RiderTua.com – Bulan lalu performa penjualan mobil LSUV 16,2 persen dari bulan sebelumnya. Menariknya, ada satu model yang nggak terpengaruh sementara model lainnya menurun penjualannya, termasuk kembarannya sendiri.
Terios Makin Untung, Rush Malah Buntung?
Toyota masih menjadi pemimpin di segmen low SUV di Indonesia dengan Rush yang terjual 2.704 unit sepanjang bulan lalu. Meski ini menjadi hasil yang bagus, nyatanya penjualannya sedikit menurun hingga 5,8 persen dari bulan April 2026 dimana modelnya bisa terjual sebanyak 2.871 unit. Entah ada apa dengan Rush selama bulan Mei lalu yang membuat hasilnya turun cukup tipis, dan kondisi yang dialaminya ini cukup berbeda dengan kembarannya, Terios.

Mobil LSUV dari Daihatsu ini malah mencetak kenaikan penjualan hingga 2,8 persen, dari 1.250 unit di bulan April menjadi 1.285 unit sebulan setelahnya, naik 35 unit saja. Mungkin hasilnya ini tidak jauh berbeda dengan hasil bulan April, tapi setidaknya ini cukup untuk membantunya bertahan di tengah penurunan penjualan di segmen LSUV sepanjang bulan lalu. Bahkan Terios menjadi satu-satunya model di segmennya yang hanya mencetak kenaikan penjualan, sementara rival sekelasnya malah mengalami sebaliknya.
Suzuki XL7 di posisi ketiga hanya menjual 828 unit saja, turun 35,5 persen dari 1.283 unit di bulan April. Bahkan kalau dibandingkan dengan LSUV Toyota dan Daihatsu, penurunannya ini jauh lebih signifikan, dan mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa ini bisa terjadi. Mungkin karena modelnya yang kalah laris dari Rush dan Terios, atau disinyalir akibat dari persiapan peluncuran model facelift-nya.

Stargazer X Sampai C3 Aircross
Mungkin hasil yang didapat XL7 ini belum ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan model lainnya, seperti Hyundai Stargazer X yang mencatatkan angka 112 unit. Hasilnya ini menurun dari sebelumnya yang bisa terjual 177 unit atau turun 65 unit. Tapi ternyata hasil yang didapatnya ini membuatnya naik peringkat dari 5 ke 4, mengungguli Mitsubishi Xpander Cross yang hanya 58 unit saja.
Padahal bulan April lalu modelnya bisa terjual 369 unit, tapi tiba-tiba saja penjualannya anjlok hingga hanya kurang dari 60 unit yang tercatat sepanjang Mei 2026. Honda BR-V dan Citroen C3 Aircross juga menurun penjualannya, dimana BR-V hanya mencetak penjualan sebanyak 105 unit dan C3 Aircross 31 unit. Bedanya kalau penjualan BR-V turun 29 unit, C3 hanya turun satu unit saja, cukup aneh untuk model seperti ini, tapi biasanya modelnya mentok terjual sekitar angka 30 unit dalam beberapa bulan terakhir.

Turun Drastis!
Secara keseluruhan, penjualan mobil LSUV bulan Mei 2026 tercatat mencapai 5.123 unit, turun 16,2 persen dari bulan April yang bisa tembus 6.116 unit. Dari tujuh model yang dijual di segmen ini, XL7 mengalami penurunan paling drastis hingga lebih dari 30 persen, sementara C3 Aircross paling sedikit. Tetap saja, C3 menjadi model di kelasnya yang terjual paling sedikit, dan entah mengapa selalu tertahan di angka 30 unit.
Jelas ini belum cukup untuk mengejar penjualannya LSUV Toyota yang tembus 2 ribu unit, serta memegang pangsa sebesar 52,8 persen. Artinya lebih dari separuh segmennya dipegang oleh Rush, dan ini sudah membuatnya unggul jauh dari rival sekelasnya, termasuk Terios yang termasuk sebagai model kembarannya. Walau soal performa penjualan bulan Mei, Terios masih unggul dari Rush.

Memang tidak hanya segmen low SUV yang menurun penjualannya, tetapi juga nyaris seluruh segmen mobil di Indonesia mengalami hal serupa. Penurunan penjualan ini muncul karena banyak konsumen yang memilih menunda membeli mobil baru untuk sekarang, serta nilai mata uang yang tidak stabil membuat harganya berpotensi naik drastis. Belum lagi model di segmen tersebut harus menghadapi banyaknya kompetitor baru yang menjual model lebih murah lagi tapi kualitasnya terjamin.
Toyota tetap memegang pangsa pasar terbesar, tapi bisakah mereka bertahan di tengah serangan merek baru di Indonesia?






