Home Otomotif Insentif Baterai Mobil Listrik di China Sudah Disetop Mulai September 2026!

    Insentif Baterai Mobil Listrik di China Sudah Disetop Mulai September 2026!

    Merek Mobil Listrik BYD Sealion 7
    BYD Sealion 7

    RiderTua.com – Lama kelamaan insentif untuk mobil BEV di China terus ditanggalkan satu persatu, dan yang terbaru insentif untuk baterainya. Sebelumnya baterai lithium-ion tidak dikenakan pajak, kini dikenakan pajak dua persen, dan bakal ditingkatkan lagi tahun depan.

    Daftar Isi

    Insentif Baterai BEV Dicopot, Kini Dikenakan Pajak di China

    Mobil listrik sempat booming di China karena menjadi jenis mobil yang begitu menjanjikan untuk konsumen. Apalagi kalau harganya cukup murah, jelas ini membuat banyak orang berbondong-bondong membeli mobil jenis ini dan mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan. Tidak heran kenapa model BEV menjadi salah satu jenis mobil ramah lingkungan yang paling laris disana dalam beberapa tahun terakhir.

    Penjualan Mobil listrik mobil sedan BYD Seal Indonesia
    BYD Seal

    Tapi alasan kenapa harganya bisa semurah itu karena mobil listrik tidak dikenakan banyak pajak seperti mobil bermesin konvensional lainnya. Meskipun begitu, pemerintah China mulai mencopot insentifnya satu persatu, dengan yang terbaru yaitu insentif untuk baterai mobil listrik. Kini baterai lithium-ion dikenakan pajak sebesar dua persen, artinya nanti harganya bakal lebih mahal dari sebelumnya.

    Ternyata ini belum berakhir sampai disini, karena pajak dua persen ini bakal meningkat hingga empat persen di tahun depan, tepatnya tanggal 1 September 2027. Tentu ini bakal membuat harga jual BEV semakin mahal, dan konsumen nggak lagi tertarik dengan mobil jenis ini. Tapi apa boleh buat, karena sudah cukup lama diberlakukan akhirnya pihak otoritas setempat memutuskan untuk menyetop keringanan harga untuk model BEV disana.

    Merek Mobil listrik BYD Atto 3
    BYD Atto 3

    Baterai Jenis Lain Nggak Terdampak?

    Meski ini cukup memberatkan, sebenarnya ini hanya diberlakukan untuk mobil yang memakai baterai lithium-ion saja. Untuk baterai jenis lainnya nggak ikut kena dampaknya, dari baterai solid-state, sodium-ion, sampai fuel cell masih tetap dibebaskan dari pajak. Walau sebenarnya ketiga jenis baterai ini bakal dikenakan pajak memasuki tahun 2029, atau dalam kata lain insentifnya masih berlaku sampai akhir 2028.

    Tentu tidak mengherankan kenapa sejumlah merek mobil di China mulai menyiapkan pengujian langsung terhadap baterai solid-state mulai tahun depan. Dari BYD sampai Geely sudah menyiapkan baterai jenis ini untuk diterapkan pada sejumlah mobil ramah lingkungannya sebelum diproduksi massal. Sejumlah produsen baterai juga siap menguji coba baterai solid-state dengan alasan serupa, walau mereka hanya punya waktu sampai akhir 2028 agar tetap mendapat insentif.

    Geely EX2
    Geely EX2

    Harga Nggak Terjangkau Lagi

    Dengan dicopotnya insentif mobil BEV satu persatu, perlahan harga mobil listrik terus naik, dan jelas ini bisa mempengaruhi penjualannya. Ini sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir, dimana penjualan mobil BEV terus menurun, dan itu sudah membuat sejumlah produsen lokal was-was hasil yang didapatnya tidak selaris dulu lagi. BYD menjadi salah satu diantara merek yang mengalami penurunan penjualan selama beberapa bulan terakhir.

    Inilah yang membuatnya harus beralih ke ekspor mobil, dan itu sudah bisa menyelamatkan penjualannya yang sempat menurun. Memang tidak hanya BYD saja, merek lainnya juga mulai bergantung pada ekspor ke luar negeri, entah itu Geely, Chery, sampai GWM. Namun beberapa diantaranya sudah punya pabrik produksinya sendiri di negara tujuannya, dan Indonesia termasuk di dalamnya.

    Merek mobil Geely EX5 Auto
    Geely EX5

    Sejauh ini insentif yang diberikan memang sudah membantu penjualan mobil ramah lingkungan di Indonesia, apalagi mobil listrik. Tapi sejak awal tahun 2026 tidak ada lagi insentif mobil baru yang menggantikan insentif lama, kalaupun ada itupun pelaksanaannya selalu ditunda. Meskipun begitu, masih banyak produsen yang terus menghadirkan mobil murahnya disini, termasuk mobil listrik murah yang kini banyak dicari konsumen sampai sekarang.

    Performa penjualan mobil listrik sejauh ini juga cukup bagus, bahkan kini hasilnya sudah melampaui mobil hybrid. Sementara mobil PHEV masih terjual jauh lebih sedikit dari model HEV dan BEV, tapi ini tidak membuat merek asal China berhenti menawarkan mobil jenis tersebut. Kalau ini bisa dipertahankan, maka penjualan model BEV bisa jauh melampaui mobil hybrid.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini