RiderTua.com – Akhirnya Aira EV dipastikan dijual di Indonesia setelah sebelumnya modelnya didaftarkan disini beberapa bulan lalu. Tapi muncul pertanyaan soal kepastian Aira EV yang menjadi penggantinya Air EV, mengingat modelnya sama-sama hatchback berukuran mungil.
Aira EV Bakal Memulai Debutnya di Indonesia Tahun Ini
Sejauh ini Wuling menjual lima model BEV di Indonesia, yaitu Air EV, Binguo EV, Cloud EV, Darion EV, dan Eksion EV. Eksion menjadi model paling baru yang dirilis karena mobil SUV tersebut dihadirkan sekitar bulan Mei lalu, sementara Air EV menjadi BEV pertamanya disini sejak tahun 2022. Artinya mereka sudah menjual lini mobil listriknya selama empat tahun disini, dan mereka punya lima model yang ditawarkan di segmennya masing-masing.

Tapi kelihatannya mereka belum puas dengan model yang ditawarkannya di Indonesia, dan mereka sudah menyiapkan satu mobil anyar untuk dijual tahun ini. Model tersebut dinamai sebagai Aira EV, dan sesuai desain mobil yang didaftarkan beberapa bulan lalu, modelnya tidak lain berupa Hongguang Mini EV versi facelift. Sehingga ini menjadikannya sebagai debut perdananya setelah sekian lama tak kunjung dijual.
Nama Hongguang Mini EV sebenarnya sudah tidak asing lagi, karena Wuling pernah mempertimbangkan membawanya ke Indonesia, sebelum mereka memilih Air EV yang punya desain lebih modern. Sejak saat itu, Hongguang Mini EV masih mendapat penyegaran di kampung halamannya, dengan model generasi keduanya yang dirilis tahun 2024 lalu. Bedanya kini dimensinya dibuat lebih besar, dan dengan facelift yang diluncurkan bulan Februari lalu, modelnya langsung jadi incaran konsumen disana.

Spek Masih Sama?
Soal spesifikasinya, Wuling belum mau membahasnya untuk sekarang sampai pameran GIIAS 2026 digelar. Tapi ada kemungkinan spek Aira EV bakal tidak jauh berbeda dengan Hongguang Mini EV yang dijual di China, dengan baterai berkapasitas 25,1 kWh, mobil bisa melaju sejauh 300 km dalam sekali isi daya. Ini sudah cukup jauh untuk hatchback berukuran mungil seperti Aira, apalagi dengan ruang kabin yang lebih luas lagi.
Sebenarnya Hongguang Mini EV punya pilihan 3-door layaknya Air EV, namun mereka lebih memilih model 5-door untuk dijual disini. Sepertinya mereka ingin membawa sesuatu yang berbeda dari hatchback listriknya ini, dimana modelnya punya 5 pintu tapi ukurannya lebih kecil dari Binguo dan Cloud EV. Dengan ini, mereka bisa menawarkan pilihan yang lebih beragam di Indonesia, serta bisa menjangkau lebih banyak konsumen di pasar entry level.

Harga Murah
Soal harganya, mereka mengusahakan agar banderol Aira EV tidak mencapai Rp 200 jutaan setelah dirilis. Karena mereka bisa merakit mobilnya secara lokal dan baterainya juga dirakit lokal, tentu mematok harga kurang dari Rp 200 juta bukanlah hal sulit lagi bagi merek asal China tersebut. Mereka bahkan sudah mengirim unitnya ke sejumlah dealer sebelum peluncurannya di GIIAS 2026.
Kalau modelnya berupa hatchback mungil, bagaimana dengan nasib Air EV? Seperti Almaz dan Cortez, mereka sudah memastikan Air EV tetap dijual seperti biasa dan tidak diganti dengan model barunya ini. Jadi kalau ada konsumen yang mencari model berukuran lebih mungil dari Aira, Air EV masih tetap disediakan.

Soal rival, Aira EV punya banyak rival di pasarnya di Indonesia. Dari BYD Atto 1, Geely EX2, sampai Chery Q menjadi lawan yang harus diwaspadainya. Jelas karena Atto 1 menjadi mobil BEV terlaris tahun lalu, sementara Geely EX2 menjadi rival yang cukup tangguh di kampung halamannya. Belum lagi Chery Q yang dihadirkan untuk menghadang EX2 di segmennya.
Ini berarti Aira harus berhadapan dengan tiga rival paling tangguh di segmen hatchback listrik. Tapi Wuling sudah nggak takut lagi melawan ketiganya sekaligus, karena modelnya punya sejumlah keunggulan seperti harganya.












