RiderTua.com – Musim ini menjadi musim yang sulit bagi Alvaro Bautista. Hasil apik dalam balapan tak kunjung diraihnya. Selain itu bobot tambahan yang dibebankan pada motornya yang sudah dijalaninya selama beberapa musim, sedikit banyak mempengaruhi performanya. Namun yang jadi sorotan adalah masa depannya, karena hingga hari ini masih belum ada kepastian.
“Belum ada yang pasti untuk saat ini. Manajer saya sedang melakukan negosiasi. Kondisi saya sangat bagus, baik secara fisik maupun mental. Saya ingin terus membalap, tetapi kami harus menemukan opsi yang memberi saya peluang untuk tampil kompetitif. Balapan ini dan tes pekan depan di Cremona menggunakan ban Michelin, akan menjadi momen penting. Saya tidak merasa tertekan. Apa pun yang terjadi, terjadilah. Saya hanya ingin tetap fokus pada pekerjaan saya dan memberikan segalanya setiap kali turun ke lintasan,” ujar Bautista
Alvaro Bautista: Saya Belum Siap untuk Apa Pun, Baik untuk Lanjut Maupun Pensiun

Alvaro Bautista menambahkan, “Tahun ini tidak berjalan sesuai harapan kami. Saya tidak hanya bicara soal hasil, tetapi juga soal kecocokan dengan motor dan masalah cedera. Terkadang kita menghadapi kesulitan dalam hidup, dan dalam olahraga itu hal yang wajar. Itulah sebabnya saya cukup tenang. Saya hanya bisa memberikan yang terbaik di lintasan agar peluang tetap terbuka. Saya belum siap untuk apa pun, baik untuk lanjut maupun pensiun. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik saat ini, lalu kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan.”
Akhir pekan ini balapan Superbike (seri ke-9 musim 2026) berlangsung di sirkuit Magny-Cours Prancis. “Saya memiliki kenangan yang sangat indah di sirkuit ini. Tetapi dulu saya juga pernah mengalami banyak masalah di sini. Ini adalah lintasan yang saya sukai sejak pertama kali saya datang ke sini pada 2019. Sirkuit ini sangat unik karena memiliki segala jenis tikungan, perubahan arah, tikungan cepat, dan zona pengereman keras. Ini adalah sirkuit yang sangat lengkap. Balapan disini sangat menyenangkan,” jelasnya.

Bautista mengatakan, “Saat ini kami tidak berada di posisi yang kami harapkan di awal musim, karena kami benar-benar kesulitan menemukan ‘feel’ yang tepat pada motor. Ini aneh, karena terkadang kami mencapai level performa yang tidak terlalu buruk. Namun, begitu kami mulai bekerja dan melakukan penyesuaian pada motor, hasilnya justru lebih buruk di semua sirkuit tempat kami berusaha melakukan perbaikan. Kami punya beberapa ide untuk diterapkan setelah libur musim panas. Kita lihat saja, apakah akhir pekan ini kami bisa mendapatkan kembali kepercayaan diri serta performa.”
“Momen-momen sulit seperti ini, ketika ada tekanan dan kita tahu tidak boleh melakukan kesalahan, saat kita juga dituntut tampil sempurna, justru menjadi saat di mana kualitas seorang pembalap sejati terlihat. Ini menjadi motivasi tambahan untuk lebih fokus lagi saat membalap dan menyempurnakan setiap detail, agar kami bisa kembali bersaing memperebutkan posisi teratas,” imbuh rider berusia 41 tahun itu.
Bautista mengaku sudah berbicara dengan Marco Barnabo (Direktur Tim Barni). “Saya berbicara dengan Barnabo usai balapan di Donington Park. Kami sadar bahwa hasilnya tidak sesuai harapan. Untungnya, dia sangat mencintai dunia balap motor. Dia paham betul apa yang terjadi di dalam tim. Dia tahu, tim sudah mengerahkan 100 persen kemampuan, sama seperti saya. Jadi, kami sedang berusaha mencari solusinya. Mereka sangat membantu saya. Marco mengatakan bahwa dia memercayai saya serta ingin memberikan dukungan agar saya memiliki kepercayaan diri dan performa yang dibutuhkan untuk bersaing di posisi teratas. Itulah alasan saya bergabung dengan tim ini,” ujar rider asal Spanyol itu.

Bautista melanjutkan, “Sejak tahun lalu saya sudah yakin dengan proyek ini, dan dia pun memercayai saya. Kita lihat saja nanti. Dia belum mengambil keputusan mengenai pembalap kedua untuk musim depan. Faktanya, baik dia maupun saya sama-sama menunggu hasil dua minggu ke depan. Ini akan menjadi penentu untuk memahami apa yang akan terjadi tahun depan. Bagi saya, penting untuk menjajal ban Michelin yang baru agar saya bisa memahami apa yang akan kami hadapi, mengingat akan ada perubahan lagi.”
Terkait kondisinya saat ini, sambil tersenyum Bautista menjelaskan, “Saat ini, saya masih merasa sebagai seorang pembalap. Ketika suatu saat nanti saya tidak lagi merasa demikian, barulah saya akan memikirkan apa yang ingin saya lakukan. Biaya pengobatan bisa dengan mudah menguras uang, itulah sebabnya saya ingin terus membalap!”
“Saya tidak terburu-buru memikirkan hal itu. Saya rasa akan sangat sulit bagi saya untuk meninggalkan dunia balap. Namun, kita lihat saja nanti. Saya belum memiliki rencana khusus. Saya sangat beruntung bisa mengatakan bahwa saya pernah menjadi pembalap. Saya sudah menghabiskan lebih dari 25 tahun berkompetisi. Ini adalah perjalanan yang luar biasa bagi saya. Tetapi saat ini, semangat untuk terus membalap dan bekerja keras masih membara dalam diri saya.”

“Sebagai contoh, saya menghabiskan banyak waktu bersama keluarga di pantai, namun saya tetap bekerja dan berlatih. Saya masih berupaya memulihkan kondisi pergelangan kaki saya, yang sempat bermasalah usai balapan di Donington. Saya mencintai kehidupan ini, di mana saya terus memacu diri hingga batas maksimal dan berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Jadi saya akan terus melangkah sampai tidak ada pilihan lain lagi, atau sampai saya berada di situasi di mana saya harus membayar hanya untuk finis di posisi terakhir. Itu bukan jalan yang saya inginkan,” pungkas Alvaro Bautista.
Setelah menjalani 8 seri WSBK musim 2026, Bautista menempati peringkat 9 dengan perolehan 107 poin dalam klasemen atau tertinggal 104 dari rekan setimnya Yari Montella yang berada di peringkat 3.













