RiderTua.com – Balik lagi bareng RiderTua. Jorge Lorenzo meraih 3 gelar dunia MotoGP bersama Yamaha pada 2010, 2012, dan 2015. Saat ini mantan ‘juragan’nya itu sedang terpuruk. Pabrikan berlogo garpu tala itu selalu berada di peringkat terbawah dalam klasemen konstruktor dalam beberapa tahun terakhir. Dan mulai 2026, Yamaha menurunkan M1 V4 terbaru setelah mempensiunkan M1 In-line-4. Sejauh ini pabrikan yang bermarkas di Iwata Jepang itu sudah membukukan 18 gelar dunia di kelas utama (sama seperti MV Agusta). Gelar dunia Yamaha terakhir diraih oleh Fabio Quartararo pada 2021.
Kondisi Yamaha setali 3 uang dengan tetangganya Honda. Pabrikan berlogo sayap emas itu juga kesulitan menemukan performa terbaik dalam beberapa tahun terakhir atau sejak ditinggal Marc Marquez. Namun tahun lalu mereka berhasil meningkat pesat bahkan naik peringkat konsesi dari D ke C di MotoGP untuk 2026. Honda memegang rekor dengan memenangkan 21 gelar dunia dan gelar dunia terakhir diraih Marquez pada 2019.
Jorge Lorenzo Optimis: Honda dan Yamaha Pasti Kembali ke Puncak MotoGP
Jorge Lorenzo mengatakan, “Terkadang kita harus mengorbankan hasil jangka pendek untuk memulai proyek yang baru, itu tak bisa dihindari. Yamaha harus berubah secepat mungkin untuk mendapatkan pengalaman dan punya masa depan yang lebih cerah. Jadi mereka memilih arah ini.”
“Tapi menurutku Honda dan Yamaha akan kembali ke puncak. Karena mereka sangat kuat, mereka punya sejarah panjang, dan punya budget besar. Jadi cepat atau lambat mereka akan kembali di depan. Dan musim lalu, Honda menunjukkan peningkatan yang pesat,” imbuh mantan rider asal Mallorca Spanyol itu.
Perubahan ke mesin 850cc dan ban Pirelli untuk 2027, dilihat Lorenzo sebagai peluang bagus bagi 2 pabrikan Jepang tersebut untuk mengejar ketertinggalan dari pabrikan Eropa. Meski para pembalap reguler belum diizinkan menjajal mesin baru tersebut, namun mereka harus mengambil langkah berani saat menandatangani kontrak untuk musim depan.

Menurut Lorenzo, Ducati adalah pabrikan paling aman saat ini. Tapi Aprilia mulai menunjukkan taringnya musim ini, dengan menyapu bersih 3 kemenangan dalam race utama hari Minggu.
“Saya sangat menyukai Aprilia, karena mereka mampu memiringkan motor jauh lebih ekstrem ketimbang pabrikan lain di tikungan. RS-GP seperti motor Moto2 atau Moto3. Luar biasa, betapa miringnya motor mereka. Selain itu motornya juga compact. Mereka luar biasa di tikungan,” pungkas Lorenzo.
Berkat Marco Bezzecchi, Aprilia memenangkan 3 grand prix pertama musim ini. Ditambah kemenangan Sprint oleh Jorge Martin. Usai merampungkan 3 seri pertama, pabrikan asal Noale Italia itu berada di puncak klasemen konstruktor. Begitu juga Bezzecchi dan Martin yang menempati peringkat 1 dan 2 dalam klasemen pembalap.

Sementara Ducati yang meraih 4 gelar dunia MotoGP berturut-turut hanya berada di peringkat 2. Dan pembalap terbaiknya adalah Fabio Di Giannantonio (tim VR46) yang berada di peringkat 4 dalam klasemen pembalap.







