Home Superbike Alvaro Bautista : Keluhan Toprak Razgatlioglu Terkait Sasisnya, Aneh!

    Alvaro Bautista : Keluhan Toprak Razgatlioglu Terkait Sasisnya, Aneh!

    Alvaro Bautista - Toprak Razgatlioglu
    Alvaro Bautista - Toprak Razgatlioglu

    RiderTua.com – Usai seri WSBK pembuka musim 2025 di Phillip Island, Alvaro Bautista berada di peringkat 2 dalam klasemen. Namun usai seri kedua di Portugal, rider Ducati itu malah turun ke peringkat 4 dan bertahan di posisi tersebut usai balapan di Assen. Setelah tiga kali finis ke-3 di Cremona, Bautista naik ke peringkat 3 menggeser Andrea Locatelli (Yamaha).

    Dalam balapan akhir pekan di Cremona, rekan setimnya Nicolo Bulega mampu mendominasi dan menyapu bersih tiga kemenangan. Rival kuatnya Toprak Razgatlioglu juga tampil solid dengan tiga kali finis ke-2. Jika dilihat dari gap antara Bautista dan Toprak yang teramat lebar di dua balapan utama, ini menunjukkan bahwa rider Spanyol itu masih harus banyak melakukan peningkatan.

    Alvaro Bautista : Keluhan Toprak Razgatlioglu Terkait Sasisnya, Aneh!

    Pada Race 2, Alvaro Bautista tertinggal 8,995 detik dari pemenang Nicolo Bulega dan kalah 7, 169 detik dari Toprak Razgatlioglu. “Kecepatan saya di Race 2 lebih baik ketimbang Race 1, tetapi tidak cukup untuk mengejar Nicolo dan Toprak,” tegas juara dunia Superbike dua kali itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Nicolo Bulega - Alvaro Bautista - Toprak Razgatlioglu
    Nicolo Bulega – Alvaro Bautista – Toprak Razgatlioglu

    Rider berusia 40 tahun itu menegaskan, “Toprak bilang motornya bagus tetapi sasisnya bermasalah, itu aneh! Karena dia tidak lagi diizinkan menggunakan sasis khusus (super concession) dari tahun lalu. Saya harus membawa beban lebih berat sejak tahun lalu dan itulah sebabnya saya punya masalah. Tetapi saya tidak lagi menggunakan itu sebagai alasan, karena itulah kenyataan saya sekarang.”

    Karena aturan bobot yang baru, motor Bautista ditambahi pemberat mulai tahun lalu. “Motor saya rata-rata 6 kilogram lebih berat ketimbang motor Nicolo Bulega karena aturan. 6 kilogram sepertinya tidak ada apa-apanya. Tetapi ketika kita gas pol hingga batas maksimal, itu berat sekali. Sebelumnya saya sudah kesulitan karena tubuh saya kecil, tetapi sekarang saya punya 6 kilogram tambahan,” ungkapnya.

    “Saya tidak mengatakan saya bisa mengimbangi performa Nicolo jika beban ekstra itu dihilangkan. Terkadang kita harus melakukannya untuk membandingkannya. Tetapi yang pasti, itu akan membuat balapan saya lebih mudah,” imbuhnya.

    Hasil Race 2 WSBK Italia 2025
    Hasil Race 2 WSBK Italia 2025

    Di lintasan pendek (3,8 km) dan sempit seperti Cremona, Bautista yang bertubuh kecil dan ringan mengalami kesulitan karena dia tidak memiliki leverage (tidak cukup punya pengaruh fisik untuk memaksa motor berperilaku sesuai keinginannya/ untuk mengendalikan motornya).

    Bautista menerangkan, “Sulit untuk membandingkan diri saya dengan Toprak karena dia mengendarai motor yang berbeda. Ketika saya membandingkan dengan data Nicolo, saya tidak kalah di satu area tetapi sedikit tertinggal di area lain. Dia dapat meluruskan motornya sedikit lebih awal di fase rolling (fase dimana motor meluncur di tengah tikungan) daripada saya. Oleh karena itu dia mampu berakselerasi lebih baik.”

    “Karena ukuran tubuhnya, dia dapat melakukan manuver yang mustahil saya lakukan. Di area tertentu, saya lebih cepat darinya. Tetapi secara keseluruhan, dia lebih kuat dalam satu lap. Kami mampu meningkatkan feeling pada motor sejak tahun lalu dan menjadi lebih cepat di setiap lintasan termasuk dalam hal kecepatan. Itu belum cukup untuk memenangkan balapan, tetapi kami bekerja sekeras yang kami bisa,” pungkas rider Spanyol itu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini