RiderTua.com – Performa penjualan J5 EV mampu membawanya sebagai mobil BEV terlaris di Indonesia kalau melihat dari total penjualannya hingga bulan lalu. Meski begitu, mereka masih harus waspada dengan rival terberatnya yang mulai mengejar ketertinggalannya.
βΆDaftar Isi
J5 EV Terjual 20 Ribu Unit Hingga Bulan Juli 2026
Meski Jaecoo pertama kali hadir di Indonesia dan menjual mobil PHEV, mereka nggak ragu-ragu menjual mobil listrik pertamanya setahun setelahnya. Walau diluncurkan sekitar akhir tahun 2025 dan dihadirkan ketika pasarnya mulai dipenuhi oleh banyak rival, J5 EV disambut baik oleh konsumen. Bahkan sepanjang tahun lalu modelnya terjual sekitar 1,5 ribu unit meski baru dijual sejak bulan November.

Kini J5 EV sukses mencetak total penjualan sebanyak 20.145 unit sepanjang periode Januari-Juli 2026. Hasil ini juga menjadi rekor penjualan baru bagi Jaecoo, karena biasanya mereka hanya bisa menjual ribuan unit dalam setahun, terlebih angka penjualan per bulannya hanya mentok ratusan unit sebelum J5 dirilis. Ini sudah menjadi pencapaian yang cukup mengesankan bagi sub-brand Chery tersebut.
Yang mengejutkannya, 20.088 unit merupakan total penjualan yang didapat dari varian Premium. Artinya jelas kalau J5 Standard terjual jauh lebih sedikit ketimbang varian tertingginya, padahal Standard dihadirkan sebagai varian termurahnya, tapi konsumen lebih memilih J5 EV Premium yang dibanderol lebih mahal. Jelas karena varian tertingginya ini punya lebih banyak fitur ketimbang Standard, dan harganya masih dipatok di bawah Rp 400 jutaan.

Atto 1 Mulai Mengejar!
Sementara BYD Atto 1 hanya bisa menjual 14.349 unit saja hingga Juli lalu, tapi ini sudah menjadi hasil yang memuaskan bagi merek mobil asal China tersebut. Memang penjualannya sempat anjlok di bulan Mei, tapi sebulan setelahnya mereka berhasil memulihkan hasil yang didapatnya dari mobil murahnya tersebut. Kenaikan penjualannya ini muncul setelah produksi mobilnya di Indonesia sudah dimulai sejak Juni lalu, dan model seperti Atto 1 dan M6 yang diprioritaskan.
Nampaknya ada potensi Atto 1 bisa mengejar penjualan Jaecoo J5 EV hingga akhir tahun ini, karena penjualannya yang sudah pulih lagi seperti dulu. Bahkan bulan Juli saja penjualan Atto 1 bisa mengungguli J5 EV, dengan selisih sekitar 2 ribu unit, dan ini jelas berarti sesuatu. Atto 1 mampu mengejar ketertinggalannya, dan bisa saja langsung merebut posisinya J5 EV di pasar BEV.

Model Lainnya
Selain Jaecoo dan BYD, Geely juga ikut termasuk ke dalam persaingan di pasar mobil listrik, meski penjualannya nggak sampai 10 ribu unit. EX2 sejauh ini terjual 8.174 unit, lebih sedikit ketimbang yang didapat J5 EV dan Atto 1, tapi setidaknya itu sudah menjadi hasil yang cukup bagus bagi merek asal China tersebut. Sebab EX2 masih bisa memimpin segmen hatchback listrik di tengah kedatangan banyak model baru, terutama rival barunya dari Chery yang baru dirilis.
Tidak hanya Atto 1, BYD juga mencetak hasil penjualan yang memuaskan dari dua mobil listrik lainnya, yaitu M6 dan Sealion 7, masing-masing terjual 6.015 unit dan 4.176 unit. Kalau dilihat, performa penjualan kedua mobil ini masih cukup bagus walau nggak sebanyak Atto 1, tapi setidaknya ini bisa membantunya ketika penjualannya sempat merosot di bulan Mei. Sebab penjualan M6 dan Sealion 7 masih lumayan stabil dalam dua bulan terakhir, setidaknya sampai bulan Juni dimana M6 langsung laris manis terjual.

Ini berarti BYD memegang dominasi paling besar di pasar mobil listrik di Indonesia, dan itu sudah bukan rahasia lagi. Melihat dari banyaknya produk yang ditawarkan serta harganya, tentu tidak mengherankan mengapa model seperti Atto 1 hingga M6 laris manis terjual dengan catatan penjualan yang begitu memuaskan. Ini saja sudah menjadi hasil yang memuaskan bagi merek asal China tersebut.
BYD juga kini memegang dominasi di pasar mobil PHEV dengan M6 DM, padahal modelnya tergolong baru dirilis beberapa bulan lalu tapi sudah diincar banyak konsumen.












