RiderTua.com – Sebagai bos, Massimo Rivola mengambil alih tugas untuk menjelaskan kepada media saat ketiga pembalap Aprilia yang terjatuh dalam insiden di tikungan pertama Balaton Park tidak mau diwawancarai.
“Hal pertama yang patut disyukuri adalah tidak ada pembalap yang mengalami cedera serius. Namun, saya tetap ingin meminta maaf kepada semua pembalap yang terlibat dalam kecelakaan ini termasuk Fermin (Aldeguer) dan Diggia (Fabio Di Giannantonio). Saya belum sempat berbicara dengan Marco (Bezzecchi) secara detail, tetapi sangat penting juga baginya bahwa tidak ada cedera,” ujar Rivola mencoba meredakan situasi.
Massimo Rivola (Aprilia) Meminta Maaf Atas Crash yang Disebabkan Jorge Martin di Balaton Park
Meskipun start dari posisi ke-6 di grid, Marco Bezzecchi masih punya peluang besar untuk meraih kemenangan atau setidaknya podium pada race utama di GP Hungaria. Finis di posisi ke-3 dalam sesi warm-up di depan Marc Marquez, jelas ini menambah kepercayaan diri Bezzecchi. Bermodalkan hasil itu, rider berusia 27 tahun itu berani memilih ban belakang medium untuk balapan jarak jauh, dengan harapan bisa memaksimalkan kekuatan paket motornya. Selain itu, sebelumnya MarcoBezz juga berhasil finis di posisi ke-3 dalam sprint.

Namun semuanya tinggal angan belaka. Situasi start dalam sprint race di Motegi Jepang pada Oktober tahun lalu terulang, seperti ‘deja vu’. Rekan setimnya Jorge Martin yang start satu baris di belakang Bezzecchi, kembali gagal mengerem di titik pengereman. Motor Martin bergoyang hebat sebelum akhirnya terjatuh, lalu menabrak Bezzecchi yang kebetulan tepat berada di samping kiri depannya. Lalu efeknya seperti karambol, juga menjatuhkan 3 pembalap yang berada di sekitar mereka yakni Fabio Di Giannantonio, Raul Fernandez, dan Fermin Aldeguer.
Efeknya sungguh luar biasa. Martin menyingkirkan pembalap yang berada di peringkat 1,2, 3, 5, dan 10 di klasemen. Dampaknya terhadap perebutan gelar dunia juga sangat besar, karena Marc Marquez dan Pedro Acosta justru berhasil meraih poin penuh setelah finis 1 dan 2 dalam race utama di Balaton Park. Sementara Bezzecchi harus menelan pil pahit karena kehilangan 30 poin dari Marquez dalam satu balapan ini.

Rivola tak mau larut dalam kesedihan dan kekecewaan. CEO Aprilia itu tak ingin insiden di hari Minggu membuatnya patah semangat. “Seburuk apa pun hari ini, itu tidak menghapus sukses besar kami akhir pekan lalu di Italia,” tegasnya berusaha menguatkan diri sendiri.
Di Mugello, Aprilia memberikan kekalahan menyakitkan kepada rivalnya Ducati. Ducati yang saat itu bertepatan dengan ulang tahun ke-100 tahunnya, gagal merayakannya di atas podium tertinggi. Namun berselang hanya beberapa hari kemudian, tim yang sukses besar di balapan kandangnya itu justru bernasib buruk di GP Hungaria.
Meskipun Bezzecchi dan Martin tetap memimpin di klasemen, Ducati yang finis 1 dan 3 di Balaton Park memperkecil silisih poinnya di klasemen pabrikan. Sekarang Aprilia hanya unggul 13 poin atas Ducati. Sekali lagi, seri ke-8 musim 2026 menunjukkan betapa cepatnya keadaan bisa berbalik 180 derajat di MotoGP.
Massimo Rivola Kecewa Berat, Sebut Kesalahan Jorge Martin Sulit Diterima

Pernyataan yang paling keras muncul saat Rivola menyoroti kesalahan Jorge Martin. Menurutnya, kesalahan tersebut sangat sulit untuk diterima.
“Kesalahan Jorge Martin sulit untuk dicerna,” tutup CEO Aprilia tersebut.
Komentar Rivola ini menunjukkan betapa besarnya kekecewaan yang dirasakan Aprilia, terutama karena tim baru saja menikmati akhir pekan yang sangat positif di Mugello sebelum situasi berubah secara drastis.






