RiderTua.com – Dari 5 pembalap teratas di klasemen, hanya Jorge Martin yang notebene merupakan pemuncak klasemen, justru yang posisi startnya di grid paling buruk di MotoGP Jerman akhir pekan ini. Start dari P9, rider tim pabrikan Aprilia itu masih mampu melakukan ‘damage control’ yang membuatnya bisa finis di posisi ke-6 dalam sprint 15 lap di Sachsenring. Selain itu, hasil tersebut juga merupakan ‘buah’ dari penyempurnaan set-up elektronik pada RS-GP miliknya dan juga berkat gaya agresifnya di lap pertama.
“Di pagi hari, saya kalah 0,3 hingga 0,4 detik dari pembalap Aprilia lainnya. Kami melakukan beberapa perubahan pada set-up untuk sprint, karena sebelumnya kami salah dalam mengambil arah,” ungkap Martinator.
Jorge Martin: Sprint Ini Seperti FP2 Bagi Saya, Karena Semua Kerja Keras Sia-sia Belaka!

Di lap pertama, Jorge Martin diuntungkan dari duel 3 arah antara Pecco Bagnaia, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli. Saat mereka bertiga duel itulah, juara dunia MotoGP 2024 itu tak menyia-yiakan kesempatan untuk langsung menyalip mereka bertiga sekaligus.
“Saya melihat mereka terlibat dalam duel dan menjadi lebih lambat, jadi saya memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumnya saya juga pernah melakukan hal seperti ini pada 2023 saat melawan Jack Miller dan Pecco. Sayangnya, itu menjadi satu-satunya hal positif pada hari Sabtu,” ungkap Martin.
Meski hanya finis ke-6, Martin mencatatkan waktu lap tercepat balapan ke-2 di belakang Fabio Di Giannantonio (finis ke-3) dalam sprint di Sachsenring. Bahkan dia lebih cepat dari pemenang sprint Marc Marquez. Dan dia menjadi pembalap Aprilia tercepat dalam sprint tersebut.
Jelas, finis ke-6 sangat mengecewakan bagi Martin mengingat dia bertekad ingin memperkokoh posisinya sebagai pemimpin klasemen. “Sprint ini seperti FP2 bagi saya, karena semua kerja keras saya sampai saat itu sia-sia belaka. Pada hari Jumat saya terlalu banyak mengalami masalah. Di paruh kedua musim, saya harus belajar dari ini agar saya tidak selalu memasuki balapan dengan kurangnya pengalaman,” tegas rider asal Madrid Spanyol itu.

Untuk race utama hari Minggu, Martin mengatakan, “Kami sekarang sudah membuat satu langkah maju. Kami harus mengambil langkah lebih lanjut pada hari Minggu. Kita lihat, apakah kami memiliki ‘sesuatu’ untuk ditampilkan.”
Rekan setimnya Marco Bezzecchi mengalami highside yang sangat keras di awal sesi Q2 Sabtu pagi. Tulang selangkanya patah dan harus pulang ke Italia untuk menjalani operasi. Untuk itulah, rider berusia 27 tahun itu mundur dari GP Jerman akhir pekan ini.
Martin yang berhasil merebut puncak klasemen dari Bezzecchi usai balapan di Assen, kini unggul 11 poin atas MarcoBezz72. Sementara itu, keunggulannya dari Fabio Di Giannantonio menyusut menjadi hanya 13 poin setelah rider tim VR46 itu finis ke-3 dalam sprint. Dan Marc Marquez yang baru saja membukukan 18 kemenangan sprint di Sachsenring, kini berhasil memangkas defisitnya dari 40 poin menjadi 32 poin meski masih menduduki peringkat 5.












