RiderTua.com – Eksion masih menjadi primadona di pasarnya sampai sekarang, tapi berapa unit yang terjual, sih? Disebutkan hampir 1.000 unit sudah dikirim ke konsumen, tapi mereka masih bisa mengirimnya seperti biasa tanpa ada inden hingga berbulan-bulan lamanya.
▶Daftar Isi
Eksion Masih Jadi Buruan Ribuan Konsumen Indonesia
Wuling masih mencetak hasil penjualan yang cukup bagus dari lini produknya di Indonesia sejauh ini, dan tidak sedikit diantaranya berupa model ramah lingkungan. Eksion menjadi salah satu diantaranya, dan sejak pertama kali diperlihatkan ke publik bulan Februari lalu, banyak orang yang tertarik meminang model SUV satu ini. Terbukti setelah modelnya resmi dijual, mereka sudah mengantongi ribuan pesanan dari konsumen, dan jumlahnya bakal terus meningkat tiap bulannya.

Hingga bulan ini, Wuling sudah mengirim hingga hampir 1.000 unit Eksion di Indonesia, dan memang jumlahnya belum tembus angka tersebut. Tapi setidaknya ini sudah menjadi hasil yang bagus mengingat modelnya baru dijual beberapa minggu lalu, terlebih banyak orang yang sudah menantikan kehadirannya sejak awal tahun ini. Dengan ini, Eksion bisa saja mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan dalam setahun.
Biasanya mobil seperti Eksion bisa dipesan hingga ribuan unit beberapa minggu setelah penjualannya dimulai, tapi untuk model ini nggak begitu signifikan angkanya. Mungkin karena modelnya yang dirilis ketika pasarnya tidak begitu kondusif akibat kondisi ekonomi yang terjadi, meski sejauh ini penjualan mobil di Indonesia masih baik-baik saja. Penurunan penjualan hanya terjadi di bulan Maret karena adanya libur Lebaran, dan setelahnya hasilnya pulih kembali.

Rival Eksion dan Darion
Selain Eksion, Wuling juga mengandalkan Darion di Indonesia, dan penjualannya belakangan ini masih lumayan bagus. Darion sendiri nggak punya banyak rival di pasarnya, itupun lawan sepadannya terbatas pada BYD M6 yang menjadi lawan untuk versi BEV-nya. Termasuk M6 DM yang baru dirilis bulan lalu dan kini menghadang Darion PHEV yang hadir duluan di pasarnya.
Sementara lawannya Eksion malah jauh lebih banyak lagi, dan modelnya juga harus berhadapan langsung dengan rival senegaranya. Untuk model BEV ada banyak model dari BYD, Chery, Geely dan masih banyak lagi, sedangkan model PHEV ada Tiggo series yang menjadi ancaman utamanya. Terlebih Tiggo 8 CSH yang masih menjadi rajanya mobil PHEV di Indonesia sampai sekarang meski diserang banyak kompetitor di pasarnya.

Tetap Diandalkan
Walau dengan banyaknya rival yang harus dihadapi Eksion, Wuling tetap pede dengan mobil barunya ini. Sebelum Eksion, ada Alvez dan Almaz, tapi keduanya sudah nggak terdengar lagi kabarnya sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, dan kini ada model lebih modern untuk mengisi pasar mobil ramah lingkungan. Meski begitu, modelnya sepertinya nggak akan ‘memangsa’ konsumennya Alvez maupun Almaz, walau kuat dugaan Almaz kini sudah digantikan dengan Eksion.
Seperti mobil yang diluncurkan sebelumnya, Eksion dirakit lokal di pabriknya di Cikarang, jadi mereka tidak menemukan masalah apapun terkait proses pengirimannya. Memang pemesanannya cukup tinggi, tapi ini belum mencapai jumlah unit yang disediakan dengan harga promo. Setelah dirilis, Eksion mendapat program Early Bird yang tidak hanya menawarkan harga spesial, tetapi juga keuntungan lainnya seperti gratis servis mobil.

Hanya ada 2 ribu unit yang disediakan untuk promo ini, dan dengan kurang dari 1.000 unit yang dikirim artinya masih ada unit yang tersisa. Tentunya konsumen harus cepat-cepat mendapatkannya karena bisa jadi semua unitnya bisa habis terjual dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.
Sementara pasar SUV masih cukup ramai dengan banyaknya model baru di Indonesia, Eksion menjadi pemain anyar disini dan membawa sejumlah keunggulan yang dimilikinya. Keunggulan tersebut bakal membuatnya menahan gempuran kompetitornya yang menawarkan lebih banyak kelebihan untuk model SUV-nya. Entah itu untuk model listrik murni atau PHEV.






