Fabio Di Giannantonio Tinggalkan Ducati, KTM Siapkan Proyek Besar Hadapi Era Baru MotoGP 2027
RiderTua.com – Red Bull KTM Factory Racing akhirnya bikin gebrakan besar buat nyambut era baru MotoGP. Pabrikan asal Austria ini resmi ngumumin kalau Fabio Di Giannantonio bakal berseragam tim pabrikan mulai musim 2027 nanti. Lewat kontrak multi-tahun ini, KTM sukses ngamanin salah satu pembalap yang performanya lagi on fire di dua musim terakhir dan jadi tandem Alex Marquez.
KTM Bangun Tim Impian untuk MotoGP 2027, Fabio Di Giannantonio Resmi Jadi Rekan Alex Marquez
Pengumuman itu jadi salah satu kabar paling menyita perhatian di bursa transfer pembalap MotoGP. Di Giannantonio bukan hanya berpindah tim, tetapi juga dipercaya jadi bagian penting dalam proyek jangka panjang KTM. Mulai 2027, ia akan menunggangi KTM RC16 versi pabrikan, sebuah motor yang dipersiapkan untuk sambut regulasi baru MotoGP.

Kepindahan ini sekaligus mempertegas arah yang sedang dibangun KTM. Setelah lebih dulu amankan jasa Alex Marquez, kini tim pabrikan tersebut melengkapi susunan pembalapnya dengan merekrut Di Giannantonio. Kombinasi dua nama itu menunjukkan bahwa KTM tak ingin sekadar jadi peserta dalam era baru MotoGP, melainkan datang dengan ambisi besar untuk bersaing di level tertinggi.
Menariknya, strategi KTM kali ini bukan sekadar cari talenta muda yang menjanjikan. Mereka memilih pembalap yang sudah memiliki rekam jejak kemenangan dan terbukti mampu bersaing di barisan depan. Langkah tersebut jadi bagian dari pengembangan jangka panjang RC16 agar semakin kompetitif ketika regulasi baru mulai diberlakukan.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, Di Giannantonio berkembang jadi salah satu pembalap paling komplet di MotoGP. Performa yang terus meningkat membuat namanya semakin diperhitungkan, bahkan jadi incaran sejumlah tim besar. Ia juga masuk dalam kelompok kecil pembalap yang pernah meraih kemenangan di Moto3, Moto2, dan MotoGP, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitasnya di berbagai jenjang balap Grand Prix.

Musim 2026 jadi bukti nyata perkembangan tersebut. Dalam 10 seri pertama, Di Giannantonio tampil konsisten dengan koleksi tiga podium Grand Prix, satu kemenangan Grand Prix, serta empat podium Sprint Race. Hasil itu menempatkannya di posisi tiga besar klasemen sementara sekaligus jaga peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia.
Kondisi itulah yang membuat KTM bergerak cepat amankan tanda tangannya. Di saat banyak tim mulai susun strategi hadapi perubahan regulasi, KTM memilih mengikat salah satu pembalap yang sedang berada dalam performa terbaiknya. Langkah tersebut sekaligus memberi fondasi kuat bagi proyek jangka panjang yang tengah mereka bangun.
Perjalanan Di Giannantonio menuju posisi sekarang juga tak terjadi dalam semalam. Kariernya di ajang Grand Prix dimulai dengan debut penuh pada 2016. Dua tahun berselang, ia sukses mengakhiri musim Moto3 sebagai runner-up sebelum naik ke Moto2. Di kelas menengah itu, Di Giannantonio kembali menunjukkan perkembangan lewat raihan beberapa podium dan satu kemenangan, hingga akhirnya dapatin promosi ke MotoGP pada musim 2022.

Namun, perjalanan di kelas utama tak langsung berjalan mulus. Musim debutnya pada 2022 lebih banyak diwarnai proses adaptasi terhadap motor dan kerasnya persaingan MotoGP. Meski demikian, masa-masa tersebut justru jadi bekal berharga yang membantunya berkembang pada musim berikutnya.
Titik balik kariernya datang pada 2023. Di Giannantonio berhasil meraih podium MotoGP pertamanya di Phillip Island sebelum cetak kemenangan perdana di Qatar. Sejak saat itu, performanya terus nanjak hingga menjelma jadi salah satu pembalap yang paling konsisten bersaing di kelompok depan.
Karena itulah, nilai Di Giannantonio di bursa transfer terus meningkat jelang perubahan regulasi MotoGP 2027. Perpaduan kecepatan, kemampuan bertarung saat balapan, serta konsistensi dalam mengumpulkan hasil membuatnya jadi salah satu nama yang paling diburu. Bagi KTM, kehadiran pembalap berusia emas seperti dirinya juga membawa keuntungan lain, yakni pengalaman dalam ngembangin motor Ducati yang bisa jadi modal penting untuk mempercepat evolusi RC16.

Di sisi lain, KTM meyakini bahwa mereka bukan hanya dapetin pembalap cepat, tetapi juga sosok yang mampu bekerja sama dalam membangun tim. Pit Beirer menilai Di Giannantonio kini telah berkembang jadi pembalap yang konsisten berada di barisan depan. Ia juga memuji kecepatan, komitmen, etos kerja, serta kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan baru. Selama proses negosiasi, semangat yang ditunjukkan Di Giannantonio turut memberikan kesan positif, sehingga Beirer optimistis kolaborasi ini akan hasilkan banyak kesuksesan.
Masuknya Diggia bikin susunan pembalap tim pabrikan KTM buat musim 2027 makin komplit nih. Dia udah diikat kontrak multi-tahun, nyusul Alex Marquez yang udah duluan fix gabung di proyek ini. Dari sini kelihatan banget kalau KTM nggak main-main nyiapin masa depan. Buktinya, semua rencana ini udah disusun rapi jauh sebelum regulasi baru diberlakukan.
Artinya, persaingan papan atas di MotoGP 2027 nanti bakal punya warna baru. Duet Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio pasti bakal jadi salah satu yang paling ditunggu-tunggu di paddock. Dengan dua rider yang lagi ada di fase matang karier mereka, KTM seakan ngasih “warning” keras ke tim rival: mereka siap jadi ancaman utama pas era baru MotoGP resmi dimulai!.. Bikin lawan ketar ketir gak yaa.. 🤭















