RiderTua.com – Selamat bergabung kembali di obrolan hangat khas RiderTua… Jorge Lorenzo hadir di Buriram untuk menemani Maverick Vinales sebagai pelatih pribadinya. Selain mengawasi perkembangan muridnya itu, sang ‘paduka’ juga berkomentar soal balapan akhir pekan pembuka musim GP Thailand…
Yang pertama disorotinya adalah kegagalan Marco Bezzecchi memenangkan sprint race hari Sabtu, setelah mendominasi sejak hari Jumat dan bahkan juga meraih pole position. “Bagi saya, itu adalah kesalahan besar dari Bezzecchi. Dia sudah menguasai balapan melalui ritme dan kecepatannya, tetapi dia menjadi gugup. Dalam 2 hari terakhir, dia 3 kali crash. Yang paling serius di Sprint Race, di mana dia kehilangan kesempatan besar memenangkan balapan,” kata Lorenzo.
Jorge Lorenzo Skakmat Quartararo: Digaji Mahal Bukan Untuk Bicara Buruk Soal Yamaha!

Marc Marquez duel sengit melawan Pedro Acosta untuk memperebutkan kemenangan sprint. “Dua jagoan, baik dalam karakter maupun keberanian. Itu tontonan luar biasa yang sangat seru. Pada akhirnya, regulasi memberikan kemenangan kepada Acosta. Saya tidak menyangka Race Direction akan turun tangan, namun bagi saya keputusan itu tepat. Kita tidak bisa mendorong pembalap lain keluar dari lintasan. Saya sangat menghormati Marc. Bagi saya, dia masih yang terbaik tetapi beberapa manuvernya memang harus dihukum,” tegas mantan pembalap yang kini berusia 39 tahun itu.
Aprilia secara mengejutkan mendominasi balapan akhir pekan di Buriram. “Aprilia sangat kompetitif dan mematahkan dominasi Ducati. Di Buriram tampaknya Aprilia memiliki sesuatu yang lebih, terutama dalam hal kecepatan di tikungan. Motornya rendah, kompak, sangat kaku, bisa miring dengan cepat dan ekstrim. Di tikungan, mungkin mereka yang terbaik. Namun Ducati sangat seimbang baik pengereman, akselerasi, maupun mesin. Mereka kuat dalam setiap aspek,” ungkap Lorenzo.

Dengan mesin V4 yang baru, Yamaha masih jauh tertinggal dari para rivalnya. “Tidak mungkin mengubah filosofi setelah 20 tahun dan langsung kompetitif. Mereka akan mengorbankan musim ini dan mungkin juga musim depan untuk menjadi lebih kuat dalam 5-10 tahun ke depan. Yang tidak saya sukai adalah kritik yang terlalu keras dari para pembalap, terutama Fabio Quartararo. Yamaha ada di sini untuk menjual motor, dan seseorang yang digaji besar tidak bisa berbicara buruk tentang produk tersebut,” tegas Lorenzo.
Lorenzo memuji rookie Toprak Razgatlioglu, meskipun dia juga menekankan bahwa tantangan yang akan dihadapi juara dunia WSBK 3 kali itu tidak mudah. “Dia memiliki kerendahan hati dan attitude yang tepat. Namun pembalap lain tumbuh dengan prototipe yang kaku dan khusus untuk balap, sementara dia tumbuh dengan motor yang berasal dari produksi massal yang sangat tidak stabil. Mengubah gaya balap di usia 30 tahun bukanlah hal yang mudah,” tegasnya.

Soal bursa pembalap untuk 2027, sambil tersenyum Lorenzo mengatakan, “Bagus kalau ada sedikit ketegangan. Quartararo di Honda, Martin di Yamaha, Bagnaia di Aprilia, Acosta di Ducati. Kita akan menikmati ini.”
Dari semua rumor, kepindahan Acosta dari KTM ke Ducati adalah yang paling menarik. “Ini akan menjadi duel antara dua pembalap top. Marc masih memiliki bakat luar biasa, tetapi dengan usia dan cedera, dia akan kehilangan sebagian keunggulan fisiknya. Acosta sedang menanjak. Perang akan segera dimulai,” pungkas Lorenzo.








