RiderTua.com – Meski fisiknya belum 100 persen fit, Marco Bezzecchi menunjukkan performanya yang impresif pada latihan hari Jumat MotoGP Inggris. Dengan catatan waktu 1:58,865 menit dia menjadi pembalap tercepat ke-2 di belakang Alex Marquez di FP1 Jumat pagi di Silverstone. Rider Aprilia itu terus berusaha meningkatkan time lapnya di sesi pra kualifikasi Jumat sore. Awalnya dia tidak terlibat dalam persaingan untuk mencetak waktu tercepat.
Sementara itu, dua pembalap tim Trackhouse Aprilia Ai Ogura dan Raul Fernandez justru menjadi sorotan. Mereka berdua bergantian memecahkan rekor lap. Ketika Raul mencetak waktu 1:56,615 menit yang luar biasa cepat, muncul pertanyaan siapa yang bisa melampaui rekor tersebut? Dan pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Bezzecchi.
Marco Bezzecchi: Saya Berharap Rekor Tersebut Bertahan Hingga Besok

Fantastis, beberapa saat kemudian Marco Bezzecchi mampu lebih cepat 0,3 detik dari catatan waktu Raul tersebut. Dengan catatan waktu 1:56,280 menit rider berusia 27 tahun itu sukses membukukan rekor baru di Silverstone. Menariknya, rekor ini bahkan mengejutkan tim Aprilia sendiri. Rider asal Rimini Italia itu 0,5 detik lebih cepat dari rekan setimnya sekaligus pemimpin klasemen Jorge Martin dan unggul 0,733 detik atas Marc Marquez.
Bezzecchi mengatakan, “Hari yang fantastis. Bukan hanya karena saya berhasil mencatatkan time lap tersebut, tetapi juga karena saya benar-benar berada di sini dan sukses melakukan comeback.”
Menjalani dua sesi latihan hari Jumat yang menguras tenaga, berdampak pada kondisi fisik Bezzecchi. Dia telat saat menghadiri sesi wawancara media, karena dia harus menjalani perawatan fisioterapi terlebih dahulu.
Rider berjuluk Simply The Bezz itu menjelaskan, “Saya terbang meninggalkan Jerman pada hari Sabtu. Saya menjalani operasi pada hari Minggu. Yang cedera bukan hanya tulang selangka saya, tetapi juga pada lutut karena tulang di bagian itu juga terdampak. Pada hari Senin, saya sudah berlatih di gym dan menjalani fisioterapi. Hari-hari itu sungguh berat. Saya melakukan segala upaya agar bisa balapan di sini. Saya sangat senang, tetapi saya juga benar-benar kelelahan.”

“Melakukan satu flying lap adalah hal yang berbeda dibandingkan balapan. Setelah 5 lap berturut-turut, saya mulai kesulitan dan melakukan kesalahan. Lutut menjadi masalah utama. Bengkaknya cukup parah di akhir sesi, sehingga saya sangat kesulitan saat mengubah arah motor. Untuk saat ini, targetnya hanya menyelesaikan kedua balapan. Sembari menunggu, saya akan menghabiskan banyak waktu untuk fisioterapi. Saya hanya berharap bisa bangun dari tempat tidur besok, tanpa bantuan siapa pun,” ungkap putra Vito Bezzecchi itu.
Soal comebacknya yang luar biasa di Silverstone, Bezz mengatakan, “Tentu saja, mencatatkan waktu tercepat pada hari Jumat tidak berarti apa-apa. Tapi setidaknya selama 1 hari saya memegang rekor ini, dan saya berharap rekor tersebut bertahan hingga besok.”
Memasuki paruh kedua musim, Bezz turun ke peringkat 4 dengan perolehan 186 poin atau teringgal 22 poin dari pemimpin klasemen Martinator dan terpaut 4 poin dari Marc Marquez yang berada di peringkat 3. Dengan konfisi fisik seperti itu, apakah Bezz bisa menang seperti tahun lalu di GP Inggris tahun ini?












