Home MotoGP Marc Marquez: Ducati Terlalu Bergantung Pada Saya? Saya Tidak Merasa Begitu, Mereka...

    Marc Marquez: Ducati Terlalu Bergantung Pada Saya? Saya Tidak Merasa Begitu, Mereka Sudah Unggul Sebelum Ada Saya

    Marc Marquez - Ducati Terlalu Bergantung Pada Saya- Saya Tidak Merasa Begitu, Mereka Sudah Unggul Sebelum Ada Saya
    Marc Marquez

    RiderTua.com – Halo Bro-Sis pecinta MotoGP. Kemenangan sprint yang seharusnya diraih Marc Marquez hilang dalam sekejap gara-gara kena penalti turun 1 posisi di Thailand. Rider Ducati Lenovo itu harus legowo hanya finis ke-2 di belakang pemenang Pedro Acosta. Nasib sial kembali menimpa juara dunia 9 kali itu dalam race utama hari Minggu, dimana roda belakangnya rusak pada lap ke-21 dari 26 lap yang membuatnya gagal finis.

    Untuk pertama kalinya Ducati gagal meraih podium setelah 88 balapan berturut-turut di Thailand. Hanya Marquez yang mampu meredam dominasi Aprilia disana. Apakah Baby Alien merasa Ducati terlalu bergantung padanya? “Memang benar, setelah sekian lama itu adalah balapan pertama di mana tidak ada Ducati yang naik podium. Tapi saya rasa ini bukan hal baru. Saya percaya dan berharap, hasil ini hanya terjadi sekali saja karena kondisi khusus di akhir pekan ini. Tapi saya tidak merasa Ducati hanya bergantung pada saya. Itu sudah terlihat di beberapa balapan tahun lalu, di mana saya cedera. Saat itu Alex Marquez hampir selalu naik podium di setiap balapan, dan di balapan terakhir Diggia juga naik podium,” jawab juara dunia MotoGP 7 kali itu.

    Marc Marquez: Ducati Terlalu Bergantung Pada Saya? Saya Tidak Merasa Begitu, Mereka Sudah Unggul Sebelum Ada Saya

    Marc Marquez - Davide Tardozzi, Kontrak Marc Marquez
    Marc Marquez – Davide Tardozzi

    Marc Marquez melanjutkan, “Kalau saja insiden ban tidak terjadi, saya rasa pasti ada Ducati yang naik podium. Tapi jelas ini adalah kompetisi dan semua pembalap dan tim terus berkembang. Di situlah kami harus membuat kemajuan, baik dalam hal kemampuan berkendara maupun teknis.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Davide Tardozzi (Manajer tim Ducati Lenovo) dan rekan setimnya Pecco Bagnaia mengatakan bahwa akhir pekan ini motor tidak berperilaku sama seperti saat tes dan kontruksi ban dari Michelin mungkin lebih menguntungkan Aprilia. Apa pendapatmu soal itu? “Feel saya selama akhir pekan sama seperti saat tes. Tidak lebih baik atau lebih buruk. Masalah yang sama dan kekuatan yang sama. Hanya ada satu pembalap yakni Marco Bezzecchi dan satu pabrikan yakni Aprilia, yang tampak lebih unggul dari yang lain. Soal ban, memang akan jauh lebih mudah jika menyalahkan ban dan itu bisa jadi alasan yang mudah untuk dijual ke publik. Tapi faktanya saya memakai ban yang sama seperti tahun lalu. Saat itu Ducati finis 1,2, dan 3 dengan saya, Alex, dan Pecco. Jadi kami harus terus meningkatkan performa,” jawab Marquez.

    Marquez menambahkan, “Sebenarnya ‘pesan’ yang kami terima selama balapan akhir pekan, sudah kami duga sejak tes. Selama tes, saya terjatuh ketika mencoba menyamai catatan waktu Bezzecchi dan hal yang sama terjadi pada saya selama simulasi balapan. Itulah alasan mengapa saya berkendara lebih konservatif pada race hari Minggu, seperti yang terlihat di beberapa lap pertama. Sebagian untuk menjaga kondisi fisik dan sebagian lagi agar bisa menyelesaikan balapan. Saya sangat termotivasi dan menyadari bahwa itu sangat penting. Dan kemudian sesuatu yang tidak biasa terjadi (roda belakang rusak), sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi terjadi pada saya.”

    Gigi DallIgna - Kontrak Marc Marquez 2027?
    Gigi DallIgna – Marc Marquez

    Kerusakan ban seperti itu bisa saja berakhir buruk, seperti yang Marc alami di Mandalika. Situasi seperti itu bisa muncul secara tiba-tiba dan tidak dapat dikendalikan. Apakah para pembalap sempat terpikirkan hal semacam itu? “Itu salah satu hal yang dulu tidak pernah saya pikirkan. Sekarang saya semakin sering memikirkannya, tetapi tidak selama balapan. Saat konferensi pers usai balapan di Thailand, saya tidak cukup jelas mengungkapkan bahwa sebenarnya saya sangat beruntung. Kalau kejadiannya sedikit berbeda, mungkin saya tidak akan berada di sini. Jika ban itu aus sedikit lebih awal, saya pasti akan jatuh dan terlempar dari lintasan. Hal seperti itu tidak dapat kita kendalikan,” ujar Marquez.

    Putra Julia Marquez itu menambahkan, “Saat itu saya memilih cara paling aman, yaitu keluar lintasan meskipun itu berarti kehilangan waktu. Tapi justru disitu terjadi masalah. Jika masalah itu terjadi tahun lalu, mungkin saya akan tetap berada di lintasan. Sebelumnya kami sudah sering melewati kerb di Moto2, Moto3, dan MotoGP. Tetapi kali ini peleknya rusak. Tidak ada penjelasan untuk itu dan saya tidak mencarinya. Kami hanya fokus pada balapan berikutnya.”

    Marquez bilang tidak mencari penjelasan, tetapi Davide Tardozzi langsung memeriksa area tikungan tempat insiden itu terjadi. Apa yang dijelaskan Tardozzi kepadanya? “Masalah ini sudah selesai, toh poin saya juga sudah hilang. Saya belajar bahwa situasi seperti ini harus dianalisa, tetapi hanya sampai hari Minggu. Karena kita harus fokus pada balapan berikutnya. Saya percaya itu bukan kesalahan Michelin, bukan juga kesalahan pelek, atau kesalahan kerb. Sebagai manajer tim yang baik, Tardozzi menyelidikinya untuk memahami mengapa insiden itu terjadi. Tetapi semuanya baik-baik saja,” ungkap pacar Gemma Pinto itu.

    Gigi Dall'Igna - Pecco Bagnaia - Marc Marquez - Alex Marquez - Fermin Aldeguer - Franco Morbidelli - Fabio Di Giannantonio - Ducati MotoGP
    Gigi Dall’Igna – Pecco Bagnaia – Marc Marquez – Alex Marquez – Fermin Aldeguer – Franco Morbidelli – Fabio Di Giannantonio – Ducati MotoGP

    Marquez melanjutkan, “Kerb dirancang agar kita terpental ke luar lintasan. Jadi kita harus berhati-hati saat memasuki kerb, bukan saat keluar dari kerb. Harus diingat bahwa kerb dirancang untuk situasi seperti ini, atau jika terjadi crash supaya para pembalap merasakan dampak seminimal mungkin. Apa yang terjadi pada saya sangat aneh. Tapi terlepas dari semuanya, kita sudah melihat videonya. Peleknya benar-benar bengkok dan untungnya ban tidak langsung lepas saat itu juga.”

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini