RiderTua.com – Aprilia berhasil merayakan kemenangan ganda pada balapan kandangnya di Mugello. Jorge Martin finis di posisi ke-2 tertinggal 3,5 detik di belakang pemenang sekaligus rekan setimnya Marco Bezzecchi di GP Italia hari Minggu kemarin.
Start dari posisi ke-3, Martin merangsek maju dan sempat duel melawan Bezzecchi untuk memperebutkan posisi teratas di lap pembuka. Di belakang mereka berdua, duo tim Ducati Lenovo Pecco Bagnaia dan Marc Marquez juga bertarung untuk memperebutkan posisi ke-3. Sayangnya Marquez gagal menyerang Pecco, bahkan Pecco justru melaju bak roket menyalip Martin kemudian Bezzecchi dan mengambil alih posisi terdepan. Rider asal Madrid itu berada di posisi ke-3 dan bertahan di posisi itu hingga lap ke-15.
βΆDaftar Isi
Jorge Martin Bertanya Pada Pecco Bagnaia: Pecco, Apakah Mereka Memasukkan Gula ke Dalam Tangkimu? Motormu Kencang Sekali

Saat Pecco Bagnaia mulai kendor karena bannya mulai aus, Marco Bezzecchi kemudian menyalipnya untuk merebut kembali posisi terdepan di lap ke-13 dan di lap ke-15 gantian Jorge Martin yang menyalip juara dunia MotoGP 2 kali itu. Posisi 1,2, dan 3 yang diisi mereka bertiga ini bertahan hingga garis finis.
Saat berada di parc ferme, keberhasilan Martin meraih podium ke-2 ‘tenggelam’ di tengah euforia para tifosi yang merayakan kemenangan 2 pembalap akamsi Bezzecchi dan Bagnaia. “Saya sangat bahagia, tim melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Saya mengalami beberapa masalah, tetapi saya harus sangat berterima kasih kepada Aprilia. Marco tampil luar biasa, saya harus mengucapkan selamat kepadanya. Bagi Marco, tentu kemenangan di sini sangat spesial. Namun hasil ini juga menjadi inspirasi bagi kami. Saya harap saya bisa mencapai hal yang sama di Spanyol,” ujar rider berusia 27 tahun itu merujuk pada balapan kandangnya.
Martin melanjutkan, “Saya senang. Kami membuat kemajuan yang sangat baik pada hari Sabtu. Masih ada beberapa hal yang perlu kami sempurnakan, Marco lebih cepat ketimbang saya. Kombinasi antara saya dan motor belum sempurna di sini, saya mengalami beberapa masalah di area-area tertentu. Ketika berhasil menyalip Pecco, saya sempat berpikir untuk mengejar Marco. Tapi kecepatannya luar biasa.”
“Mungkin saya terlalu berhati-hati. Marco selalu dalam mode menyerang, dan hampir selalu berhasil. Saya juga mengalami beberapa masalah fisik di awal dan di akhir balapan. Tapi Marco juga merupakan inspirasi saya dan saya akan terus mencoba untuk mengalahkan rekan setim saya. Sekarang fokus saya sudah tertuju pada balapan di Balaton Park (5-7 Juni),” imbuh juara dunia MotoGP 2024 itu.

Martin juga memuji Pecco Bagnaia, “Pecco tampil sangat kuat, selamat.”
Menariknya, usai balapan Martin dan Bezzecchi sempat menggoda Pecco. Sambil tertawa Martin bertanya, “Pecco, apakah mereka memasukkan gula ke dalam tangkimu? Motormu melaju sangat cepat!” Duo Aprilia itu sangat kagum dengan kecepatan Ducati milik Pecco di trek lurus layaknya roket..Β
Martin mengalami 6 kali crash dalam 4 hari di Barcelona akhir pekan lalu. Dia tak ingin mengalaminya lagi kedepannya. “Pengalaman selalu membantu. Tapi crash dalam olahraga ini tidak dapat diprediksi, tetapi saya akan mencoba untuk tetap mengendalikan semuanya,” tegasnya.
Aprilia tampil gemilang pada balapan kandangnyaΒ kali ini. Setelah berhasil mengaet sponsor utama baru dengan Monster Energy, kemenangan Bezzecchi di grand prix merupakan kemenangan pertama mereka di Mugello. Tak hanya itu, Martin berhasil memecahkan rekor top speed di FP2 dengan kecepatan 368,8 km/jam, dimana Bezzecchi mampu menyamai kecepatan ini dalam sprint race.

Dengan catatan waktu 1:43,921 menit di kualifikasi, MarcoBezz berhasil mencetak rekor lap baru atau lebih cepat 3 detik dari time lap yang dibukukan Marc Marquez tahun lalu. 3 pembalap Aprilia berhasil masuk 3 besar dalam kualifikasi, ini sejarah baru untuk pabrikan asal Noale tersebut. Raul Fernandez dari tim Trackhouse Aprilia berhasil memenangkan sprint race dan puncaknya Aprilia meraih kemenangan ganda pada race utama hari Minggu.
Massimo Rivola (Direktur balap Aprilia) yang biasanya tegas, langsung menangis haru di pit setelah bendera kotak-kotak dikibarkan. “Pada awal balapan, Marco mencoba memahami kondisi lintasan dan perilaku ban. Setelah itu dia merasa semuanya bekerja dengan baik. Selamat kepada Jorge atas balapannya yang luar biasa,” ujar Paolo Bonora (manajer tim Aprilia).

Apa yang dimaksud Gula oleh Martin ?
Ada mitos lama di dunia otomotif bahwa jika seseorang memasukkan gula ke tangki bensin motor lawan, mesin akan rusak.Β Mitos ini sudah beredar puluhan tahun. Dalam film, cerita kriminal, hingga obrolan bengkel sering muncul ide: “Masukin gula ke tangkinya biar mesinnya jebol.”
Padahal secara teknis, gula tidak larut dalam bensin dengan baik. Yang mungkin terjadi adalah penyumbatan filter bahan bakar, bukan mesin tiba-tiba mendapat tenaga ekstra.
Candaan “Pecco, apakah ada yang memasukkan gula ke tangkimu?” itu terjadi karena mengandung unsur paradoks (berlawanan, ditambah gula bukan kencang tapi motor bisa brebet).. Di perkirakan gula menyebabkan gangguan pada sistem bahan bakar duluan, bukan bikin jebol mesin. Mungkin candaan Martin dan Bezzecchi ini karena viral di media sosial candaan isu ‘sabotase motor Pecco’ .. :)







