggemar baru – mulai dari saingan saya yang mengirimi saya pesan dukungan pada malam menjelang akhir bagi banyak orang di paddock yang meremehkan saya – karena hanya bersikap normal. Saya suka melihat orang dengan tulus bahagia atas kesuksesan saya. ”

Kondisi ini membuktikan ibarat Dovi adalah Juara Tanpa mahkota , karena mendapat dukungan baik dari kawan, lawan dan para fans dan dulu meragukannya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page