RiderTua.com – Di pasar motor dual purpose Indonesia, Kawasaki KLX150 SM SE+ dan Yamaha WR155R menjadi dua pilihan menarik untuk rider yang ingin motor fleksibel untuk harian sekaligus fun riding. Meski sama-sama punya DNA adventure ringan, karakter keduanya cukup berbeda.
Secara konsep, KLX150 SM SE+ lebih fokus pada sensasi supermoto ringan yang lincah untuk perkotaan, sementara WR155R lebih mengutamakan kemampuan dual purpose dengan performa mesin modern dan karakter adventure yang lebih serius.
▶Daftar Isi
Kawasaki KLX150 SM SE+: Supermoto Ringan dengan Karakter Fun

Kawasaki KLX150 SM SE+ memakai mesin 1 silinder 144cc SOHC 2-katup pendingin udara yang terkenal sederhana dan cukup bandel untuk penggunaan harian maupun trabasan ringan karena masih pakai karburator.
Karakter mesinnya terasa ringan dan responsif di putaran bawah. Walau tenaganya tidak sebesar WR155R, bobot motor yang ringan membuat akselerasinya tetap fun untuk penggunaan perkotaan.
Keunggulan utama versi SM ada pada penggunaan velg 17 inci supermoto dan ban aspal lebar. Setup ini membuat handling motor terasa sangat lincah dan agresif di jalan kota maupun tikungan kecil.

Posisi riding tegak dengan setang lebar memberi feel supermoto yang playful. Motor ini sangat menyenangkan untuk manuver harian dan riding santai. Desainnya juga tampil sporty dengan grafis khas supermoto dan suspensi tinggi ala motor trail.
Suspensi long travel tetap nyaman menghadapi jalan rusak, polisi tidur, maupun jalan perkotaan yang tidak rata. Keunggulan terbesar KLX150 SM SE+ ada pada bobot ringan dan karakter fun riding yang sangat terasa untuk penggunaan urban.
Namun dibanding WR155R, performa mesin dan kemampuan touring jarak jauh terasa lebih terbatas. Teknologi mesinnya juga masih lebih sederhana karena belum memakai pendingin cairan maupun VVA.
Yamaha WR155R: Dual Purpose Modern dengan Mesin Lebih Bertenaga

Yamaha WR155R memakai mesin 1 silinder 155cc SOHC 4-katup VVA pendingin cairan yang sama basisnya dengan R15 dan MT-15. Mesin ini menghasilkan tenaga 16,5 hp dengan karakter jauh lebih modern dibanding KLX150.
Karakter mesinnya terasa kuat di berbagai putaran rpm. Teknologi VVA membuat akselerasi bawah tetap terisi sambil mempertahankan tenaga atas yang lebih panjang.
Dari sisi desain, WR155R tampil seperti motor adventure enduro modern dengan bodi tinggi, suspensi panjang, dan aura offroad yang lebih serius dibanding KLX supermoto.

Handling motor ini tetap cukup lincah, tetapi feel berkendaranya lebih fokus pada stabilitas dan kemampuan dual purpose dibanding kelincahan supermoto. Suspensi panjang dan ground clearance tinggi membuat WR155R lebih nyaman untuk jalan rusak, jalur semi-offroad, maupun touring jarak menengah.
Posisi riding sangat tegak dan nyaman untuk perjalanan jauh. Tangki lebih gede juga membantu untuk touring dibanding KLX150 SM. Keunggulan terbesar WR155R ada pada performa mesin dan fleksibilitas penggunaan. Motor ini terasa lebih kuat untuk jalan luar kota maupun medan adventure ringan.
Selain itu, fitur seperti assist & slipper clutch dan panel digital modern membuatnya terasa lebih modern dibanding rival Kawasaki. Namun dibanding KLX150 SM SE+, bobot WR155R terasa lebih besar dan handling supermoto fun-nya tidak seagresif rival Kawasaki tersebut.
| Aspek | Kawasaki KLX150 SM SE+ | Yamaha WR155R |
|---|---|---|
| Konsep | Supermoto ringan untuk penggunaan jalan raya dengan gaya agresif dan handling lincah | Dual purpose adventure ringan yang lebih fokus ke kemampuan trabasan dan touring |
| Mesin | 1 silinder 144cc SOHC 2-katup pendingin udara, karburator | 1 silinder 155cc SOHC 4-katup VVA pendingin cairan, injeksi |
| Tenaga | 11,5 hp pada 8.000 rpm | 16,5 hp pada 10.000 rpm |
| Torsi | 11,3 Nm pada 6.500 rpm | 14,3 Nm pada 6.500 rpm |
| Transmisi | Manual 5-percepatan | Manual 6-percepatan + Assist & Slipper Clutch |
| Suspensi | Upside-down 35 mm & Uni Trak adjustable preload | Teleskopik 41 mm & Monoshock link adjustable preload |
| Velg & Ban | 17 inci supermoto, ban 100/80 (depan) dan 120/70 (belakang) | 21 inci (depan) dan 18 inci (belakang), ban dual purpose |
| Pengereman | Cakram depan 300 mm semi-floating & Cakram belakang 220 mm | Cakram depan 240 mm & Cakram belakang 220mm |
| Tinggi Jok | 840 mm | 880 mm |
| Ground Clearance | 270 mm | 245 mm |
| Bobot | 120 kg | 134 kg |
| Kapasitas Tangki | 6,9 liter | 8,1 liter |
| Fitur | Lampu LED, handguard, fat-bar, engine guard, panel digital | Full digital speedometer, Assist & Slipper Clutch, VVA |
| Harga | Rp 41.500.000 (OTR Jakarta) | Rp 40.575.000 (OTR Jakarta) |







