Home MotoGP Toprak Razgatlioglu Bingung: Ban Mengalami Spin di Trek Lurus dan Tidak Mau...

    Toprak Razgatlioglu Bingung: Ban Mengalami Spin di Trek Lurus dan Tidak Mau Berhenti, Ini Sangat Aneh!

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    RiderTua.com – Bro readers RiderTua sekalian, lagi-lagi Toprak Razgatlioglu mengalami kesulitan dalam menjalani tes pramusim. Seperti dalam tes Sepang, rookie tim Pramac Yamaha itu mengaku sengaja tidak mengejar waktu tercepat karena yang dia butuhkan adalah beradaptasi dengan motor, ban, dan lintasan..

    Selain harus beradaptasi dengan motor prototipe yang tenaganya 70 hingga 80 hp lebih besar dari motor Superbike, Toprak juga dihadapkan dengan masalah spin di trek lurus. Rider asal Turki itu terakhir balapan di sirkuit Chang Buriram pada 2019. Ini artinya sudah berselang 6 tahun yang lalu, itu sudah lama sekali. Pada akhirnya Juara dunia WSBK 3 kali itu hanya menempati posisi ke-21 pada tes Buriram hari pertama tertinggal 2,312 detik dari waktu tercepat yang dicetak Alex Marquez (Gresini Ducati).

    Toprak Razgatlioglu Bingung: Ban Mengalami Spin di Trek Lurus dan Tidak Mau Berhenti, Ini Sangat Aneh

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Toprak Razgatlioglu menjelaskan, “Saya mencoba beradaptasi dengan lintasan ini. Terakhir kali saya balapan di sini adalah pada 2019 dengan Superbike. Perbedaan terbesar bukan hanya motornya, tetapi juga bannya. Saya masih berusaha mencoba memahami ban Michelin. Para pembalap lain jelas sudah terbiasa dengan ban tersebut. Untuk pertama kalinya saya merasakan ban spin di trek lurus. Ini sangat aneh bagi saya. Tapi saya mencoba beradaptasi.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Terkait hasil tes yang masih sangat mengecewakan, Toprak mengatakan, “Hari ini kami mencoba simulasi sprint dan tidak mengejar catatan waktu. Kami berkonsentrasi pada peningkatan di setiap tikungan. Besok kami akan melakukan simulasi balapan (jarak jauh) dan kemudian kami akan mengejar catatan waktu tercepat. Hari ini Jack Miller melakukan pekerjaan yang sangat baik terutama dalam satu lap. Saya harap kami dapat mencapai catatan waktu yang sama besok,” imbuh El Turco.

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Hingga detik ini Toprak belum menemukan posisi berkendara (ergonomi) yang nyaman. Tapi dia mengaku cukup baik dengan setang clip-on. “Untuk stang saya kembali ke setelan sebelumnya, tetapi untuk posisi duduk saya masih belum yakin. Besok saya akan mencoba posisi duduk yang lebih tinggi dan juga yang lebih rendah,” jelasnya.

    Toprak melanjutkan, “Sejauh ini kemajuan terbesar saya bukanlah pada gaya balap, tetapi pada pemahaman umum tentang motor MotoGP meskipun ban masih menjadi masalah utama. Motor semakin membaik setiap hari, tetapi masalah terbesar adalah ban. Di Sepang manajemen ban sudah sulit, begitu juga di Buriram. Ban masih belum bisa saya pahami dengan baik. Saya memahami ban Pirelli dengan sempurna, tetapi Michelin benar-benar berbeda. Setelah bertahun-tahun di Superbike, ini tidak mudah. Tetapi saya mencoba beradaptasi secepat mungkin.”

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Tantangan terbesar Toprak ada pada ban belakang. “Sekarang ban depan sudah oke, saya bisa merasakannya. Tetapi ban belakang adalah masalah terbesar. Semuanya sempurna saat pengereman, tetapi saya tidak bisa memiringkan motor sedalam pembalap lain. Dan begitu ban belakang mulai spin, itu tidak mau berhenti. Itu sangat aneh,” ujar Toprak.

    Rider berusia 29 tahun itu itu menambahkan, “Di trek dengan grip yang lebih rendah, efek ini semakin kuat. Dengan ban baru, awalnya baik-baik saja. Tetapi setelah beberapa lap performanya menurun dan motor mulai spin di lintasan lurus, itu sangat tidak biasa. Biasanya, spin terjadi saat menikung bukan di lintasan lurus.”

    Tampak jelas saat ini Yamaha sangat kesulitan dengan masalah traksi dibandingkan Honda, Ducati, dan Aprilia. Bahkan secara keseluruhan mereka adalah yang terlemah dari kelima pabrikan di MotoGP. “Saya melihat Honda, Ducati, dan Aprilia tidak mengalami spin sebanyak Yamaha. Ban belakang mereka juga bergerak karena mereka mencari grip, tapi tidak separah Yamaha. Sekarang Yamaha mengambil pendekatan yang berbeda, mereka meningkatkan performa selangkah demi selangkah,” tegas Toprak.

    Toprak Razgatlioglu - Jack Miller
    Toprak Razgatlioglu – Jack Miller

    Rekan setim baru Jack Miller melanjutkan, “Proyek ini masih baru, terutama dengan mesinnya. Setelah tes Sepang sudah ada peningkatan kecil dan sekarang saya merasa sedikit lebih nyaman di atas motor. Tetapi kelemahan kami masih banyak, terutama soal grip. Saya rasa kami akan merasa jauh lebih baik, jika tidak di sini mungkin di balapan berikutnya.”

    BTW, pembalap tim pabrikan Yamaha Fabio Quartararo tercyduk mengacungkan jari tengah ke arah motor M1-nya, yang menunjukkan rasa frustrasi dan kemarahannya dengan sangat jelas. Hal itu juga menunjukkan betapa tegangnya situasi di garasi Yamaha.

    Toprak juga sadar bahwa waktunya semakin sempit. “Ini adalah hari terakhir saya untuk benar-benar memahami semuanya. Minggu depan sudah balapan akhir pekan (27 Februari-1 Maret). Saya belum tahu apa yang bisa kita capai dalam balapan, tetapi seperti biasa saya akan memberikan yang terbaik,” pungkas anak didik mantan pembalap sekaligus manajernya Kenan Sofuoglu itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini