RiderTua.com – Untuk ukuran pembalap yang masih belum pulih dari cedera, kecepatan dan kegigihan Marc Marquez dalam bertarung di race utama hari Minggu di Mugello sangatlah luar biasa. Terutama saat juara dunia 9 kali itu duel melawan calon rekan setimnya Pedro Acosta.
“Saya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri saya. Saya hanya melaju sekencang mungkin, selama yang saya bisa. Sekitar 10 lap sebelum finis, batas kemampuan saya mulai terasa. Saat melihat jumlah lap yang masih tersisa, saya sedikit frustrasi. Tetapi saya menerima tantangan itu dan terus berjuang sampai akhir, meskipun saya tahu saya akan kalah dalam perebutan posisi,” ungkap Marquez yang pada balapan kali ini tidak bisa tampil agresif seperti biasa..
Marc Marquez: Saya Bisa Melawan Pedro Acosta Karena Menang Motor dan Menang Pengalaman

Selama beberapa lap Marc Marquez terlibat duel sengit melawan Pedro Acosta, dengan berganti posisi berkali-kali. Mereka saling serang dan saling balas untuk memperebutkan posisi.
“Saya menantang Pedro, sebagian karena saya punya motor yang lebih baik. Jadi saya menggunakan pengalaman saya dan mencoba untuk tetap di depan, meskipun di beberapa sektor saya tidak terlalu cepat. Terutama di tikungan kiri, saya masih belum bisa menggunakan tubuh saya seperti biasanya. Tapi saya tidak pernah balapan secara defensif (mode bertahan), dan saya tidak ingin menyerah begitu saja,” tegas The Baby Alien sambil tersenyum.
Pada akhirnya Marquez harus mengaku kalah dari Acosta. Tak hanya itu, sang juara bertahan itu bahkan juga kalah dari ‘bocah kemarin sore’ Ai Ogura dan Fabio Di Giannantonio. “Target utama saya akhir pekan ini bukanlah hasil balapan, melainkan untuk memastikan lengan saya tidak terasa sakit saat mengendari motor. Itu saja yang penting. Setelah balapan ini, saya sangat yakin bahwa kami dapat terus melanjutkan proses ini dan secara bertahap kembali ke kondisi fit 100 persen,” ujar rider berusia 33 tahun itu optimis.

Marquez melanjutkan, “Meskipun sangat berat, saya sangat senang bahwa kami memilih Mugello untuk tempat comeback. Mugello adalah salah satu trek yang paling menuntut fisik di kalender MotoGP, dan saya tidak ingin memilih jalan yang mudah. Sekarang kami akan berangkat ke Balaton Park dengan mentalitas yang sama, trek yang lebih lambat dan tidak terlalu melelahkan secara fisik.”
Saat ini Marquez tidak ingin muluk-muluk terkait hasil balapan, dia hanya ingin fisiknya kembali prima. “Faktanya, saat ini saya berada di sini bukan untuk memperebutkan poin atau gelar dunia. Ini tentang mencari tahu, apakah saya dapat kembali ke kondisi di mana saya dapat menikmati balapan seperti tahun lalu!” pungkasnya.
Pada akhirnya Marquez finis di posisi ke-7 tertinggal 10,762 detik di belakang pemenang Marco Bezzecchi. Kini dia naik ke peringkat 8 dalam klasemen dengan perolehan 71 poin, atau terpaut 11 poin dari rekan setimnya Pecco Bagnaia yang berada di peringkat 7. Pecco tampil mengesankan dengan finis di posisi ke-3 pada balapan kandangnya di Tuscany.







