RiderTua.com – Siapa bilang mobil baru tidak bisa menjadi yang terlaris dalam semester pertama? BYD mampu membuktikannya dengan mobil terbarunya, M6 DM, yang mengungguli penjualan rivalnya dari grup Chery selama periode tersebut.
M6 DM Ungguli Tiggo Series dan Eksion-Darion
Meski terhitung baru, mobil PHEV pertama dari BYD ini sukses terjual sebanyak 1,8 ribu unit sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, dan ini menjadi hasil yang mengesankan baginya. Bagaimana tidak, hasil penjualannya ini didapat dalam waktu singkat sudah membawanya sebagai PHEV terlaris, melebihi model seperti Tiggo series. Ini menjadi rekor penjualan baru lainnya bagi BYD meski M6 DM baru seumur jagung di pasarnya.

Chery masih punya Tiggo series yang melengkapi posisi tiga besar, meski Tiggo 8 CSH tidak lagi menjadi mobil PHEV terlaris dengan 1,4 ribu unit terjual. Sementara Tiggo 9 CSH malah terjual lebih sedikit lagi, yaitu 373 unit, artinya selisihnya dengan Tiggo 8 nyaris mencapai 1.000 unit. Perbedaan yang cukup besar ini membuktikan bagaimana keduanya memegang segmennya disini.
Dua mobil PHEV Wuling, yaitu Darion dan Eksion, mencetak penjualan yang cukup bagus, apalagi Eksion juga dirilis sekitar waktu bersamaan dengan M6 DM. Bahkan sebagai mobil MPV berukuran lebih besar ketimbang M6 DM dan dirilis sejak tahun lalu, penjualan Darion masih belum bisa mengungguli rivalnya tersebut. Meski sebenarnya keduanya dijual di pasar yang terpisah, mengingat dimensi Darion yang jauh lebih bongsor ketimbang M6.
- BYD M6 DM: 1.825 unit
- Chery Tiggo 8 CSH: 1.441 unit
- Chery Tiggo 9 CSH: 373 unit
- Wuling Eksion PHEV: 313 unit
- Wuling Darion PHEV: 290 unit
- Geely Starray EM-i: 255 unit
- Jaecoo J8 SHS: 172 unit
- Jaecoo J7 SHS: 152 unit
- Jetour T1 i-DM: 97 unit
- Mazda CX-80 PHEV: 50 unit
- Lexus RX 450h+: 25 unit
- Volvo XC90: 6 unit
- Volvo XC60: 2 unit

Model Unggulan
Sementara Geely masih mengandalkan satu mobil PHEV-nya di Indonesia dalam model Starray EM-i, tapi penjualannya masih di atas angka 200 unit. Untuk dua mobil Jaecoo hanya bisa tembus 100 unit saja, cukup jauh dengan hasil penjualan J5 EV yang sudah tembus lebih dari 15 ribu unit selama semester pertama 2026. Mungkin karena inilah Jaecoo belum mau membawa J5 versi hybrid ke Indonesia, meski mereka ingin fokus jualan versi listriknya terlebih dahulu.
Jetour juga hanya menawarkan satu model PHEV saja dalam T1 i-DM, begitupun dengan Mazda yang menjual versi PHEV dari CX-80. Mazda dan Lexus menjadi merek asal Jepang yang masuk ke dalam daftar penjualan mobil jenis ini di Indonesia, mengingat merek dari negara ini belum mau menjual mobil PHEV. Kebanyakan fokus jualan mobil hybrid dan listrik, sementara Toyota yang pernah menjual RAV4 PHEV sudah tidak menjualnya sejak tahun lalu.

Merek China Makin Menguasai
Sementara Volvo menjadi satu-satunya merek Eropa yang masuk ke dalam daftar, dengan dua mobil yang diunggulkannya. Meski begitu, sebagian besar mobil PHEV yang dijual disini merupakan produknya merek China, dan memang ini bukan rahasia lagi mengingat ekspansi produknya yang begitu cepat, bahkan bisa dikatakan lebih cepat lagi. Seakan mereka nggak mau ketinggalan lebih jauh dari kompetitornya yang sudah menawarkan model PHEV disini.
Chery sukses menjual mobil PHEV-nya dengan menawarkan varian CSH untuk Tiggo series miliknya, dan Tiggo 8 masih menjadi salah satu model terlaris. Tapi tidak ada yang menyangka kalau mobil anyar BYD mampu merebut posisi teratasnya dalam waktu kurang dari enam bulan. Walau itu bukan menjadi rahasia lagi mengingat M6 menjadi model yang cukup populer di segmen LMPV.

Entah apa ke depannya BYD bakal menambah lebih banyak model PHEV lainnya di Indonesia, sebab model seperti Dolphin, Sealion 7, dan masih banyak lagi juga menawarkan varian ini, termasuk Denza D9.












